Archives

Kobeshi Shabu-Shabu

Haee kakak-kakak pembaca setia gadisrakus, saya kembali lagi. Sebenernya masih mager banget tapi apa daya mesti banget ngapus-ngapusin foto biar storage gak kepenuhan. Yang ini kulineran waktu balik ke Jakarta kemarin, nyobain Kobeshi Shabu-Shabu di Street Gallery PIM 1. Biasanya sih kalau ngidam shabu-shabu saya lebih suka ke Sha**** tapi nggak ada salahnya lah ya kita cobain yang lain, buat perbandingan siapa tau lebih enak. 


Waktu itu saya ambil yang Special Package Weekend seharga 218k (belum termasuk tax). Sebenernya ada beberapa pilihan sih, ada yang cuma dapet shabu-shabu aja, ada yang udah plus-plus complimentary lainnya. Pilihan saya, special package, selain AYCE shabu-shabu juga dapat complimentary tempura dan saikoro steak. 


Untuk varian, pilihan kuah Kobeshi lebih unggul daripada competitornya mereka punya 6 jenis kuah. Gitu juga dengan pilihan sayur, produk olahan dan buffetnya. Bahkan mereka juga punya chocolate fountain dan aneka cake di dessert station. Kalau diliat dari kuantitas sih, dengan harga yang agak lebih mahal dari competitornya bisa dibilang pantes lah. Tapi kalau diliat dari kualitas, rasa dan service menurut saya pribadi Sha**** lebih unggul, di Kobeshi beberapa sayuran ada beberapa yang mulai layu. Dari segi rasa, kuah shabu-shabu pilihan saya (spicy kimchi) lumayan enak, tapi sayang gak dibarengin sama dagingnya yang terlalu banyak lemaknya. Saikoro steaknya juga kering dan gravynya hambar. Di dessert station cuma makan es krim matcha dan pudding aja yang menurut saya juga terlalu plain untuk ukuran es krim yang katanya rasa matcha, matchanya sama sekali ga berasa. Pudding coklatnya juga standar.

Dari segi pelayanannya, agak slow respon ya. Di bell berkali-kali gak ada yang datang, padahal posisi meja saya dekat dengan kasir. 

Tapi semua balik lagi ke selera sih, kalau saya tetep gak bisa berpaling ke lain hati tetep lebih suka Sha**** walau pilihannya gak banyak, tapi sayurannya fresh dan pelayannya termasuk tanggap. Gitu aja sih. Ciao! 

Disclaimer: maaf foto-fotonya dikit soalnya kemarin gak enak mau foto diliatin ama pengunjung lain ๐Ÿ˜Œ

Advertisements

Kayjin Sushi

Di hari lainnya, ceritanya saya masih penasaran banget sama Kayjin dan Rayjin yang harus reservasi itu, tadinya mau Rayjin tapi kayaknya kalau di sana makanannya cuma teppan2 aja. Akhirnya coba reservasi di Kayjin, reservasinya bisa lewat telpon atau website. Denger-denger sih kenapa sistemnya reservasi, soalnya tempatnya terbatas jadi kalau walk-in takutnya waiting list atau malah gak dapet tempat duduk sama sekali saking ramainya. Karena pas saya kesana ketiga resto tsb emang penuh semua sih. 


Walaupun mungil tapi tempatnya oke juga kok, kalau udah bikin reservasi nanti table kita dikasih kartu nama sesuai nama yang pesen. Personalize banget. Terus bisa minta duduk di barnya yang keren banget karena hiasan lampu-lampunya. 


Saya makan berdua sama teman, dan kami pesen lumayan banyak. Maklum nafsu makan kami emang bar-bar banget ๐Ÿ˜ buat appetizer kami memesan trio carpaccio (75k). Carpaccionya sih rasanya sama kayak yang di Dahana, cuma yang ini pakai 3 jenis ikan tuna, salmon dan kakap. Ikannya fresh, kenyal, gak amis, dan melted di mulut. Enak banget. 


Appetizer kedua kita pesen Karaage (45k), karaagennya sih biasa aja. Cukup crunchy tapi ya biasa aja.


Masuk ke mains kami memesan beberapa macam sushi. Yang pertama Nigiri Sushi Classic (55k), satu set terdiri dari 5 pcs dengan topping tamago, tuna, salmon, udang dan kakap. Nigirinya enak, ikannya lumayan tebel, dan fresh. Gak satupun yang amis. Enak semua. 


Yang kedua adalah Unagi Roll (90k). Unaginya cuma jadi topping aja, isi sushinya pakai salmon yang dicampur mayo dan alpukat. Ini enak.


Yang ketiga samgopsyal roll (65k), yang ini fushion sushi gitu sih. Isinya grilled pork belly dan kimchi. Tapi menurut saya rasanya kurang greget. 

Total kerusakan termasuk minum (sencha dan lychee tea) dan juga tax sebesar 472k aja. Menurut saya cukup affordable, apalagi pesanan kami lumayan banyak. Lain kali kalau balik ke Bali mau cobain Rajyinnya biar tambah greget. Ciao! 

Dahanaย 

Saya tau Dahana dari teman saya @rennywhittle ternyata Dahana ini masih satu grup sama Kayjin dan Rajyin Teppanyaki yang saya udah lama pengen cobain tapi suka males karena harus bikin reservasi dulu. Lokasinya juga satu area, di Jl. Petitenget, Seminyak (sederetan Gardin, di ujung jalan dekat belokan ke Lebak Sari).  Tempatnya asri gitu, ditengah-tengahnya ada kolam dan taman. 


