Archives

Jajan Makanan Jepang di AEON Mall

Yuhuu akhirnya gadisrakus went to AEON Mall juga berkat undangan dari PT AEON dan Fortune PR, berasa kayak food blogger beneran. Kemarin sih agendanya ada sesi demo membuat sushi dan juga icip-icip di foodcourt andalan mereka Food Culture, yang so far memiliki 21 restoran bertema masakan Jepang. Selain Food Culture mereka juga memiliki area Cafe Street, Food Carnival dan Ramen Village.   
Oke kita langsung aja liat rekap apa aja sih yang gadisrakus bersama partner ngerakus saya @niwidyaningrum cicipin…

# Food Culture 

 

Untuk makan siang saya memilih pizza fuku-mochi dari Pizadoki ini karena unik, perpaduan east met west. East-nya karena toppingnya menggunakan plain mochi, katsuboshi, saus plum dan nori. West-nya karena tentu saja mereka memakai thin crust pizza dough. Jadi rasa pizza-nya kayak okonomiyaki. Harganya cukup murah 38k belum termasuk pajak dengan porsi sedang (6 slice).

Karena kurang kenyang saya dan partner rakus memesan Okonomiyaki (88k belum termasuk pajak) berisi daging, cumi dan udang. Booth ini termasuk salahsatu yang paling rame. Rasanya enak walau gak terlalu wow. 

Karena udah yang asin-asin so kita pengen yang manis-manis. Saya memesan Taiyaki di booth Ocharaka, saya pesen tiga pcs dengan harga masing-masing 15k berisi green tea, cream cheese & blueberry dan red bean. Buat saya cream fillingnya agak kurang gimanaa gitu, plus Taiyaki ini memang paling enak dimakan selagi hangat. 

Ini kayaknya cemilan wajib semua food blogger yg pernah ngeliput AEON hehhee dan kamipun gak ketinggalan cicipin sebagai makanan terakhir kami di Food Culture. Eits jangan sedih abis ini kami masih ngerakus kok di foodcourt supermarketnya. Kin No Tori Kara ini basically chicken karaage yg dipotong panjang-panjang, kami memesan yg single 28k (belum termauk pajak) dengan bonus aneka saus beraneka ragam dari yg normal kayak saus cabai atau wasabi mayo, sampai lemon jam dan coklat. Iya coklat! Ditengah semaraknya snack ayam asal Taiwan dan ayam goreng Korea, cemilan ini bisa jadi pilihan kalau bosen. 

# Supermarket AEON

Akhirnya bisa juga ngebuktiin rumor sushi dan sashimi murah di tempat ini. Tapi sayang kemarin saya cuma liat-liat aja di section sushi ini karena gak tahan liat antriannya, mungkin enaknya kesini weekdays kali ya. 

  
Tapi jangan sedih kami membeli beberapa makan di section lain, dari section aneka gorengan Jepang kami membeli chicken karaage (5k/each) yang bisa dimix antara yg original, spicy, bbq atau cheese dan kalau beruntung bisa dapet potongan yg gede juga. Karaage-nya menurut saya lumayan enak tepung bumbunya, plus kering diluar juicy di dalem. Saya juga membeli kakiage (10k/each) yg mirip bakwan, tapi sayang dibanding karaage-nya tepung kakiage-nya lebih berasa kayak tepung tempura alias anyep, mana kebanyakan bawang bombay-nya lagi. Terus saya juga beli doriage, ini enaknya sama kayak karaage-nya dengan harga cuma 20k satu pack sedang. 

Dari section yakitori, saya membeli chicken yakitori, tsukune (baso ayam) dan kawa (kulit ayam) dan surprisingly rasanya enyaakkk..! Nyesel cuma beli 5, mau beli lagi tapi jauh hikss..bumbunya cenderung asin-gurih dan ngeresap banget yg pasti. Harga 10k/each/all variant. 

