Tjampur-Tjampur Eps. 4

# Maison Tatsuya

Makan di resto yang berlokasi di Gandaria City LG Floor ini karena penasaran dan kebetulan juga ada promo buy 1 get 1 food. Sebagai banci promo saya dan kedua teman @itnamuriya dan @noviare pun tergiur.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Yang pertama dicoba adalah Spaghetti with Scallop and Curry Sauce 58k, saus karinya enak banget jenis kari India namun cukup light, scallopnya lumayan banyak walau nggak banyak banget dan tingkat kematangan pastanya juga okeh.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Yang kedua adalah Salmon Steak (125k), salmonnya enak, kematengannya pas, nggak amis, bumbu cocolannya juga enak. Ada tambahan herbs butter juga di atasnya, sesuatu yang sangat jarang saya liat di penyajian salmon steak resto lainnya.

Kesimpulan: cukup okelah kalo lagi ada promo gini, kalo nggak rasa sih enak tapi biasa aja IMNBO (in my ngajak berantem opinion). Jangan terkecoh dengan namanya yang Jepang banget, karena resto ini lebih ke hidangan fushion sih.

# Publik Markette

Satu lagi resto heitss besutan Ismaya Group yang berlokasi di Grand Indonesia East Mall, LG Floor, nggak jauh beda sih dari segi interior dan ambience, so typical lah.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Karena udah makan di tempat lain, gadisrakus dan perjakarakus @diosaputro cuma ngopi cantik sambil ngemil aja. Salahsatu yang dicobain adalah Chocolate Pie 50k ini, rasanya unik sih karena ada asin-asinnya, coklatnya cukup pekat tapi nggak bikin eneg. Yah lumayan lah buat ngemil cantik doang. Untuk kopi kemarin saya memesan Cappuccino dan teman saya memesan Espresso, yah standar aja deh.

# All Good

Atas nama obsesi ketemu mas ganteng Rio Dewanto akhirnya saya dan perjakarakus menyambangi coffee shop mungil di kawasan Panglima Polim ini, karena denger-denger yang punya mamas Rio *love struck*.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Karena udah banyak yang kosong, jadi kami hanya memesan Cappuccino, Espresso dan Churros (30k). Adonan churros-nya udah enak sih tapi sayang nggak dibarengi oleh tekstur yang okeh, teksturnya terlalu lembek. My all time favourite masih Tapas Movida sih so far, dan IMSTO (in my sok tau opinion) churros yang baik haruslah bertekstur crunchy di luar tapi tetep empuk di dalem. Gitu! Yah above all, all is good deh *daripada ditabok mamas Rio*

Seafood Santa 68

Keterlaluan adalah punya tempat makan seafood favorit yang udah sering banget dikunjungin tapi nggak pernah satu kalipun direview. Hikss..baiklah, jadi Santa 68 ini berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi, Santa, Jakarta Selatan. Lebih gampangnya sih tempat ini sekitar 200an meter setelah Pasar Santa yang ngehits itu. Kalau anak Jaksel pasti udah tau tempat ini karena emang kondang banget, dan ngantrinya luarrr biasa. Baiknya sih kalau makan di sini jangan pas laper berat karena nunggunya bener-bener bikin cranky senggol bacok.

Jadi setelah ngopi cantik di Eric Kayser, saya dan kedua perjaka (yang mungkin masih) tingting memutuskan untuk makan di sini, karena selain saya ngidam seafood udah dari jaman kuda gigit risol, harga makanan di sini murah banget ketimbang tempat sejenis, karena kami bertiga tipe orang yang ekonomis – makan sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan uang sedikit-dikitnya. Inilah yang kami pesan..

