Archives

VCR Coffee

Gak lengkap berkunjung ke suatu negara tanpa mencicipi kopi lokalnya. Gak ngerti juga sejak kapan saya begitu tergila-gila dengan kopi, even not expert at it.

Kalau ngomongin coffee scene di Kuala Lumpur, mostly everyone refers to this place. Bahkan driver grab saya. Dia bahkan kaget ketika tau, saya, yang notabene turis ini tau tempat tsb. Karena katanya sih yang tau-tau cuma orang lokal aja. Berlokasi di Jl. Galloway 2, Bukit Bintang sebenernya lokasinya bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari hotel saya di dekat Fahrenheit, tapi karena saya pemalas jadilah pakai grab hahhaa..

Tempatnya cukup comfy, gak terlalu kekinian sih cuma cukup okelah. Waktu saya datang lumayan rame ya oleh orang lokal dan beberapa expat. Saya memesan Cappucino (RM12) dan juga sarapan Avocado Toast (RM 24). Cappucino di sini cukup enak, coffeenya light. Oiya grab driver saya ternyata adalah mantan barista di tempat ini, dia bilang kopinya pakai kopi Ethiopia yang memang cenderung light seperti teh. But no problemo. Avocado toast saya ala-ala Aussie style banget. Kami di Aussie biasa makan dengan toast dengan mashed avocado (dan keju&tomat). Enak kok, cuma biji ketumbar yang entah buat hiasan doang atau penambah rasa itu sedikit agak ganggu sih. Mashed avocado sebaiknya gak terlalu dikasih banyak bumbu, suami kalau bikin hanya dikasih sedikit salt&pepper. Di atas toast dikasih taburan biji pome dan juga telur 3/4 matang. Enak, simple dan bikin kenyang.

Kalau lagi di KL dan pengen ngopi, tempat ini bisa kamu jadiin pilihan. Ciao!

Advertisements

NOE coffee&kitchenย 

Mumpung lagi ada di area yang sama, dari Kedai Rakyat Djelata saya tertarik nyobain salahsatu coffee shop yang lagi heits juga yaitu NOE Coffee yang berlokasi di Jl. Dr Wahidin No.68, Yogyakarta (sampingnya RS Bethesda). Horeee…gak bisa tidur lagi. Horee bergadang sampai pagi lagii ๐Ÿ˜


Tertarik sama NOE ini karena (katanya) mereka punya salahsatu cold brew terenak di Jogja. Sayangnya pas kesana cold brewnya abis. Kalau dari segi interior cukup comfy and nice. Kalau gak salah mereka juga punya private room di belakang, kayaknya cocok buat yang lagi mau meeting di luar ramean. 


Akhirnya karena cold brewnya gak ada saya hanya memesan cappucino (22k). Cappucinonya ya standar pada umumnya lah. Coffee not come off to strong. Cukup bisa dinikmati. 


Lalu saya juga pesan Coffee Pannacota (26k) sebagai dessert. Pannacota lumayan cukup enak walau rasa kopinya gak terlalu berasa ya. Suka crunch on topnya bikin teksturnya gak boring. 

Satu hal yang cukup menganggu saya disitu cuma satu sih, banyak semut. Semut item-item gitu loh. Gak cuma satu tapi banyak. Dan ternyata mereka ngincer biskuit yang jadi side di cappucino saya ๐Ÿ˜… ciao! 

Yellow Truck


Gesheerrrr ke daerah Kotabaru tepatnya di Jl. Supadi no.2, Jogjakarta another coffee shop to try adalah Yellow Truck. Sebenernya agak maju mundur mau kesini karena jarang main ke daerah sini. Tapi ya gak ada salahnya kan nyoba.


Coffee shop yang satu ini berbeda dari yang lain sih dari segi interior themenya lebih colourful dan berkesan ceria karena didominasi warna kuning. Pas saya kesana sih lumayan agak sepi ya. Kata baristanya sih mereka lagi ada promo tiap pembelian main course bisa bayar menu coffeenya suka-suka. Tapi karena saya uda kenyang ya minum kopi aja jadinya.


Yang saya pesan standar yaitu Latte (20k) cukup murah, murah aja pake banget karena harga segitu ternyata udah termasuk pajak *hapaaahhh mata zoom in zoom out ala Lely Sagita*. Latte artnya cukup rapi dan kopinya juga lumayan enak. 

Worth to try kalo kamu lagi ada di sekitaran Kotabaru. Ciao! 

Blanco Coffee & Books

Nah abis makan SGPC kemudian masih di hari yang sama saya pergi ke Blanco Coffee & Books, yang berlokasi di Jl. Kranggan No.30, Cokrodiningratan, Jetis. Tau coffee shop ini dari IGnya @pergidulu. 


Seperti coffee shop lain di sekitaran Jogja, yang satu ini juga cukup nyaman dengan tema interior artsy minimalis. Banyak yang dateng kesini sekalian kerja juga karena emang tempatnya nyaman dan gak terlalu berisik. Banyak buku-buku juga yang bisa dipinjam untuk dibaca di tempat. 


Untuk minumnya saya memesan salahsatu menu dari signature drink mereka yaitu Coffee Crush (30k). Ini sih basically seperti ice blended gitu, walau ada embel-embel coffeenya imho menurut saya lebih kayak milkshake cookies&cream, seriously. Saya sempet mikir ini salah bikin apa gimana, cuma ya udahlah. Menu yang ditawarin seingat saya juga gak terlalu banyak pilihannya. 