Capek muter-muter booth es krim dan dessert pun memanggil-manggil kami, maka es krim matcha-vanilla seharga 10k mana yang kamu dustakan kenikmatannya. Es krimnya murah dan enyak, matcha-nya kerasa gak kayak es krim matcha di gerai dessert ternama ntuh #nomention 

# Mochi Sweets 

  
Lelah berada dikerumunan foodcourt supermarket, kami menjelajah area luarnya. Partner rakus tertarik membeli mochi ice cream rasa yoghurt seharga 18k ini. Katanya sih enak, plus ada potongan buah mangganya. 

  
# Ice World

  
Sementara dia kesana, saya lebih tertarik mencicipi Ice World, sejenis booth milk tea tapi kalau gak salah punyanya Teh 63. Karena pengen yang seger saya memesan Kumkuat Juice (20k) katanya sih sejenis lemon tapi lebih asam. Rasanya seger juga dan lumayan murah ketimbang gerai sebelah. 

Akhirnyaa selesai juga acara jajan-jajan Gadisrakus di AEON, mungkin kedepannya diharapkan mereka berekspansi ke daerah suburb lainnya (baca: ehm Bekasi) biar kita gak rempong naik roket ke Banten. Ciao! 

Cikang Resto

  
Hari Minggu kemarin gadisrakus berkesempatan untuk nyicipin makanan di resto Cikang yang berlokasi di Graha Anam, Jl. Cik Di Tiro 1 no.11 Jakarta Pusat. Selain foodtasting saya dan beberapa food blogger lainnya juga diajak berdiskusi mengenai akulturasi kuliner Cina pada masakan Padang bersama mas Arie Parikesit. 

  
Pertamanya ada perkenalan dulu dari owner Cikang mengenai asal kata Cikang yang ternyata dulunya di Padang itu ada kopitiam yg kondang pada masanya yaitu Lee Chee Kwang, pokoknya jaman dulu itu lo gak gaul kalo belum ngopi di sana. Karena kata Chee Kwang agak sulit pengucapannya jadilah Cikang.

  
Yang dijual di resto ini tentu saja model kopitiam tsb tapi dengan sentuhan Padang karena memang yang punya orang Padang. Kemarin saya sempat mencicipi kopi hitamnya dengan cangkirnya yg unik, dan snack singkong goreng. Kopinya cukup kental walau gak ada ampasnya, dengan tingkat keasaman rendah. Singkong gorengnya diparut dicampur gula merah lalu digoreng dan dimakan dengan parutan kelapa, cocok banget emang buat cemilan minum teh.

   
 Diskusi dan perkenalan dilanjutkan dengan sesi demo masak Mie Alang Awe, katanya di Padang mie ini termasuk comfort food yang bisa dimakan kapan aja. Sekilas mie rebus ala Padang ini mengingatkan saya dengan mie rebus buatan resto Padang dibilangan Benhil, cuma bedanya mie ala Cikang ini gak dipakein santan dan dagingnya juga direbus instead digoreng kriuk kriuk. Penyajiannya sama-sama menggunakan kerupuk merah. Ni nulis sambil ngiler ngebayanginnya.

  
Terus lanjut ke mencicipi menu selanjutnya yaitu Katupek Sayua Paku alias Ketupat Sayur Pakis. Kata mas Arie kalau di Padang sana ketupatnya punya 2 preference gulai, gulai nangka atau gulai pakis atau dua-duanya juga boleh. Kalau yg di Cikang katupeknya hanya berisi gulai pakis, telur rebus, rendang dan kerupuk merah. Btw, ini pertama kalinya saya makan daun pakis ternyata enak juga teksturnya krenyes-krenyes dan agak keset di lidah. Katupeknya ini rasanya sangat gurih dan cenderung magteg karena menggunakan santan kental, rendangnya juga cenderung light bumbunya sekilas buat saya rasanya kayak terik daging, bisa ditambahkan sambal bila suka. 

  
Lalu yang terakhir ada dessert berupa Lamang Tapai. Lamang ini berbeda dengan lupis walau secara rasa agak mirip, karena lamang basically adalah beras ketan yang dimasukkan kedalam bilah bambu terus dibakar. Untuk sebagian orang Padang termasuk sodara saya, lamang dimakan dengan rendang hitam aselik itu maknyos banget! Anyway, tapai di sini tidak mengandung alkohol ya jadi aman tapi saya sedikit merasakan jejak rasa yg terlalu asam. Well, balik ke selera yang buat kali ya kalau saya memang suka tapai yg agak manis.