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Kerang rebus! Ini kayaknya menu wajib pesan di setiap tempat seafood, tapi kerang rebusnya Santa 68 ini beda, bumbu cocolannya pas antara nanas-saus kacang-saus sambalnya. Kerangnya juga segar jadi nggak nimbulin bau amis. Bahkan temen saya ada lho yang kalo kesini cuma pesen kerang rebus doang saking sukanya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Tumis kangkung juga menu default yang kudu dipesen di setiap resto seafood, yah enaknya standar sih cuman di sini bisa minta request pedes dan akan ditambahin cabe rawit merahnya, sayang kangkungnya agak overcooked jadi lemes-lemes gimana gitu.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Cumi saos padang favorit! Walaupun bumbu padangnya nggak sepedes Seafood 54 di Jatiwaringin tapi ini termasuk oke sih, cuminya juga gede-gede dan segar.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Maaf agak blur gambarnya maklum kalau lagi laper tangan suka tremor. Udang saus tiramnya kurang recommended IMNBO, sausnya terlalu manis, udangnya sih kece gede-gede tapi dimasaknya terlalu overcooked.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Cumi goreng tepungnya termasuk yang wajib dipesen di sini, potongannya gede-gede, tingkat ke-crispy-annya pas, bumbu tepungnya juga enak. Nggak usah dicocolin ke sausnya udah enak.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Yang wajib pesan lainnya adalah aneka ikan bakarnya, bumbunya beda dengan ikan bakar di tempat seafood lainnya. Ada hint rasa kunyit dan kencurnya, dan sedikit agak gurih karena mereka selalu merendam ikan-ikannya dengan bumbu sebelum dibakar jadi rasanya nggak manis kecap doang. Bumbu cocolannya juga juara, sejenis sambal kecap yang pedas dan manisnya yahud pas banget rasanya. Die die must try!

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Terakhir (makannya banyak ya? iya) adalah kepiting saus padangnya. Kepitingnya sih biasa aja, emang bumbunya yang bikin enak.

Total kerusakan termasuk nasi putih 6 porsi (catet kita makannya bertiga hahaha) dan es teh manis 3 gelas adalah 277k doang! Kenyang dan terjangkau *nangis terharu*

Eric Kayser Boulangerie

Udah lama penasaran banget sama salahsatu boulangerie yang lagi heits banget di ibukota ini, sama kayak tetangganya si Paul. Jadi di suatu sore saya janjian ngopi-ngopi cantik sama @diosaputro dan @BayuAdee di sini. Boulangerie ini berlokasi di Plaza Senayan Lt.3, bekas tempatnya Nannini yang dulu. Sistim pesannya bisa on table atau swadaya. Selain pastry dan cake-nya mereka juga nyediain makanan beratnya, karena kami mau makan berat di tempat lain jadi skip dulu. Dan inilah yang saya cobain…

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Pertama minumannya, saya memesan Cappuccino 35k. Sebagai bukan penggemar kopi sih ini rasanya lumayan, pahit sepet dan milky-nya dapet. Cukup oke lah.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Sebelum kesini saya biasanya riset dulu, sweet-tooth apa yang jadi best-seller dan salahsatunya aneka eclairnya. Saya memesan Pistachio Eclair (40k) ini atas nama unik karena warna icingnya turquoise dan ada embel-embel kacang pistachio yang saya suka banget. Tapi uhlalaa..ternyata rasanya nggak sesuai ekspektasi saya, soes-nya lembut dan fluffy sih tapi filling pistachio krimnya aneh, nggak kayak pistachio bahkan after taste-nya ada rasa-rasa aneh yang nggak bisa saya jelaskan. Overall a bit too sweet for my taste buds. Sayang banget sih.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Terus atas rekomendasi perjakarakus @diosaputro saya memesan Macaroon-nya (15k/each) yang surprisingly enak! Saya nyobain rasa raspberry dan lemon. Fillingnya terasa banget raspberry and lemon flavournya, nggak terlalu manis, teksturnya agak chewy tapi juga crunchy. Dari semua bakery kondang yang saya cobain Macaroon-nya ini yang terenak.

Di sini kalau mau pesen pastry juga bisa minta tolong dipotongin kecil-kecil, diangetin dan dikasih butter. Mungkin lain kali saya bakal cobain. Ciao!

