Archives

Medan Ciak – Sydney

Been curious with this Indonesian resto for long time cause good reviews from some people and more curious after seen their weekend promo on Indonesia-Sydney community forum in Facebook. This place is located in Shop 3, 460 Elizabeth Street, Surry Hills, Sydney. Not far from Central station. 


I was there before lunch time (approx at 11am) but the place already full of patrons, lucky i had a small table on the back. Like other Indonesian resto in town, nothing fancy with this place. 


Since it was brunch and i still wanna have meals in other place, so i just ordered Lontong Sayur Medan ($13), it came with fried chicken, balado egg (egg cooked in chilli sauce) and rendang (braised beef cooked in coconut curry), kering kentang (sweet spicy potato crackers), veggies curry and some chunky rice cake (lontong). It tasted good, curry and rendang so rich, what i dont like about this food only one, small portion and not fulfilling lol. 


Second dish i was ordered sate padang ($13), been so long not to eat sate padang. This is one of my favorite Indonesian dish, so i had high expectation about their weekend special promo dish. But i was wrong their sate padang couldnt meet my expectation since they used beef instead cow tongue (fyi, original and authentic sate padang used cow tongue rather than beef), and the sauce not really kicked. I tasted something missing on their sauce. However, Padang food better made by Padangnese. Period. 

If you curious about Medanese food, Medan Ciak is right place. You can find mie siantar, emie rebus and even BPK right here. Ciao! 

Spice Alley – Sydney

Two weeks ago i met my ex college friend who been living here for 7 years, we used to meet when she’s not busy. She recommend me this place which situated in Kensington street, Chippendale, Sydney (just across the Concrete Jungle i’ve reviewed before). So Spice Alley is basically like a foodcourt but the stalls mostly sell out Asian street food. It has wide varieties of food, from Melayu/Peranakan to Korean food, from Thai food to Japanese food. Even it’s not really authentic anyway, but it’s best place if you craving some Asian food but cant decide where to go. 


Cause we gonna try another place, so me and my friend just order lunch from Alex Kitchen. They sells peranakan food ( Malaysia/Singapore dishes). I was ordered Nasi Rendang ($14) for that price beef rendang is given generously. Beef is succulent and chewyable. Even they cooked rendang in Malaysian style (Indonesia has similar rendang but the spices are different), but it has strong flavor and very delish. 


While my friend was ordered Roti Canai ($7) it’s Indian bread served with curry. She actually also ordered fried kwetiao from stall next door but i forgot to take picture. 

Next time i’m gonna re-visit and explore other stalls. Ciao! 

Enjoy Mie – Sydney

Been so long heard about this place from 2 friends who are Sydney-siders, but never had chance to try it. Until one day because i took wrong bus to this area lol Enjoy Mie sell typical chinese noodles or we use to call it as “bakmi” in Indonesia. We had two different kind of noodle dish; bakmi dan mi ayam, bakmi used to refer to Chinese style (with salty soy sauce, chicken or pork topping, wonton or meatball side dish, and broth which served separately). While in mie ayam the chicken topping used to cook with many spices like tumeric, galangal etc and make the taste more complex, it use to serve in 2 style: mie ayam with broth or mie ayam yamin (with kecap manis/sweet soy sauce). And Enjoy Mie is in Chinese style. 


For appetizer i was ordered 2pcs of bakso goreng (fried meatball) for $5. Fried meatball also typical Chinese style, use to serve as appetizer or side dish. Bakso goreng taste good, it’s a bit chewy but still enjoyable. I didnt try their fried wonton, maybe next time. 


And for the main i was ordered Mie Ayam Jamur (chicken mushroom noodles) for $10.50 and added extra chasiu (roasted pork) for $4. I thought the portion would be small, but i was wrong. It’s very big portion, maybe 1,5 portion. Its taste reminds me of my favorite noodles joint in Jakarta. 

They also sell teh botol (in small box) for $2,5. I’ll definitely come back. 

Warung Cahaya

Okeh sebenernya saya udah sering denger cerita kalau babi sambal matah di warung makan ini enak banget. Tapi sempet maju mundur karena baca review di Zomato katanya ada yang bilang babinya keras lah, hambar lah dll. But yes curiosity will kill the cat. Jadi akhirnya setelah bimbang cukup lama saya beranikan buat membuktikan sendiri. 


Jangan harap kamu makan di restoran fancy dengan pendingin ruangan, karena warung yang berlokasi di Jl. Dewi Ratih No.1A, Kuta ini ya cuma kayak warung biasa tapi berbentuk agak modern dikit karena dicat serba putih dengan hiasan seadanya. Anyway di sini jualannya gak cuma babi/ayam sambal matah aja tapi juga ada nasi goreng babi dan mi goreng juga. 