Acara foodtasting ditutup dengan pembagian voucher makan di Cikang dan gadisrakus termasuk salahsatu yg menang. So tungguin ya pengalaman saya nyicipin menu lainnya Cikang Resto. Ciao! 😀

Market Museum 2016

Akhirnya saya berjodoh lagi sama event ini, kali ini event tersebut diadakan di Grand Indonesia 5th Floor. Walaupun tenantnya gak sebanyak yang di Gandaria City tahun lalu tapi yang kemarin cukup beragam dan ada beberapa yang baru. Apa aja yang saya cobain? Here we go..

  
Yang pertama dari booth Waffles & Cream, tertarik karena lucu dipakein stick gitu jadi gak ribet dimakan sambil jalan. Saya nyoba Matcha Nutella 30k, matchanya lumayan terasa, sayang agak soggy di bagian dalemnya padahal luarnya udah enak agak crispy gitu. Perpaduan nutella, matcha dan kacangnya juga pas aja gitu, gak bikin eneg. 

  
Yang kedua dicobain dari booth Baconia karena pengen yang asin-asin. Saya pesen bacon cheese (40k) jadi mozarella digulung pake bacon dan digoreng, terus ada tambahan french friesnya biar tambah kenyang. Tapi kalo saya mah biar makan kentang goreng sebaskom kalo gak makan nasi kurang kenyang. Terus diatas si cheese bacon ini dikasih saus sesuai pilihan ada bbq, blackpepper, mayo, tomat atau cabai. Saya pilih yang cabai. Yah lumayan enak buat cemilan. 

  
Yang ketiga saya memesan Shioba (40k) untuk dibawa pulang. Shioba itu roasted pork belly, bisa pilih nasi atau kentang untuk pendampingnya. Saya pilih nasi karena emang untuk makan malam. Yang bikin happy mereka kasih porknya lumayan bingit bahkan lebih banyak dari porsi nasinya. Dimakan pakai sambal hijau atau sambal kecap dua-duanya enak. Karena babi mau diapain juga gak pernah salah…karena yang salah itu cuma laki-laki *eh 

  
Terus yang keempat (banyak yee padahal makan sendiri lho ini) saya nyobain es krim kekinian (25k) dari booth yang saya lupa namanya *hiks* kekinian soalnya cone-nya warna warni, saya pilih pink soalnya pas kesana bertepatan dengan hari Valentine. Saya pilih es krim greentea dengan taburan harum manis alias rambut nenek. Sayang penampilan yang unik gak disertai dengan rasa yang ok, greenteanya gak kerasa cuma manis doang, cone-nya juga keras. 

  
Terus saya cobain lagi minuman susu vanilla dari booth Led It Glow, kalau pakai hiasan lampu (45k) kalo nggak pakai (40k). Saya pilih yang nggak pakai, wong yang penting kan rasanya walau kemasan unik juga saya gak bakalan simpen. Rasanya? Biasa bangeeeett..susunya juga gak terlalu susu banget. 

  
Terus yang terakhir beli Ichitori pilih yang chiken karaate (35k) pas saya tanya emang apa bedanya sama karaage? Katanya kalo karaate tepungnya lebih berbumbu. Okelah. Sebenernya di MM kemarin yang jual ayam goreng tepung berbumbu gini ada beberapa tapi kebanyakan bergagrak Korea seperti brand Holdak (sempet beli tapi lupa difoto) dan KulDaak. Kelebihan Ichitori hadir dengan berbagai macam saus pilihan, dan saya memilih 2 saus yaitu volcano dan wasabi mayo, kalau kurang pedas mereka menyediakan bubuk cabe. Kelebihan lainnya mereka kasih sausnya dua lapis, jadi bawah-bawahnya juga kena bumbu nggak atasnya doang. Chicken karaate-nya enak kriuk-kriuk karena digoreng pas dipesan, sayang  sausnya agak asam entah pengaruh yang volcano atau wasabi.