Shaburi (Japanese Shabu-Shabu)

Minggu lalu gadisrakus diundang oleh pihak Shaburi untuk menghadiri pembukaan cabang barunya di Gandaria City. Kalau ada yang belum tau, resto Jepang spesialis shabu-shabu yang masih satu manajemen dengan Kintan ini sebelumnya udah punya outlet pertamanya di Pacific Place, sebelah-sebelahan sama Kintan.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Mereka punya berbagai pilihan menu “all you can meat” tentu aja beda harga akan beda pula kualitas daging yang didapat. Kemarin saya dan partner @diosaputro berkesempatan untuk nyobain paket yang Shaburi Wagyu seharga 318k/pax. Keuntungannya selain bisa refill wagyu sepuasnya, kita juga bisa nyobain daging lainnya. Untuk kuah rebusan mereka menawarkan lima macam pilihan, saya memesan hot spicy miso yang katanya best seller, sedangkan teman saya memesan yang original.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Selain dagingnya yang bisa sepuasnya, sayuran pendamping, tambahan seafood dan produk olahan, saus cocolan dan kondimennya, sampai cemilan sambil nunggu makanan matengnya pun bisa diambil sepuasnya. Dan satu sih kelebihannya Shaburi ketimbang all you can eat sejenis, di sini bahan baku semuanya segar dan bener-bener kualitas nomor satu. Terus untuk saus cocolannya mereka pun menyertakan keterangan singkat tentang ingredientsnya, sehingga orang-orang yang punya pantangan tertentu bisa bijak memilih. Kayak saya nih, nggak bisa makan yang ada kambing-kambingnya, jadi tau kalo saus jingiskhan no tare ternyata mengandung kaldu dan lemak kambing, jadi saya nggak ngambil itu.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Seperti yang udah dibilang kalau pesen paket wagyu bisa milih daging yang lainnya juga, tapi emang yang namanya wagyu mau diapain juga enak sih, apalagi yang banyak marble-nya makin empuk. Btw, semua daging di Shaburi ini fresh ya, jadi kalau hari itu ada daging sisa biasanya akan diolah menjadi makanan seperti teriyaki/yakiniku, jadi nggak ada cerita tuh nyetok-nyetok daging. Walaupun bisa refill semaunya, tapi ada limit time-nya juga, weekdays 90 menit dan weekend 75 menit saja, jadi tolong pergunakan waktu tsb dengan bijak untuk menambah daging sebanyak-banyaknya mwahahha… *evil laugh*

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Kalau selera pribadi saya sih mendingan pilih hot spicy miso buat kuah rebusannya, karena bikin dagingnya jadi tambah enak bahkan tanpa saus cocolan. Yang original lebih mild. Nyam nyam..btw saya nulis ini jadi laper :(

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Diakhir acara makan kita juga disuguhi all you can eat dessert, tapi sayang variannya belum banyak cuma es krim, puding dan buah-buahan. Mungkin kedepannya bisa ditambahin menu dessertnya kali ya.

Akhir kata kami cukup puas makan di Shaburi ini, denger-denger dalam waktu dekat ini mereka akan buka cabang ketiganya di Kota Kasablanka dan 3 cabang lain yang masih dirahasiakan keberadaannya yang pasti akan menjankau semua wilayah. Jadi nggak ada alasan kan rumah jauh dan nggak bisa kesini? Ciao!

Jajan-Jajan Lucu di Kuala Lumpur

Sepertinya bulan ini gadisrakus bakal banyak nulis banyak review, karena bulan depan saya bakal pindah kerja dan yang pastinya waktunya nggak bakal se-woles pas kerja di tempat sekarang. Jadi, maaf yaa kalo ntar tiba-tiba gadisrakus jarang nongol lagi di blog, tapi tenang aja kalian bisa follow instagram gadisrakus buat tau tempat-tempat makan yang saya kunjungin dan kedepannya sih bakal bikin short review juga di captionnya.