Karena lagi ngidam masakan Jepang dan kebetulan juga lagi laper, so saya pesan beberapa makanan. Sebagai appetizer saya memesan Salmon Carpaccio (72k). Ini pertama kalinya saya makan Carpaccio, basically sih sama aja kayak sashimi cuma kalau carpaccio dikasih saus biasanya campuran lemon dan soy sauce. Jadi rasanya gurih-gurih asam segar gitu. Dan biasanya disajikan dengan salad khas Jepang gitu. Enak sih. 


Terus sebagai mains yang kedua saya memesan Beef Yakiniku (50k) plus gohan alias nasi (18k). Mains disini rata-rata tidak sepaket dengan nasi, cocok buat yang lagi diet tanpa ngebuang-buang makanan. Beef yakinikunya bumbunya enak, tapi sayang slicenya terlalu kecil dan terlalu overcooked, jadi sedikit agak keras. 


Lalu karena kenyang nanggung saya memesan lagi Okonomiyaki (65k). Okonomiyakinya enak, less flour, isian seafood (kani, gurita, udang) nya banyak. Pokoknya setiap gigitan pasti ada toppingnya. Puas banget. Walau sausnya agak asam-asam tapi gak masalah masih mamamable. 

Overall sih puas banget makan di sini, harganya affordable, makanannya lumayan, cocok buat yang males bikin reservasi-reservasian, suasananya juga enak, pelayanannya sigap dan cepat. Ciao!

Cafe Kentaro – Sydneyย 

Apparently western cafe with Japanese twist is a trend lately, one of them is Cafe Kentaro which located in 616 Bourke Street, Surry Hills, Sydney. It’s not in main road, and situated among housing, but it’s very famous and crowded, when i was there i should sharing my table with other patrons. 


First order was Matcha French Toast ($16) cause i tempted with its plating ๐Ÿ˜ it consist of 3 chuncks of matcha brioche with matcha sauce, matcha cream, berries and caramel almonds crumble. Taste nice, but my opinion they better served the toast with matcha ice cream rather than matcha whipped cream. 


Second order was Matcha Cream Puff ($6.50) it’s expensive for a small choux with big dollop of matcha cream. Choux skin also a bit hard and dry not softy like fresh choux skin. 


For drink i was order Hojicha Tea ($4.20) actually i was order for green tea latte but the waitress took wrong order. And i didnt notice until i paid the bill, cause yeah the taste not significantly different with green tea latte. Lol 

Spice Alley – Sydney

Two weeks ago i met my ex college friend who been living here for 7 years, we used to meet when she’s not busy. She recommend me this place which situated in Kensington street, Chippendale, Sydney (just across the Concrete Jungle i’ve reviewed before). So Spice Alley is basically like a foodcourt but the stalls mostly sell out Asian street food. It has wide varieties of food, from Melayu/Peranakan to Korean food, from Thai food to Japanese food. Even it’s not really authentic anyway, but it’s best place if you craving some Asian food but cant decide where to go. 


Cause we gonna try another place, so me and my friend just order lunch from Alex Kitchen. They sells peranakan food ( Malaysia/Singapore dishes). I was ordered Nasi Rendang ($14) for that price beef rendang is given generously. Beef is succulent and chewyable. Even they cooked rendang in Malaysian style (Indonesia has similar rendang but the spices are different), but it has strong flavor and very delish. 


While my friend was ordered Roti Canai ($7) it’s Indian bread served with curry. She actually also ordered fried kwetiao from stall next door but i forgot to take picture. 

Next time i’m gonna re-visit and explore other stalls. Ciao! 

Devon Cafe Surry Hills – Sydney

Knew this gem from one of fellow Sydney foodies in Instagram, i was interested cause Devon has western with Japanese twist menu. Actually they have 2 branches, Surry Hills is the headquarter, and the other one is on Barangaroo. Because i already had heavy meals before so i just ordered their dessert and coffee. For Surry Hills branch, the cafe situated on 76 Devonshire St, Surry Hills, Sydney. If you came from Central, just take shortcut on South Concord Exit then across the street. Easier if you came here by foot or public transportation cause no parking space since there’s government project and they blocked the road. 


And this what i ordered, Devon Matcha Cake ($17). So this is basically a green tea mousse on top of green tea cookies based, with green tea crumbled, green tea sauce and berries. Presentation is very pretty, they also put some edible flowers. Overall, taste so good. I’m a big fan of anything matcha. Sometime matcha dessert like this whether too sweet or too bitter, not balance at all. But this dessert is amazing, i could taste the matcha and the sweetness without feeling worry will get diabetics lol 


For the coffee, i was ordered standard Cappuccino ($4) for myself who not really expert in coffee, coffee was good, very strong, if you dont like bitter coffee maybe you should order flatwhite or anything milky. 

Definitely be back, still curious about another menu. Ciao!

Hungry Duck – Berry


For lunch we chose to try Hungry Duck, it only walking distance from Donut Van, situated on 85 Queen St, Berry, NSW. This resto served Japanese fusion food. Not plenty food offered, seems like their theme is less is more, from its interior to the menu.


Hubby ordered Dashi Poached Salmon with Soba Salad ($22). Poached salmon is beautiful, they cook perfectly. They also served it with Japanese shiso, it’s Japanese herbs and common use in Japanese culinary. 


Mine was Hungry Duck Ramen ($17), ramen was good even it’s not authentic ramen, but the top notch on this dish is the fried duck. It’s very succulent, juicy, crunchy and moist at the same time and well seasoned. Super love with the duck. Cause i know make a good duck is tricky, it would be rubbery if you use wrong technique. 

The two things what make us unhappy were first the service is very slow. Both food came after 1 hour. Even at that time resto almost close, only 3 tables occupied. Seem like they only had 1 chef on the kitchen. Second, plenty flies around and they look careless with it. All include one bottle of sparkling water cost us $50. Ciao!