Sekian review gadisrakus kali ini. Ciao! 

Market Museum 2015

Hayooo anak kekinian dan kekotaan mana yang nggak tau salahsatu pop-up bazaar yang selalu ditunggu anak-anak muda yang hobi kulineran ini. Jujur baru kali ini saya ke Market Museum itupun juga karena lokasinya digelarnya nggak jauh dari tempat saya tinggal, yaitu Gandaria City. Sebetulnya tenant yang ngisi MM ini adalah tenant yang bisa kita temui kapanpun di Pasar Santa atau daerah Senopati seperti 3Buns, H Gourmet Vibes, Holycow dll. Jadi kemarin ceritanya saya cobain yang emang susah ditemuin (maksudnya cuma ada di pop-up bazaar aja atau online). Apa aja sih kuliner yang saya cobain kemarin, ini dia!

#Mommadon 

Oke, ini memang kuliner mainstream karena brand ini bisa ditemui di Pasar Santa. Tapi pengalaman saya pribadi, 2x kecele pas mau beli lidah cabe ijo-nya yg kondang. Yg pertama kesana eh tutup. Kedua pakai go-food eh tutup juga. Hih kzl kan! Tapi untung kemarin si Mommadon ini buka booth di MM, jadi akhirnya kesampean nyoba signature dish-nya yang………enak sih tapi biasa aja. Hih! Kzl deh kalo liat review temen yg lebaayyatun ternyata pas eke cobain biasa ajun.

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nasi lidah cabe ijo seharga 40k ini termasuk mahal mengingat nasinya dikit banget, emang sih lidahnya empuk dan gurih walau nggak pedas tapi coba ya dibuat agak pedas plus nasinya se-magic jar gitu kali ya kayaknya lebih okek #disambitmejikjersamayangjual

#Tube&Cube

Yang kedua nyobain cara minum kopi yang lagi happening, jadi kopinya dibikin ice cube terus dituangin susu. Rasa susunya juga macem-macem, ada yg skim milk biasa, taro, hazelnut, dll. Harganya 35k saja.

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebenernya kopi ini akan terasa enak bila saja coffee cubes-nya banyak, ini cuma 3 bijik itupun kecil-kecil jadi lebih terasa susunya ketimbang kopinya. Cuma untuk coffee experience boleh lah..

#Ice Cream Pot

Lupa nama boothnya yang jelas mereka menjual es krim kekinian yang dijual di dalam pot terus dikasih hiasan daun-daun, worm jelly ata coki-coki buat efek cacing-cacingnya.

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya cukup menebus 25k saja untuk es krim pot ini. Es krimnya boleh milih mau vanilla, coklat, moka atau lapis alpukat, cuma yang lapis alpukat lebih mahal sekitar 35an. Terus di atas es krimnya bisa pilih mau tabur bubuk oreo atau bubuk biskuit regal. Yahh so far rasanya ya biasa aja tak selucu penampilannya.

#Bank Blood

Nah ini yang paling epic, tergoda mengunjungi MM karena orang-orang upload minuman unik ini di instagram, sampai sana harus menahan kecewa karena udah sold-out etapi ada tulisan kecil dipojokkan “re-stock jam 5” oke fine, saya muter2 dulu makan sana sini sampai jam 4.30 kurang saya udah bergabung di antrian panjang booth ini. Saya pesen darah manusia (red velvet) supaya lebih menjiwai packagingnya yang sudah berupa kantung darah.

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan ternyata?? Rasanya nggak enak *nangisdipojokansambilnyedotdarahmanusia* coklat enggak, susu nggak, kopi juga enggak. Tau deh tuh apaan, rasanya cuma manis doang. Hmm…jaman sekarang orang mengemas makanan dengan packaging aneh-aneh tapi kalau rasanya nggak mendukung sih palingan juga booming sesaat lalu menghilang. Btw, untuk sekantung ‘darah’ ini harganya 35k. Duh mending buat beli setarbrak atau cetaim deh..