Review kali ini adalah acara makan-makan gadisrakus di Kuala Lumpur, iya jadi sebenernya bulan Januari kemarin gadisrakus sempet kesana mengunjungi temen, Vimalendran Shanmuganathan, hi bro if you read this, this post special dedicate to you! Karena selama perjalanan 4 hari ke KL, semua acara wisata kuliner disponsorin sama si abang yang baik hati dan tidak sombong :D Secara saya kurang familiar (atau lebih tepatnya kalo udah makan suka males lirik kanan-kiri) maaf ya kalo penyebutan nama tempat atau makanan agak ngaco dan terkadang ngarang :p

# Fish Farm Thai Restaurant

Kalau si abang bilang tempat ini namanya jungle doang, tapi sebagai seorang perempuan yang kepo-nya ngelebih-lebihin anggota FBI akhirnya saya baru tau kalo tempat ini namanya Fish Farm. Lokasinya di Km 4 Jalan Ampang – Hulu Langat, Selangor. Kalau dari pusat kota KL emang jauh bener sih, udah gitu kayak masuk ke dalam hutan kecil yang agak gelap gitu. Thats why orang-orang sana lebih familiar dengan nama Jungle. Modelannya kayak resto Sunda, dine in area-nya di atas empang ikan gitu trus banyak saung-saungnya. Makanannya? Yah namanya aja udah Thai resto, masak yg dijual masakan Sunda ye kan?

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Namanya makan di resto Thai haram kalo nggak nyobain menu kebanggaannya, Tom Yam Goong, yang asli enak banget. Kuahnya bening, asem pedesnya pas dan yang bikin happy itu udang bisa segede-gede dosa gitu. Satu porsi dapet satu mangkok gede, bisa buat rame-rame. Yang juara lainnya adalah, udang goreng kering yang atasnya dikasih bayam goreng super crunchy, bumbunya enak. All in all, resto ini okeh buat makan rombongan, tapi untuk rasa sih biasa aja untuk menu-menu tertentu. Nggak sepadan dengan perjalanan yang harus ditempuh menuju tempat ini, tapi kalo masih penasaran boleh lah buat referensi. Yang mau tau resto ini lebih lanjut silahkan klik ini.

# Visalatchis

Petualangan kuliner saya di hari kedua adalah makan pagi di resto yang berlokasi di daerah Brickfields ini. Anyway, Brickfields ini bisa dibilang salahsatu Little India-nya KL, di sini banyak banget kuil-kuil Hindu bertebaran, plus stalls yang jual makanan India.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Waktu itu saya cuma nyobain vadai dan idli dengan berbagai macam chutney di atasnya. Sebenernya juga nyobain secuil dosai punya si abang tapi saya nggak doyan soalnya too soggy, jadi bleneg. Idli-nya mirip ama serabi, gurih2 hambar gitu (gimana sikk nggak konsisten amat gurih tapi hambar pfft!) pokoknya kalo nggak dicocol pake chutney biasa aja rasanya. Favorit adalah vadai-nya, itu yang bentuknya kayak donat. Vadai-nya udah gurih walau nggak dimakan pake chutney, crunchy yet fluffy. Sukak! Siapin aja duit sekitar RM 10 buat sarapan dimari.

# Brickfields

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Seperti yang udah saya bilang di atas, kawasan ini dipenuhi penjaja makanan/snack India-Indiaan. Salahsatu yang saya cobain karena penasaran banget, adalah Jalebi. Yang oranye itu. Buat orang India biasanya Jalebi dijadiin dessert ketimbang snack karena manisnya ngalah-ngalahin gadisrakus, baek2 sakit gigi. Karena si Jalebi ini direndem/direbus dicairan gula dengan konsentrasi yang pekat dan kental. Kebayang aja deh, saya makan satu aja gigi langsung cenut-cenut. Nggak lagi-lagi deh..cukup tau aja yang penting nggak penasaran lagi.

# Acha Banana Leaf

Lalu siangnya gadisrakus sempat diajak makan di resto spesialis banana leaf rice di daerah Petaling Jaya ini. Sebenernya sih, idenya cuma makan nasi dengan segala jenis kari India nggak pake piring cuma dialasi daun pisang. Cuma karena baru pertama kali, cukup excited juga sih.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Ngomong-ngomong, karena udah laper berat gadisrakus nggak sempet ngefoto makanannya, untung si abang ternyata sempet ambil foto ini (anyway, itu yang di sebelah akik mantan calon kakak ipar #uhuk #ngarepajelunyet #muntahpelangi). Yang paling endes dari resto ini adalah crab curry dan ayam apaan tauk yang dimasak merah gitu, enak gurih-gurih pedes. Kalau mau makan di sini siapin aja duit antara RM 10-20.

