Archives

Indochine Bistro


Restoran yang ngejual masakan Vietnam emang gak banyak di Jogja, salahsatunya Indochine yang berlokasi di Jl. Kledokan Seturan, Caturtunggal, Depok-Sleman. Kayaknya sih Indochine ini udah lumayan lama berdiri, tapi saya baru nyobain beberapa hari yang lalu itu juga karena diajak teman saya makan siang. Seperti namanya Indocina resto ini gak jual masakan Vietnam aja, tapi Thailand, Kamboja dan Laos juga. 


Kami memesan beberapa menu yang berbeda, untuk appetizer kami memesan Spicy Beef Rolls (25k). Ini kayak raw spring rolls gitu tapi dalemannya ada spicy beefnya, lebih enak dimakannya dicocolin ke saus bangkoknya. 


Terus juga memesan Bun Bo Tenderloin (38k) untuk saya. Bun Bo adalah salad khas Vietnam, isinya bihun, sayur-sayuran dan topping pilihan, pilihan saya tenderloin beef. Tapi sayang dikit banget ngasihnya. Saya pikir bakal kek di Aussie gitu beefnya gede-gede LOL ya udah sik harga 38ribu minta banyak daging 😑


Teman saya memesan Banh Xeo (36k) yaitu crepes khas Vietnam. Teman saya memilih yang topping ayam dan udang. Menurut saya sih crepesnya terlalu alot, sayurannya juga terlalu banyak ketimbang toppingnya. saya pernah makan aslinya di Ho Chi Minh, crepesnya seharusnya agak crispy tapi lembut dan ga lodoh. Terus juga gak terlalu dikasih banyak sayur dengan topping pork&udang, jadi rasanya gurih gurih enyoy. 

Total kerusakan termasuk minum adalah 113k. Cukup murah sih. Tapi kalau dari segi taste ya standar aja sih. Ciao!

Advertisements

Bo & Bun

Nyobain Bo&Bun yang katanya sih masih satu manajemen sama Fat Chow (yang waktu itu saya pernah cobain juga) gegara kepala lagi mumet pengen makan yang berkuah dan hangat. Cuss lah kesini karena Bo&Bun ngejual masakan Vietnam gitu deh, dan saya ngincer menu andalan mereka pho yang katanya kuah kaldunya dibuat dari tulang sapi yang direbus 12 jam. 


Bo&Bun sendiri berlokasi di Jl. Raya Seminyak No.26, Seminyak. Lokasinya pas banget di pinggir jalan dengan signage yang jelas jadi gak bakal nyasar atau kelewatan. Karena masih satu manajemen sama Fat Chow, sekilas sih konsep interiornya agak mirip. 


Sebagai appetizer saya memesan Vietnamese Rice Paper Rolls (75k), yaitu lumpia mentah khas Vietnam literally mentah karena isinya sayur-sayuran dengan isian udang dan daging babi rebus terus diwrap dengan rice paper (sejenis kulit lumpia yang terbuat dari tepung beras) terus disajiin sama saus kacang yang rasanya agak asem-asem seger. Enak sih dan lumayan bikin kenyang juga karena rollnya gede, dan menyehatkan pula cocok buat yang lagi diet.


Menu andalan “12 hours pho” (90k) saya pesan sebagai mains. Ternyata keputusan saya memesan appetizer agak tepat, soalnya ternyata phonya kecil banget porsinya. Terlalu banyak air kaldu dan ube rampenya, mie-nya dikit banget huhuhuu kecewa. Untuk harga 90k sih kurang greget ya. 

Balik lagi? Ngg…kayaknya nggak, mau cobain resto Vietnam lainnya aja. Ciao! 

Pho Ann – Cabbramata

Came here one night with hubby and his bestfriend and partner for dinner, it’s located in 10-12/70-72 John Street, Cabbramata (walking distance from Cabbramata station). Actually i rarely visit Cabbramata so the decision where to go for dinner was decided by bestie’s partner who’s a Vietnamese and because they live in Liverpool. She said Pho Ann is the best pho in Cabbramata and i should try it. Oke lhaa..


