Archives

Seniman Kopi Ubud

Masih dari Bali tepatnya Ubud, akhirnya nyobain juga nih coffee shop yang lumayan tersohor setelah menembus kemacetan satu arah yang lumayan edan. Seniman Kopi yang terletak di Jl. Sriwedari No.5, Ubud ini sih sebenernya terletak di jantungnya Ubud banget, kalau kesini disarankan naik motor aja karena kalau naik mobil dijamin lebaran tahun depan baru nyampe 😌


Coffee Shopnya lumayan gede juga dine in areanya, ada yang diatas, atau di bawah gitu deh. Kemarin saya dan temen pilih duduk di bawah, selain berAC biar gampang ngawasin motor sewaan ciinn..hahahha!


Karena abis makan di Mak Beng, so kami cuma pesan kopi aja. Saya pesan ice kopi double (40k) sementara teman saya memesan cappucino (37k). Keduanya disajiin lumayan unik ya, dengan nampan panjang warna warni yang uda include mineral water sama biskuit shortbread. Es kopi saya rasanya lumayan enak, kopinya cukup strong tapi cukup gak terlalu berlebihan, manisnya juga pas. 


Buat cemil-cemil iseng kami memesan sharing posh chips with truffle oil&permesan (55k). Rasanya sih standar kentang goreng aja walau disajikan dengan saus mustard dan bolognese. 

Macet-macetnya kesini lumayan kebayar sih, tapi kalau boleh milih mending ke tempat lain aja yang macetnya gak gila haha! 

Advertisements

Kayjin Sushi

Di hari lainnya, ceritanya saya masih penasaran banget sama Kayjin dan Rayjin yang harus reservasi itu, tadinya mau Rayjin tapi kayaknya kalau di sana makanannya cuma teppan2 aja. Akhirnya coba reservasi di Kayjin, reservasinya bisa lewat telpon atau website. Denger-denger sih kenapa sistemnya reservasi, soalnya tempatnya terbatas jadi kalau walk-in takutnya waiting list atau malah gak dapet tempat duduk sama sekali saking ramainya. Karena pas saya kesana ketiga resto tsb emang penuh semua sih. 


Walaupun mungil tapi tempatnya oke juga kok, kalau udah bikin reservasi nanti table kita dikasih kartu nama sesuai nama yang pesen. Personalize banget. Terus bisa minta duduk di barnya yang keren banget karena hiasan lampu-lampunya. 


Saya makan berdua sama teman, dan kami pesen lumayan banyak. Maklum nafsu makan kami emang bar-bar banget 😝 buat appetizer kami memesan trio carpaccio (75k). Carpaccionya sih rasanya sama kayak yang di Dahana, cuma yang ini pakai 3 jenis ikan tuna, salmon dan kakap. Ikannya fresh, kenyal, gak amis, dan melted di mulut. Enak banget. 


Appetizer kedua kita pesen Karaage (45k), karaagennya sih biasa aja. Cukup crunchy tapi ya biasa aja.


Masuk ke mains kami memesan beberapa macam sushi. Yang pertama Nigiri Sushi Classic (55k), satu set terdiri dari 5 pcs dengan topping tamago, tuna, salmon, udang dan kakap. Nigirinya enak, ikannya lumayan tebel, dan fresh. Gak satupun yang amis. Enak semua. 


Yang kedua adalah Unagi Roll (90k). Unaginya cuma jadi topping aja, isi sushinya pakai salmon yang dicampur mayo dan alpukat. Ini enak.


Yang ketiga samgopsyal roll (65k), yang ini fushion sushi gitu sih. Isinya grilled pork belly dan kimchi. Tapi menurut saya rasanya kurang greget. 

Total kerusakan termasuk minum (sencha dan lychee tea) dan juga tax sebesar 472k aja. Menurut saya cukup affordable, apalagi pesanan kami lumayan banyak. Lain kali kalau balik ke Bali mau cobain Rajyinnya biar tambah greget. Ciao! 

The Koop Roaster & Coffee


Kalau ini gak sengaja sih nemu newly open coffee shop dekat hostel saya, gara-garanya liat IG story-nya roomate yang kesini duluan, jadilah ngiler. Ternyata coffee shop kecil yang berlokasi di Jl. Drupadi No.66, Seminyak ini yang punya orang Jepang. Tempatnya sih kecil aja tapi homey dan a bit shabby gitu. 