# Jalan Alor

Malamnya kami hunting kuliner di Jalan Alor, Bukit Bintang. Di sini mau makanan apa aja ada, dari ayam beneran ampe ayam tanda kutip pun ada. Beberapa yang sempet saya cobain..

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Chicken Wings-nya Wong Ah Wah ini salahsatu yang patut dicoba! Harganya RM 3,5/pcs, bumbunya enak gurih ngeresep ampe ketulang, daging ayamnya juga juicy banget.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Sate ayam ini dibeli di stall sebelah Wong Ah Wah, seporsi RM 10. Tapi nggak enak, empuk sih tapi bumbunya manis banget bikin ngiung. Seenggaknya jadi nggak penasaran sih sama sate ayamnya Malaysia, tapi kalo boleh milih sate Indonesia masih juara kelas dunia buat saya!

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Dua kali ke Malaysia baru kali ini nyobain yang namanya Lok-Lok. Modelnya kayak aneka daging/seafood yang ditusukin pake tusuk sate terus direbus di dalam kaldu gitu, terus dimakan pake sambel khusus. Perbiji harganya antara RM 1-3 tergantung jenisnya. Tadinya nggak dibolehin makan ini ama si abang karena katanya kotor dan nggak hygienis, tapi saya mah cuek aja namanya juga penasaran lagian nggak sering-sering juga kan makan beginian. Rasanya sih ya standar aja banget lah, cuma kalo lagi jalan ke KL dan pengen ngirit makan beginian aja hahhaa menyesatkan!

# Rocky’s

Kata si abang ini salahsatu resto penjual nasi lemak terenak se-Bangsar, lokasinya sendiri ada di Jalan Telawi 5, Bangsar Baru, tempatnya di ruko-ruko gitu.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Katanya sih istimewanya nasi lemak ini karena instead pake rendang, yang ada pakai gulai ayam kentang. Rasa sih, jujur gadisrakus lebih suka nasi uduk ya hahahhaa sok nasionalis banget anaknya. Tapi okelah IMNBO *in my ngajak berantem opinion*, nasi lemaknya tipis banget gurihnya, gule ayamnya juga nggak terlalu berempah seperti gule India jadi masih bisa dinikmati semua kalangan, sambelnya juga nggak pedes, yah intinya biasa aja sih bukan makanan yang membangkitkan nafsu makan kalo menurut selera saya. Tuh kan ngajak berantem :p

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Menu kedua yang kami pesan adalah noodle soup, yang buat saya sih mirip bakmi rebus biasa cuma yang ini ditambahin daging ayam/babi (sesuai selera), di makan pake sambel yang asem-asem pedes, kuahnya bening namun gurih. Saya sih lebih suka yang ini ketimbang nasi lemaknya.

# Seremban Cakey Siew Pow Bakery & Resto

Hari ketiga dan keempat kebetulan saya menghabiskan waktu di Port Dickson, semacam tempat liburan yang terletak di pinggir pantai dan banyak resort-resortnya gitu deh, yang berlokasi tepatnya di daerah Negeri Sembilan dan bisa dijangkau 3 jam dari KL. Terus, kami sempet wisata kuliner gitu deh ke daerah Seremban, yang kebetulan lumayan deket dari Port Dickson.