This place only sell 1 menu which is pho (fa/fe) it’s Vietnamese beef/pork/chicken noodle soup. I ever tried before in Ho Chi Minh years ago, so i know how authentic pho be like. Both of us were ordered combination beef pho ($13), it contain raw&cooked beef, pork roll, meatballs and innards (if you like). Broth taste nice, it’s very light, not overpowering, but very savory. Beef was so juicy. We ordered large size and it’s so fulfilling. 

If you’re around and feel like wanna have Vietnamese pho, just pay a visit! Ciao! 

Spice Alley – Sydney

Two weeks ago i met my ex college friend who been living here for 7 years, we used to meet when she’s not busy. She recommend me this place which situated in Kensington street, Chippendale, Sydney (just across the Concrete Jungle i’ve reviewed before). So Spice Alley is basically like a foodcourt but the stalls mostly sell out Asian street food. It has wide varieties of food, from Melayu/Peranakan to Korean food, from Thai food to Japanese food. Even it’s not really authentic anyway, but it’s best place if you craving some Asian food but cant decide where to go. 


Cause we gonna try another place, so me and my friend just order lunch from Alex Kitchen. They sells peranakan food ( Malaysia/Singapore dishes). I was ordered Nasi Rendang ($14) for that price beef rendang is given generously. Beef is succulent and chewyable. Even they cooked rendang in Malaysian style (Indonesia has similar rendang but the spices are different), but it has strong flavor and very delish. 


While my friend was ordered Roti Canai ($7) it’s Indian bread served with curry. She actually also ordered fried kwetiao from stall next door but i forgot to take picture. 

Next time i’m gonna re-visit and explore other stalls. Ciao! 

Trang Vietnamese Restaurant – Wollongong


My curiosity sent me to this place since i never seen this place empty either at lunch or dinner time. So once upon a time, I managed to have lunch in this restaurant which located in Keira Street, Wollongong (next to Mochi Dining that i’ve been reviewed before). Arrived after lunch time almost 2pm, this place a half empty only some tables occupied. They have two large rooms to accomodate lots of people, on the right and left side. 


They offer wide varian of Vietnam dishes, not only pho or spring rolls, but also some traditional Vietnam dishes that i’ve ever eaten before on their country long time ago. One of them is Cha Ko To or Caramelized Fish ($15). And that’s become my order then. The reason is simply because i ever eaten one in Ho Chi Minh, and it was very tasty. My order is include rice so dont need to order another one. 


About 20 mins my food is served. And i was a bit shocked as it wasnt like the one i ever had. It more look like fish soup with lots of veggies 😅 the original cha ko to is braised in claypot with sweet soy sauce (kecap manis), garlic and dried chilli until they caramelized. Similar with Malaysian bakut teh (but a bit different cause bakut teh using many Chinese herbs on it). How about the taste? Well, it’s sweet, literally cause i didnt taste anything else but sweet. Still, i was dissapointed cause for myself it’s not cha ko to, it’s a fish soup 😅

Maybe i just take the wrong order. Next time i’m gonna try their best seller pho or noodle salad. If you want save budget, they have self-service lemon infused water. You can refill as much as you want.  Staffs are friendly. The only thing annoy me so much is too many flies inside, just wonder how they come in. Ciao! 

Fat Chow


Berkunjung kesini karena penasaran abis liat blognya blogger kondang se-Endonesa yang review pesen Nasi Hainam terus foodstylingnya lucu pakai rantang gitu. Tapi pas kemarin saya kesana ternyata menu tsb udah di take out, ribet kali ye nyuci rantangnya 😂 Cari alamatnya di Zomato ternyata gak terlalu jauh dari hotel, walking distance banget lah, tepatnya di Jl. Poppies 2 no.7C, Kuta. Kalau dari Legian bisa diakses lewat Poppies 2 (patokannya ada club Sky Garden) jalan kurang lebih 1-2 km, kalau mau lebih dekat bisa juga dari arah Pantai Kuta (belokannya sebelum Beachwalk). Jalanannya bisa diakses mobil tapi gak bisa parkir karena sempit banget, jadi ya better jalan kaki atau naik motor aja. 