Anyway mereka punya roaster machine sendiri lho, dan ditaruh di depan. Saya jadi makin yakin kalau mereka emang provide kopi enak. 


Pertamanya saya pesan Macchiato (30k), anyway macchiato yang bener itu yah seperti yang ada di coffee shop ini, terdiri dari espresso dengan foamy milk. Bukan dengan tambahan sirup caramel dan komposisi susu yang hampir 50% seperti macchiato di coffee shop berlogo hijau itu. Espressonya sangat rich and densed. Yang gak biasa minum kopi pasti gak suka sih, dan pecinta kopi biasanya minum ginian gak pakai gula, karena gula ngerusak rasa. Karena saya bukan penggila kopi dan seleranya masih cetek, jadi saya gak suka! Dan pesen minuman kedua hehehe


Yang kedua saya pesen adalah Ice Latte (35k), penyajiannya cukup unik karena Ice Lattenya berupa cold brew yang disajikan dengan es batu dan cream milk yang ditaruh di gelas terpisah. Jadi kita bisa naker sendiri mau seberapa banyak susunya. Kalau saya suka yang gak terlalu milky. Saya lebih suka yang ini karena kopinya lebih ringan. 


Buat cemilan saya mencoba signature pies mereka, saya coba 3 macam yang fillingnya pecan, coklat dan lemon. Yang coklat agak terasa berkeju dan bercoklat disekali gigitan, saya sih suka jadi gurih-gurih manis gitu. Yang pecan lebih terasa manis berkaramel. Yang lemon terasa sekali lemonnya dan perpaduan rasanya manis asam segar. Pienya dijual 15k/pcs dan agak kecil ukurannya. 

Ciao! 

Dahana 

Saya tau Dahana dari teman saya @rennywhittle ternyata Dahana ini masih satu grup sama Kayjin dan Rajyin Teppanyaki yang saya udah lama pengen cobain tapi suka males karena harus bikin reservasi dulu. Lokasinya juga satu area, di Jl. Petitenget, Seminyak (sederetan Gardin, di ujung jalan dekat belokan ke Lebak Sari).  Tempatnya asri gitu, ditengah-tengahnya ada kolam dan taman. 


Karena lagi ngidam masakan Jepang dan kebetulan juga lagi laper, so saya pesan beberapa makanan. Sebagai appetizer saya memesan Salmon Carpaccio (72k). Ini pertama kalinya saya makan Carpaccio, basically sih sama aja kayak sashimi cuma kalau carpaccio dikasih saus biasanya campuran lemon dan soy sauce. Jadi rasanya gurih-gurih asam segar gitu. Dan biasanya disajikan dengan salad khas Jepang gitu. Enak sih. 


Terus sebagai mains yang kedua saya memesan Beef Yakiniku (50k) plus gohan alias nasi (18k). Mains disini rata-rata tidak sepaket dengan nasi, cocok buat yang lagi diet tanpa ngebuang-buang makanan. Beef yakinikunya bumbunya enak, tapi sayang slicenya terlalu kecil dan terlalu overcooked, jadi sedikit agak keras. 


Lalu karena kenyang nanggung saya memesan lagi Okonomiyaki (65k). Okonomiyakinya enak, less flour, isian seafood (kani, gurita, udang) nya banyak. Pokoknya setiap gigitan pasti ada toppingnya. Puas banget. Walau sausnya agak asam-asam tapi gak masalah masih mamamable. 

Overall sih puas banget makan di sini, harganya affordable, makanannya lumayan, cocok buat yang males bikin reservasi-reservasian, suasananya juga enak, pelayanannya sigap dan cepat. Ciao!

Hacienda 


Oke mari kita lanjut lagi postingannya, yah beginilah pemirsa akhir-akhir ini saya suka mager banget pengen nulis. Review selanjutnya dari Hacienda, emanglah Bali top banget kalau urusan bikin cafe2 ciamik dan instagramable, apalagi kalau yang berbau2 latino. All out banget. 


Saya ke Hacienda, yang berlokasi si Jl. Petitenget No.7A, Seminyak, kebetulan habis makan jadi kesini buat ngecocktail doang sambil nunggu sunset. Kelebihan Hacienda ini soalnya mereka ada outdoor lounge yang menghadap ke persawahan gitu. Cuma emang gengges kalau kesana sore menjelang malam, banyak nyamuk cinn. Mungkin kalau pengen di outdoor bisa pake lotion anti nyamuk dulu kalo kesini, apalagi yang pakai short atau mini dress. 