Kami nyobain siew pow-nya yang kondang. Oya tempat ini beralamat di 5B, Jalan Seng Meng Lee, Taman Unian, 70200 Seremban.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Siew pao ini ternyata adalah sejenis pia dengan isian babi yang dimasak karamel, ini enak banget! Kulit pia-nya renyah dan gurih, berpadu dengan isian babi karamelnya yang manis, mantep! Karena ukurannya lumayan gede makan 2 pcs aja udah kenyang, kecuali situ maruk makan selusin juga belum tentu kenyang. Oya bakery ini jadi satu ama tempat jual oleh2 khas Malaysia dan restoran. Kami sempet nyicipin makanan di restonya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Diatas adalah menu yang kami pesan, terong balacan, ayam kungpao, babi asam manis dan telur dadar. Yang enak dari ke-empat menu diatas adalah terong balacannya, pedas dengan terasi yang kuat. Sesuai dengan lidah orang Indonesia lah. Kalo ayam kungpao-nya terlalu manis, apalagi babi asam manisnya yang rasanya cuma manis doang plus digoreng tepung pula dagingnya.

# Nando’s

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Last but not least adalah Nando’s. Iya, saya baru nyobain terus kenapa? ada masalah? Hah?! Sebenernya saya tau Nando’s ini sejak 2 tahun lalu waktu di Australia, dimana resto ini bertebaran di setiap sudut Perth tapi entah kenapa saya nggak pernah tertarik buat nyoba. Tapi kemarin waktu di KL diajak makan di sini sama abang, sambil nunggu boarding. Ternyata, enak sodara-sodara! Walaupun tetep bumbu hot peri-peri-nya nggak se-hot yang saya bayangin, tapi ayamnya empuk, bumbunya ngeresep banget dan surganya adalah kulit ayamnya! Ini Nando’s nggak mau bikin cabang banget di Indonesia??

Sebagai penutup ini ada oleh-oleh fotonya gadisrakus, jangan naksir ya saya sebentar lagi udah mau kawin loh #pamer

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Restoran Trio

Tau resto jadul ini udah lama banget karena pernah beberapa kali lewat di depannya dan pas nonton film Arisan 2 yang ada scene dimana para pemain utamanya makan malam di tempat ini, tapi pengen nyobainnya nggak sempet-sempet karena emang sebenernya jarang main ke daerah pusat. Jadi sewaktu ketemuan ama temen-temen di Cikini, dan bingung mau makan di mana, kepikiranlah saya sama tempat ini.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Dari eksteriornya aja udah bisa menilai kalau resto yang berlaku di Jl. RP Soeroso No.29B, Menteng, Jakarta Pusat ini dibangun sebelum saya lahir (bahkan ibu bapak saya aja belum pacaran kalik), tanya punya tanya sama salahsatu pelayannya resto ini ternyata udah ada dari tahun 1947. Wow! Emejiingg! Begitu masuk kedalam, interiornya juga nggak kalah jadul, dan ini yang jadi daya tariknya, karena biar kecil dan keliatan kumuh resto ini selalu padat.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Menu yang ditawarkan kebanyakan masakan Cina klasik yang sekarang kayaknya udah susah cari menu-menu tsb bahkan di resto Cina papan atas sekalipun. Karena salahsatu dari teman saya muslim, maka kami nggak memesan menu babi, padahal kayaknya enak-enak tuh. So, inilah yang kami pesan…

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Cah Brokoli (20k sekian, lupa harga pastinya), cah brokolinya dimasak dengan wortel dan labu siam dengan kuah kental nan gurih. Sayang porsinya sedikit sekali, kalau pesan menu cah disarankan pesan dua porsi.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Yang kedua Ayam Rebus Jahe (50k sekian), ayamnya ayam kampung direbus dengan bumbu minimalis lalu disajikan dengan sejenis sambal campuran jahe bawang putih yang amat sangat berminyak namun nikmat. Ayamnya sendiri empuk dan juicy sekali, kalau dimakan tanpa sambal rasanya cenderung hambar jadi memang harus dicocol dengan sambal jahe bawang putihnya. Seporsi bisa pesen setengah ekor atau satu ekor, saya punya setengah ekor tapi lumayan besar bisa buat makan 3-4 orang.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Creme de la creme-nya adalah kodok goreng mentega ini, dan sepertinya juga best seller. Seumur-umur makan kodok nggak ada yang se-istimewa ini, kodoknya keker-keker kayak rajin fitness gitu, nggak amis atau bau-bau langu, bumbunya ngeresep sampai ke tulang, walaupun digoreng garing tapi dalemnya masih moist. Lebih juara lagi kalau dicocol ke bubuk lada-msg yang di atas itu. Beuhh! Harus coba!!