Demikian acara kuliner saya kali ini sampai jumpaa…

Food Fighters & Localfest

Saya tuh orangnya demen banget kalau pergi makan ke satu tempat di mana bisa jajal banyak makanan, yah macem foodcourt gitu lah. Plus juga jajan di bazaar-bazaar kekinian yang sekarang menjamur di ibukota you name it Market Museum, Brightspot sampai Localfest. Postingan kali ini adalah review di foodcourt yang lagi diomongin banget sama anak ibukota plus pop up bazaar yang kemarin baru saja berlangsung di Grand Indonesia. Ada apa aja sih? Yuk intip..

# Food Fighters

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lokasinya sejajaran dengan Fave Hotel Melawai di komplek Blok M Square Melawai, Jakarta. Uniknya beberapa tenant yang ada di sini juga punya booth di Pasar Santa. Tadinya juga saya ngira semua tenant di Pasar Santa pindah kesini tapi ternyata enggak, plus ada satu tenant yang sering ngisi bazaar (finally) punya permanent booth di sini, yaitu Blackjack Burger yang pernah saya cobain juga di festival food truck. Dan inilah beberapa yang saya cobain..maunya sih pesen semua tapi apa daya perut gadisrakus tak sebesar gentong.

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya memesan Sirloin Waffle 40k ini dari booth Zucker Waffle. Sebenernya mereka jual versi manisnya dengan berbagai topping kekinian, cuma karena kebetulan saya lagi laper dan waffle isi sirloin ini juga unik dan belum pernah saya temuin di tempat lain, yaudah akhirnya pesan. Selain isi berisi sepotong daging sirloin panggang yang surprisingly empuk bener kayak pantat bayi, ada telor ceplok dan kejunya juga. Kayak makan burger aja tapi lapisannya waffle. Waffle-nya juga enak, crispy outside fluffy inside. Buat gadisrakus sih ini ngenyangin nggak tau kalau yey-yey..

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang kedua pesen Parmesan Chicken Wings 35k dari Yipiko Wings, chicken wingsnya sih bukan favorit saya karena digorengnya agak basah sedangkan saya lebih suka yang digoreng garing ala ayam goreng Korea. Plus ditambah rasa permesannya bikin rasanya agak smokey aneh which i dont like. Yang bikin hati dan lidah ini terhibur cuma potato wedgesnya yang surprisingly enak bingit, soalnya ditaburin rosemary dan thyme jadi wangi gitu. Dicocol ke saus cabe lebih mantep. Will be back for more for another flavor sih in the sake of penapsaran.

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ketiga nyobain “nitro coffee brew” dari booth Kopipasar, alasannya lagi-lagi in the name of rasa penapsaran karena ini es kopinya dikasih nitrogen. Walau sebenernya gadisrakus juga nggak ngerti sih bentuknya nitrogren nih macam mana secara nilai kimia jaman sekolah juga pas-pasan. Harganya 20k aja. Tapi ternyata baik rasa, tekstur, bentuknya nggak ada yang berubah, it was just like iced black coffee pada umumnya. Rasa kopinya pun kayak kopi instan, nggak ada rasa acidnya ataupun pahit2nya. Kuciwa 😦

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang terakhir nyobain Coconut Rose Water 20k dari boothnya Judas. Dan ternyata ini enaaakk…walau rasa air mawarnya ngebuat saya berasa jadi Suzana. Tapi ini enak beneran, ada chia seed-nya pulak.