Yaudah saya pun pesen paket nasi babi sambal matah + plecing gondo seharga 40k. Maybe today was just my lucky day karena apa yang direview gak terjadi pada ogut, babinya cukup empuk dan well-seasoned karena cukup terasa umaminya, sambel matahnya gak terlalu greasy dan pedas (terlalu banyak bawangnya, iya sih cabe emang lagi mahal ๐Ÿ˜”) dan yang unik sih plecing gondonya, ternyata gondo itu sejenis tanaman liar dan kayaknya cuma ada di Bali aja yah soalnya baru denger, rasanya mirip kayak kangkung tapi ada after taste pahitnya tapi pahitnya gak ganggu kayak daun pepaya sih. Dan sambel plecingnya menurut ogut sih lebih mirip sambel terasi ketimbang sambel plecing yang suka ada di sayur plecing. Tapi overall enak kok. 

So kalau lagi di Bali dan pengen kuliner babi-babian yang anti mainstream kesini aja cus! 

Warung Ayam Betutu Ubudย 

Bener juga seperti kata salahsatu fellow foodie, duduk ngasal di mana aja di Bali makanannya enak-enak aja, karena saya salahsatu yang menganut paham itu. Lelah *ciye lelah* ngikutin rekomendasi orang, suatu siang yang panas dan bawaannya mager saya keingetan ada sebuah warung betutut deket hostel. Yaudah cus cobain lah berhubung lokasinya tinggal jalan kaki doang.


Warung Ayam Betutu Ubud namanya lokasinya di Jl. Petitenget, Seminyak (pas pengkolan dekat hotel Ibis Style) itu ga terlalu fancy sih sama seperti warung makan di sekitaran Bali. Namanya juga belum sepopuler betutu yang ono noh, tapi ya banyak aja yang dateng buat makan silih berganti, ya orang lokal yang tau-tau aja sih. 


Karena jualannya cuma satu, nasi campur ayam betutu maka saya pesen itu lah. Gak usah ngeluarin uang banyak-banyak cukup 23k aja seporsi. Seporsinya berisi nasi, suwiran ayam betutu, lawar, ayam sambal matah, telur balado, ikan asin, sate lilit dan kacang goreng. Itu masih ditambah semangkuk kecil sup. Suprisingly menurut saya sih ayam betutunya enak dan bumbunya lebih nendang ketimbang ayam betutu yang uda terkenal itu, tapi kurang pedes aja sih. Ayam sambal matahnya juga enak, ada wangi kecombrangnya. Sayang lawarnya kurang endes karena cuma pakai toge doang. 


Kalau mau tambah kriuk-kriuk bisa ambil aneka kerupuk, salahsatunya kripik ceker ini saya sampe ambil 2 saking gurih dan enaknya. Kalau lagi cari makanan halal dan terjangkau mungkin warung betutu ini bisa jadi pilihan. Ciao! 

Gula Bali

Kalau ngomongin makanan khas Bali apa sih yang ada di benak kalian? Nasi campur, ayam betutu, babi guling what else? Nah kalau kalian bosen makan masakan Bali yang itu-itu aja kesini aja nih resto Gula Bali. Saya tau resto ini juga dari google kok, karena pengen makan yang beda ketimbang yang itu-itu lagi. 


Gula Bali kalo gak salah ada 2 cabangnya, di Renon Denpasar dan Sunset Road Kuta. Berhubung males aja yah jauh-jauh ke Denpasar yasud ogut pilih yang deket aja. Kesininya tetep pakai gojek. Bisa dicari di GPS karena lokasinya gak pas di pinggir jalan, yaitu di Jl. Merdeka Raya VI no.11, Sunset Road, Kuta. 


Tempatnya sih ogut suka karena modelnya pakai rumah joglo ala Bali gitu terus banyak taman-tamannya. 


Makanan yang ditawarin mostly makanan Bali, tapi bukan yang jenis mengenyangkan gitu sih kalau menurut saya. Buat cemil-cemil cantik. Yang bikin lega hati karena harganya murah-murah banget. Gak heran sih karena Gula Bali emang lebih terkenal di kalangan lokal. 


Oke langsung review makanannya, pertama saya pesen Tipat Kuah Ayam Betutu Istimewa (35k) dari awal baca di zomato udah penasaran sih sama ini. Jadi ini ketupat tapi dikasih topping suwiran ayam betutu, lawar, tum ayam, kulit ayam goreng garing, sate lilit, sate ayam, telur balado, sambal matah dan kacang goreng. Mirip kayak nasi ayam yah, cuma bedanya pakai ketupat aja. Menurut saya keseluruhan rasanya enak yah, kuah ayam betutunya gurih berpadu dengan pedesnya sambal matah. Sate lilitnya enak, sate ayamnya pun..oiya sate ayamnya dibumbuin manis gurih ala sate babi gitu tapi itu ayam kok. Cuma tekstur ketupatnya aja terlalu lembek, mungkin kalau dibikin agak padat lebih enak. 