Total termasuk nasi dan minum cuma 147k sajaaa *terharu* Kalau lagi bingung mau traktir orang sekampung tanpa bikin kantong cekak, udah paling bener kemari aja deh. Tapi jangan dateng pas jam makan dijamin antri. Ciaobelaaaa..!!

Tamba

Tau resto ini juga gegara mantan temen kantor yang doyan makan dan doyan hunting resto-resto Jepang di daerah Little Tokyo, Melawai. Katanya sih enak bingit dan murah, jadilah suatu sore pulang kantor saya dan temen ngerakus @okkyqueen makan dimari.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Pertama kali masuk restonya kesan pertama “ini resto serius amat sih, dan nggak ada nuansa Jepang2nya sama sekali” kalau dibandingin sama resto sejenis di area Little Tokyo. Malam itu resto juga nggak terlalu rame banget, tapi nggak sepi juga, jadi cukup oke lah duduk santai-santai sambil makan. Pas ngeliat buku menu, kesan pertama cuma “katanya harganya murah, ini mah sama aja kayak makan di Kaihomaru”. Huft! Akhirnya saya dan Okky memutuskan untuk memesan…

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Chicken Katsu Curry 78k, ini pesanan saya, karinya cukup enak as always saya penggemar kari Jepang instead kari India karena rasanya lebih soft. Chicken cutletsnya enak, crunchy di luar dan nggak terlalu kering di dalem, ukuran nasi pun pas. Pas sesuai harga dan pas kenyangnya. Sebenernya pesen ini aja udah kenyang, tapi dasar perempuan-perempuan berlidah gatal, kalo nyoba resto baru cuma pesen dikit tuh rasanya hina diri ini :p

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Ini pesenan saya lagi Tebasaki 26k (2 pcs), katanya 2 pcs kok itu 4 pcs? Ya kan sayapnya dipotong jadi 2 congkiihh! Sebenernya sayap bakar ini enak, bumbunya bisa pilih asin atau manis, cuma gegara bakarnya gegosongan aja jadi ganggu semua rasa. Dan berakhir nggak saya abisin ini sayap ayam :(

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Ini pesenan Okky, sejenis salmon sushi (harga lupa). Saya nggak ikut nyobain, tapi sepertinya standar salmon sushi pada umumnya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Yang ini pesenan Okky juga, Salmon Aburi 43k, salmon dengan topping salmon setengah matang dengan isian raddish. Nggak ikut nyobain juga tapi sepertinya sih enak karena temen saya makan sampe ludes.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Yang terakhir pesenannya Okky juga (ini anak kecil-kecil makannya banyak banget yehh,,yang gadisrakus siapa sih sebenernya??), Gyoza 36k yang kata mantan temen kantor saya enak banget, tapi pas saya cobain rasanya biasa aja, dan Okky pun mengamini karena katanya nggak sesuai dengan ekpektasinya dia. Tapi yah okelah buat cemil-cemil lucu doang.

Btw, di luar makanannya yang katanya murah tapi ternyata nggak ini, kelebihan Tamba dibading resto sejenis adalah pilihan free appetizernya ada 3 macam, dan lumayan pula porsinya nggak cuma ngelus tenggorokan doang..

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Kiri punya saya, dua potong fillet ayam, wortel dan kentang di masak manis-manis gurih. Dan yang kanan punya Okky, dua sayap ayam dimasak kecap.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Ocha-nya baik dingin dan panas juga free dan refill-able. Gambar di atas adalah ocha dingin pesenan saya, jadi kalau refill nanti dikasih jug kecil gitu dan bisa diisi sesuka hati jadi nggak usah nunggu pelayannya ngambilin.

Total kerusakan berikut pajak dan service adalah 263k. Yah lumayan okelah kalau lagi cari alternatif tempat makan Jepang otentik. Ciaobella!