Saya memesan Hacienda Signature cocktail bernama Jarrito (110k) yang terdiri dari cointreau, fresh pineapple, orang juice & tamarind. Rasanya enak asem2 seger gitu. Liquornya lumayan terasa tanpa terkesan too much. Kalau dateng sendirian dan mau irit gak usah pesen tapas, karena setiap pembelian minuman bakal dikasih compliment nachos. 

Overall enak sih tempatnya buat kongkow, kalau udah agak malem kayak ada DJnya gitu. Mungkin lain kali bakal mampir buat nyicipin makanan utamanya. 

Warung Eropa 

Sebagai foodbloher dan anak gaul Bali sih saya merasa gagal karena baru sempet cobain Warung Eropa yang berlokasi di Jl. Raya Petitenget, Seminyak ini. Abis tempatnya dari luar kurang menarik sih 😝 #alesan padahal tempat ini (konon) katanya punya bebek goreng yang endes yang gak kalah sama bebek yang suka main di sawah dan kotor2an itu #ifyouknowwhatimean 


Waktu saya kesana sih kayaknya rata-rata pengunjung memesan menu itu, yowes saya ikutan pesen Paket Crispy Duck (98k), seporsi isinya bebek goreng kering, urap, 3 macam sambal dan nasi. Hmm mungkin selera saya dan orang-orang berbeda, saya pribadi gak terkesan dengan bebek yang konon katanya enak itu. Bebeknya sih empuk banget ya tapi agak hambar, gak gurih seperti bebek pak sla**t. Terus 3 macam sambalnya juga gak pedes, bukan sesuatu yang ngebangkitin nafsu makan gitu. Udahlah bebeknya hambar, sambelnya gak pedes, meh aja gitu. Sori buat die hard fansnya Warung Eropa yak, mungkin selera kita aja yang berbeda. Peace ✌️ 

Balik lagi? Nope hehehe 

Bekal Dari Ibu

Siapa bilang jajanan pasar atau kue-kue tradisional Indonesia itu ndeso, kamse, gak keren, dll. Asal dikemas secara premium baik dari segi tampilan maupun store conceptnya, kue yang cuma dilirik sebelah mata bisa jadi jajanan kelas atas yang dilirik bule-bule. Itulah dia Bekal Dari Ibu, cabang dari toko yang sama yang ada di Pacific Place Jakarta. Bekal Dari Ibu cabang Bali berlokasi di Jl. Kunti No.6, Seminyak. 


Dengan didominasi warna hitam dan putih dan interior yang minimalis, toko kue ini jadi berkesan neat dan modern. Tapi tetep enak buat kongkow-kongkow. Cara mereka mendisplay kue-kuenya juga enak dipandang, begitu juga plating ketika disajikan.


Kue-kue yang disajikan lumayan banyak ya variannya, dari semar mendem, lemper, lalampa, panada sampai gorengan biasa seperti tahu isi atau bakwan. 


Yang saya cobain kemarin:

– bakwan, standar sih untuk harga 6ribu yang bener-bener pure sayur doang

– semar mendem, lumayan. Termasuk jajanan langka khas Solo, karena orang-orang familiarnya sama lemper padahal semar mendem termasuk keluarga lemper juga.

– lalampa, enak. Lalampa ini keluarganya lemper juga berasal dari Manado, isinya biasanya pampis (tuna suwir pedas). Lalampa Bekal Ibu lumayan enak, ketannya pulen dan pampisnya lumayan pedas. Sayang menu ini gak selalu ada di toko (pas saya dateng kedua kalinya gak ada)

– pisang coklat oreo, biasa aja. Kulit lumpianya agak alot mungkin karena melempem, piscok itu kan enaknya dimakan anget-anget jadi masih kemremes. Taburan oreonya juga gak kasih efek apa-apa 

– nagasari, lumayan. 

– risol ragout ayam, lumayan tapi standar aja. 

– tahu isi, biasa banget buat harga 6ribu ya sis. Ada udangnya kek sebiji, atau apa kek. 

Kalau makan di tempat jangan lupa minta cengek dan sambel kacang buat temen makan jajanan pasarnya. Untuk minumannya mereka sedia aneka kopi dan teh. 

Balik lagi? Iya! Karena saya cinta makanan Indonesia! Ciao!