Lanjut, yang kedua saya pesen Rujak Kuah Pindang (10k) sebagai dessert. Rujak kuah pindang ini khas Bali banget, berbeda dengan rujak umumnya yang pakai sambel kacang&gula merah, rujak ini pakai kuah kaldu ikan yang dicampur dengan ulekan cabe dan terasi. Kalau buat yang gak biasa emang rada amis sih dan horrible. Tapi buat yang doyan ya enak-enak sih, Gadisrakus termasuk yang doyan tapi sayang buahnya kecut-kecut banget jadi gak diabisin deh ๐Ÿ˜”


Terus pesen lagi Jajan Bali (10k) buat cemilan, banyak yee jajannya, seriously di sini porsinya mungil-mungil kalo buat perut saya plus ditambah harga makanannya murah-murah jadi kalap pesen ini itu. Jajan Bali ini isinya lupis, serabi dan pisang rai yang dikasih parutan kelapa dan gula merah cair. Oke lupis dan serabinya ya biasa aja sih kayak pada umumnya, tapi pisang rai ogut baru denger, apakah dia ada hubungannya dengan Ade Rai? *dikeplakaderai* jadi pisang rai itu semacam pisang yang dibungkus sama adonan kulit yang terbuat dari tepung beras, rasanya lebih mirip kayak pisang ijo di pallubutung. Ya gitu deh. Lumayan sih rasanya, lupis dan serabinya juga enak.


Dan terakhir buat minumannya saya memesan Es Daluman (12k) es daluman ini basically es cincau gitu deh. Rasanya lumayan kok, cincaunya enak, biasanya saya gak suka cincau terutama yang ijo2 gitu soalnya kalo beli di abang-abang rasanya suka aneh, di sini menurut saya lumayan enak cincaunya ditambah gurihnya santen dan legitnya gula merah. Pas banget!

Gimana? Udah ngiler? Cuss kesini deh..

Babi Guling Sari Kembar 99

Emang yah nyari babi guling yang pas di kantong sama di lidah tuh emang susah-susah gampang cem cari jodoh. Setelah setahun kemudian balik ke Pak Malen yang makin dikit aja porsinya akhirnya Gadisrakus minta rekomendasi temen yang emang tinggal di Bali, di mana sih babi guling yang enak di luar nama-nama yang udah ada (Malen, Chandra, Dobiel) dan uda pernah saya cobain semua. Terus dese kasih rekomendasi di Sari Kembar 99 ini (dan selanjutnya akan saya panggil SarKem aja ๐Ÿ˜).


Lokasi SarKem ini ada di Jl. Teuku Umar Barat 9 no.99, Denpasar. Kalo orang lokal sih bilangnya daerah ini namanya Malboro. Selain di sini mereka juga punya cabang di Kerobokan tapi tempatnya lebih kecil dan kata temen sih variannya gak gitu banyak. 


Okeh lanjut, bedanya sama di tempat lain disini kita bisa milih mau nasi babi guling paket harga berapa. Makin mahal tentu isinya lebih banyak dan lebih lengkap daripada yang paket standar. 


Saya pesen yang paket komplit seharga 40k. Oiya di sini lawarnya ada 2 macam, lawar putih atau lawar merah (dicampur darah ibab). Kalau gak makan darah kayak saya pas pesen bilang sama pelayannya jangan pakai lawar merah dan sosis darah. Dibanding competitornya saya akuin SarKem lebih banyak porsinya dan varian ibabnya. Dalam satu piring saya mendapatkan lawar, kangkung rebus, daun singkong rebus, babi guling, dendeng babi manis, babi goreng, lemak babi goreng, kripik usus babi, kripik paru, krupuk kulit babi, sate babi dan kulit babi guling (yang coklat) Itu masih ditambah sop balungan Mantep kan? Overall menurut lidah saya semuanya enak, bahkan saya kalau makan babgul biasanya gak suka makan kulitnya karena di tempat lain biasanya keras dan gak ada daging yang nempel jadi hambar gitu. Sedangkan di sini kulitnya masih nempel dagingnya gitu dan renyah banget. Sate babinya juga enak, empuk banget dengan rasa manis gurih pedas. Tapi sayangnya sambel di sini gak sepedas di Pak Malen. Cuma itu aja sih kurangnya, kalau dibikin pedes kayaknya lebih mantep. 

Anyway SarKem ini terkenalnya di kalangan orang lokal dan kurang mainstream buat turis. Kalau kamu pengen cobain di luar yang itu-itu aja, cus deh kesini. Ciao!