Yang saya suka dari Fat Chow ini dibanding resto2 lain di daerah Kuta-Legian khususnya, lebih terkonsep dari segi interior maupun menunya. Di sini menunya all about Asian Food; cina, thailand, dan vietnam, which good soalnya kalo menu terlalu luas jadi bingung milihnya dan biasanya makanannya juga jadi ga enak2 banget. 


Sebagai starter saya memesan Pork on Fire (45k), namanya juga starter so porsinya juga kecil. Ini enak banget! Buat yg non-muslim kayaknya harus pesan ini, must try! Dagingnya empuk banget, dibumbuin seperti dendeng tapi gak manis lebih kearah pedas dengan rasa ketumbar yang kuat. Tenang pedasnya gak yang ganggu banget kok, cukup bisa dinikmati. 


Buat mains-nya sama memesan Mama’s Chicken Noodle (67k) yang surprisingly juga enak. Bakmi ayamnya gagrak chinese, kalau pernah makan bakmi di daerah Kota dsb ya kayak gitu. Mi-nya direbus aldente jadi masih kenyal, dengan topping ayam jamur, telur puyuh, daun salada dan pangsit, masih ditambah semangkuk kecil air kaldu dan pangsit isi ayam. 


Total termasuk teh hangat ($15) dan pajak saya menghabiskan 146k, mahal emang namanya juga daerah turis huhuhuu..tempat ini kayaknya populer di kalangan turis asing terbukti kemarin mungkin saya satu-satunya yang orang Indonesia. Yang mau cari jodoh mungkin bisa kesini 😂 cuma kadang sedikit diskriminatif, kayak saya kemarin datang duluan dapet waiting list bule yang datang belakangan malah dapat tempat duduk duluan. Siap sabar karena resto ini selalu penuh bahkan sebelum jam makan, kayak saya kemarin datang jam 5.30 udah ngantri. 

Saigon Senses – Wollongong


Baru nyadar di suburb Wollongong terutama area CBD dan Keira Street kenapa banyak banget ya resto Vietnam, so dua hari yang lalu pas saya ke money changer saya nyobain resto yang berlokasi di Wollongong Mall building 1. Nama restonya Saigon Senses. 


Tempatnya cukup oke, warna warni, dan hiasan jendela2 paling belakang mengingatkan saya sama Potato Head 😂 Walaupun restoran tapi di sini sistemnya kayak foodcourt, pesan-bayar-ambil sendiri makanannya. Dine in areanya gak terlalu besar so kebanyakan kalo jam makan orang-orang pada take away gitu sih. Menu yang dijual lumayan beragam dari aneka pho, paket nasi, appetizer, banh mi (sandwich vietnam) dll.


Karena lagi hujan dan lumayan dingin so saya pesen chicken pho ($9.90). Pho-nya lumayan enak, kaldunya gurih dengan rasa rempah-rempah yang ringan secara kalo makan di resto lain biasanya rasa sereh atau daun ketumbarnya medok banget. Mungkin resto ini udah menyesuaikan dengan selera bule, karena saya liat pengunjungnya mayoritas bule. Pho ini disajikan dengan satu cup kecil saus berwarna hitam seperti petis. Entah apa, pas dicampur sih gak terlalu ngefek ke rasanya yah. Kalo doyan pedas bisa minta sambel cabe atau saus siracha ke pelayannya. 


Karena suami gak ikut dan dia nitip dibeliin makanan, so saya beliin Vietnam pork chop ($7.90). Pork chopnya dikasih nasi, aneka sayuran dan kuah kaldu. Mirip sama pork chop yang pernah saya makan dulu di Ho Chi Minh bahkan ampe sekarang masih kebayang rasanya yang lejaattt 😝 kata suami sih enak. Cuma dagingnya ketipisan kayaknya, kalo beli pork chop ini bisa pilih dagingnya single or double. Yg double kalo ga salah sekitar $15an.


Sama saya beliin juga spring rolls ($2.50) buat suami. Karena suami doyan banget makan lumpia. 

Lumayan buat alternatif kalo pengen makan masakan Vietnam, karena menurut saya harganya cukup affordable.