Tapi kalau kamu lagi ada di sekitaran Kranggan atau Tugu boleh lah mampir hangout di sini. Ciao! 

Maraville Coffee

Another coffee shop to try! Lalala yeyeye *joged cuci jemur ala sahabat Dahsyat*. Tau tempat ini dari sejumlah Jogjafoodies yang selalu post tentang tempat ini. Jadilah penasaran cobain…cusss! Lokasinya ada di Gg. Sitisonya 1B, Jakal Km5. Ancer-ancernya masuk dari gang kecil samping McDonald Jakal terus gang pertama belok kanan nyampe deh. 


Just like another coffee shop (btw rata-rata mereka punya coffee shop interiornya nyaris sama semua, cuma satu dua yang berbeda) interiornya cukup comfy. Didominasi warna putih dan biru tua, dan juga minimalis. Fyi, playlistnya di sini juga enak-enak banget dan ada beberapa buku yang bisa dipinjam untuk dibaca di tempat. 


Kemarin saya hanya memesan minuman andalan mereka yaitu Iced Monokrom Latte (26k). Buat kamu yang merasa red velvet dan greentea latte so overrated, cobain deh Monokrom ini. Ini basicnya espresso yang dikasih charcoal (cmiiw) jadi warnanya hitam pekat gitu. Enak kok rasanya, kopinya sangat ringan, dan creamy banget dan sedikit ada rasa yang gak bisa dijabarkan seperti ada rasa sesamenya (cmiiw). 

Yang lagi di sekitaran Jakal cuss melipir kemari. Ciao! 

Omah Baciro

Jadi di Jogja nih sekarang juga lagi trend foodcourt atau one stop eating place gitu deh, salahsatunya adalah Omah Baciro yang berlokasi di Jl. Tunjung No.12, Baciro, Sleman. Sebenernya enak juga sih tempat ginian, karena bisa nyicip makanan dari beda-beda tenant dalam satu tempat. Jadi ga perlu jauh kemana-mana. Tempatnya sih kalau dari luar keliatan oke ya, kekinian gitu tapi dine in areanya kok menurut saya kurang nyaman gitu. Kesannya sumpek. Satu meja dan meja lain berdekatan jadi kalau sebelahnya heri (heboh sendiri) jadi kurang nyaman. 

Nah tenant apa ajakah yang ada di Omah Baciro ini? Yang pasti ada Dapur Pak Beye (jual masakan Jawa/Indonesia), Pasta Gio (cabang dari Pasta Gio yang di Sariharjo), Dolce Vitta (coffee shop&dessert). Dari 3 tenant tsb yang saya cobain cuma 2. Here we go..

# Pasta Gio


Sebenernya sebelumnya saya pernah makan di sini sama teman saya, pas awal-awal Pasta Gio baru buka. Tapi waktu itu saya makan pasta dan rasanya biasa aja. Tapi tetep kok roasted chickennya dulu salahsatu best seller di sini. Nah di kesempatan kedua ini saya pesan deh menu andalannya. Saya pesen yang quarter chicken (44k) udah termasuk creamy spinach, mashed potato dan saus jamur. Ayamnya enak, empuk banget saking empuknya malah terlalu lembut (kayaknya ayamnya dipresto dulu deh sebelum diroast) tapi ga masalah ayamnya beneran enak kok, saus jamurnya ena ena creamy dan gurih banget, side dishnya juga lumayan. Intinya kalau ke Pasta Gio mending pesen roasted chicken aja. 

# Dolce Vitta


Nah di Dolce Vitta saya memesan dessertnya yaitu Choco Lava Cake (20k). Asli ya tadinya uda agak underestimate pas tau harganya cuma 20k, secara saya pernah makan lava cake yang enak banget itu harganya hampir 50k (alias 2x lipatnya). Tapi ternyata enak banget sodarah sodarah! Serius! Filling coklatnya tuh bener-bener melted banget, cakenya juga enak, lembut, moist, gak terlalu manis tapi nyoklat banget. Pas banget deh pokoknya. Huaaa bisa sering2 nih gojekin ni kue ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹

Emang Jogja gudangnya makan murah tapi rasanya gak murahan. 100ribu aja masih ada kembalian buat naik gojek, perut kenyang, hati dan dompet senang. Ciao!

THSNDSUNNY

Another coffee shop to try. Tertarik cobain coffee shop ini karena….namanya yang unik! Iye shallow banget gue, abis namanya unik pake disingkat singkat gitu kan jadi penasaran yess. Thsndsunny ini berlokasi di Jl. Perumnas Caturtunggal, Depok, Sleman. Ancer-ancernya kalau dari arah Babarsari nemu perempatan selokan mataram lurus aja, lokasinya sebelah kiri jalan dekat TK muslim gt. 


Tempatnya mungil sih, tapi lumayan nyaman bua nongkrong. Cuma ada satu sofa dan lainnya meja kursi dengan nuansa black and white. Seperti kebanyakan coffee shop lain yang open bar, kita bisa liat baristanya ngeracik kopi. 


Saya memesan Cold Brewnya yang katanya best seller. Cold brewnya sih enak, light, level acid rendah, dengan sedikit rasa pahit samar-samar. Hmm not a fan of it sih. Cuma layaklah dicoba kalau kalian lagi ada di sekitaran sini. Ciao!