 

# Localfest

Sebenernya saya ke locafest ini selain ngiler liat makanannya yang unik juga ada beberapa clothing brand kekinian yang saya taksir bajunya. Maklum deh gadisrakus kan nggak mau kalah sama hipster ibukota walau umur gak muda lagi hiks. Yang kemarin saya cobain makanannya nggak banyak sih soalnya gadisrakus udah males empet-empetan duluan mo makan jadi nggak nyaman kan kalo terlalu ramai gitu. Jadi ini diaaa…

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang pertama gadisrakus cobain yaitu susu nutella dari booth Micu – Mimicucu. Tertarik karena kemasannya pakai dot bayi, aselik ini brilliant banget sih idenya. Setelah segala kuliner susu-susuan menjamur tapi hanya berinovasi di variasi rasa, mereka hadir dengan kemasan dot bayi. Kalau dari segi rasa sih buat saya sama aja kayak susu coklat dingin pada umumnya, tapi kalau mau pengalaman mimik cucu yang oke buat lucu-lucuan boleh nih! Harga 20k aja, selain nutella ada rasa vanilla dan strawberry chocolate.

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang kedua nyobain cemilan dari boothnya Bits. idenya sih simpel tahu sutra digoreng tepung terus ditaburin aneka bubuk rasa, ada keju, bbq, kari, pedas, seaweed. Selain tahu, mereka juga jual pom-pom sejenis hash brown tapi kecil bulet2 gitu. Kemarin saya pesen yang kari campur seaweed, enak juga tapi standar sih. Harga 20k – 35k, tergantung mau di mix (tahu-pom pom) atau nggak.

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kuliner ngehe lainnya yang saya cobain adalah Pooki Bbang, kenapa saya bilang ngehe? Liat aja tuh bentuknya kayak tok** LOL walau sebenernya idenya sih nggak jauh dari kue apem dengan isian nutella, vanilla custard dan cream cheese. Harga 25k aja perbuah.

 

gadisrakus,wordpress.com

gadisrakus,wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang terakhir nyobain Thai Tea dari booth Coffee Gram, harganya 20k aja. Selain thai tea juga jualan latte, iced black coffee dan cappuccino. Rasanya sih enak tapi kurang kentel dan kurang wangi aja thai tea-nya.

Sekian cemal-cemil gadisrakus kali ini. Ciao!

 

 

 

 

 

 

Shaburi (Japanese Shabu-Shabu)

Minggu lalu gadisrakus diundang oleh pihak Shaburi untuk menghadiri pembukaan cabang barunya di Gandaria City. Kalau ada yang belum tau, resto Jepang spesialis shabu-shabu yang masih satu manajemen dengan Kintan ini sebelumnya udah punya outlet pertamanya di Pacific Place, sebelah-sebelahan sama Kintan.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Mereka punya berbagai pilihan menu “all you can meat” tentu aja beda harga akan beda pula kualitas daging yang didapat. Kemarin saya dan partner @diosaputro berkesempatan untuk nyobain paket yang Shaburi Wagyu seharga 318k/pax. Keuntungannya selain bisa refill wagyu sepuasnya, kita juga bisa nyobain daging lainnya. Untuk kuah rebusan mereka menawarkan lima macam pilihan, saya memesan hot spicy miso yang katanya best seller, sedangkan teman saya memesan yang original.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Selain dagingnya yang bisa sepuasnya, sayuran pendamping, tambahan seafood dan produk olahan, saus cocolan dan kondimennya, sampai cemilan sambil nunggu makanan matengnya pun bisa diambil sepuasnya. Dan satu sih kelebihannya Shaburi ketimbang all you can eat sejenis, di sini bahan baku semuanya segar dan bener-bener kualitas nomor satu. Terus untuk saus cocolannya mereka pun menyertakan keterangan singkat tentang ingredientsnya, sehingga orang-orang yang punya pantangan tertentu bisa bijak memilih. Kayak saya nih, nggak bisa makan yang ada kambing-kambingnya, jadi tau kalo saus jingiskhan no tare ternyata mengandung kaldu dan lemak kambing, jadi saya nggak ngambil itu.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Seperti yang udah dibilang kalau pesen paket wagyu bisa milih daging yang lainnya juga, tapi emang yang namanya wagyu mau diapain juga enak sih, apalagi yang banyak marble-nya makin empuk. Btw, semua daging di Shaburi ini fresh ya, jadi kalau hari itu ada daging sisa biasanya akan diolah menjadi makanan seperti teriyaki/yakiniku, jadi nggak ada cerita tuh nyetok-nyetok daging. Walaupun bisa refill semaunya, tapi ada limit time-nya juga, weekdays 90 menit dan weekend 75 menit saja, jadi tolong pergunakan waktu tsb dengan bijak untuk menambah daging sebanyak-banyaknya mwahahha… *evil laugh*

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Kalau selera pribadi saya sih mendingan pilih hot spicy miso buat kuah rebusannya, karena bikin dagingnya jadi tambah enak bahkan tanpa saus cocolan. Yang original lebih mild. Nyam nyam..btw saya nulis ini jadi laper 😦

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Diakhir acara makan kita juga disuguhi all you can eat dessert, tapi sayang variannya belum banyak cuma es krim, puding dan buah-buahan. Mungkin kedepannya bisa ditambahin menu dessertnya kali ya.

Akhir kata kami cukup puas makan di Shaburi ini, denger-denger dalam waktu dekat ini mereka akan buka cabang ketiganya di Kota Kasablanka dan 3 cabang lain yang masih dirahasiakan keberadaannya yang pasti akan menjankau semua wilayah. Jadi nggak ada alasan kan rumah jauh dan nggak bisa kesini? Ciao!

Magnum PIM Re-Launch

Beberapa saat yang lalu gadisrakus diundang lagi untuk kesekian kalinya (biar berasa banyak) sama Magnum Unilever. Kali ini dalam rangka re-launch Magnum Cafe-nya yang dulu berkonsep grab-and-go dan pernah saya ulas juga di sini, jadi sekarang konsepnya mau disamain gitu sama Magnum Cafe yang di Grand Indonesia. Sekaligus juga memperkenalkan tiga varian signature dessert mereka yang cuma tersedia kheseus di cabang PIM.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Menurut Jarome Prijatman Magnum Dessert Expert yang ganteng itu, kreasi menu baru Magnum kali ini terinspirasi dari trend dessert yang sedang melanda di seluruh dunia. Abis talk show kami, para media dan blogger, diajak untuk ngeliat betapa uniknya menu dessert baru tersebut.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Yang pertama adalah Magnum Chocolate Wonderland, yang langsung jadi favoritnya gadisrakus. Soalnya dessert ini ternyata adalah sebuah giant ball yang terbuat dari coklat belgia yang ternyata kalo dikucurin saus coklatnya bakal melted dan di dalemnya ada magnum mini berbagai rasa, belum lagi ditambah buah-buahan yang bikin seger dan nggak eneg.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Yang kedua dan jadi favoritnya gadisrakus juga, ada Magnum in The Sky, kayak semacam lagunya The Beatles ya *itu Lucy in The Sky keleeuuss*, yaitu es krim Magnum vanilla yang dibalut coklat belgia dan dilapisin almond slices, yang disajiin bareng stroberi segar berlapis coklat dan rose berry cake. Penampilannya cakep banget yak, bikin sayang makannya 😀

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Last but not least, ada Magnum at The Beach yang menurut gadisrakus sedikit kemanisan dan eneg, soalnya dalam satu piring ini kompisisinya terdiri dari es krim Magnum rainbow, red velvet yang berisi raspberry puree dan pink chocolate star fish cookie plus berisi frozen meringue sebagai efek pasir-pasirnya. Kalau makan ini sih mending sharing aja biar nggak bleneg.

Semua dessert di atas bisa didapetin dengan harga 69k/porsi. Mahal? Enggak dong, kan semua dessert itu dibuat penuh cinta sama chef Jerome *uhuk!*

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Sebagai penutup kami semua dibolehin pesen create your Magnum, sebelumnya saya pernah cobain juga tapi kali ini mau coba rasa yang berbeda jadi saya pilih topping wasabi powder, pistachio crumble dan ginger candy crumble. Sayang pistachio-nya agak pahit jadi sedikit merusak rasa.

Oya, untuk signature dessert yang di atas tadi tiap harinya ada kuota soalnya dibuatnya kan manual dan langsung dibuat ketika dipesan, jadi kalo mau nyicipin jangan kemaleman datengnya yah. Ciao!