Archives

Makan Seafood di Cirebon

Sebagai kota yang terletak di daerah pesisir dan juga dengan maskot udangnya, kayaknya gak lengkap ya berkunjung ke Cirebon tanpa nyobain seafoodnya. Seafood H. Moel yang berlokasi di Jl. Kalibaru Selatan No.39, Cirebon ini adalah yang paling terkenal di sini. Mereka sudah memiliki tiga cabang, tapi kalau mau yang asli bisa dateng ke restonya yang di Kalibaru ini.

Dan inilah yang kami pesaaann…

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Gak lengkap dong ya makan seafood tanpa pesan kerang rebus sebagai appetizer, sekaligus pengen tau saus made in Haji Moel ini seperti apa. Karena indikator sebuah kerang rebus enak atau nggak, selain kesegaran bahan bakunya juga bisa dilihat dari sausnya. Jujur untuk kesegaran bahan baku emang oke banget, tapi untuk sausnya masih jauh dari saus kerang rebus made in Seafood Santa 68 langganan saya di Jakarta. Saus di sini cenderung manis pedas dan tidak ada hint asam dari nenas yang mana umum ditemukan di restoran seafood.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sebagai kota udang kami memesan dua macam, dari seksi kriuk-kriuk kami memesan udang goreng tepung yang mana saya gak sempet cicipin karena udah diserbu secara bar-bar oleh tim blogger. Laper buu :p

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kami juga memesan udang saus tiram, udangnya endol gede-gede dengan rasa manis gurih.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Lalu dari seksi ikan, kami memesan ikan bakar yang menurut saya bumbunya enak sepertinya dimarinasi dan digoreng dulu sebelum dibakar, hanya saja terlalu manis. Enak dimakan bareng sambel terasinya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kami juga memesan ikan tim, kalau kata teman saya mbak @NinaYusab ikannya masih sedikit amis. Yang ini saya nggak nyobain karena emang nggak terlalu suka ikan dimasak basah gini.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Untuk sayurannya kami memesan cah brokoli yang dihidangkan dengan bawang putih goreng segede-gede gaban.

Kesimpulan menurut saya, dari segi kesegaran mungkin oke tapi dari segi rasa not my liking sih karena hampir semua makanannya didominasi rasa manis. Tapi balik lagi soal selera. Ciao!

 

Advertisements

Jajan-Jajan Lucu di Cirebon

Jalan-jalan tanpa wisata kuliner tentu aja gak lengkap dong buat gadisrakus, masih dalam rangkaian agenda #PesonaCirebon nih gadisrakus kasih contekan kuliner apa aja yang wajib dicobain kalau kesini…tangkeeeeepp!

Empal Gentong

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Dari beberapa hari di Cirebon dan mencicipi beberapa tempat, so far gadisrakus paling sreg dengan Empal Gentong Krucuk yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi No. 5, Cirebon. Di sini empal gentongnya lebih berani bumbu jadi nggak terlalu bland, plus pilihan isiannya juga lengkap, bisa daging aja atau campur jeroan (usus, babat, iso, paru). Uniknya kalau mau pedas tidak tersedia sambal cabe tapi bubuk cabe. Sebenarnya ada variasi lain dari empal gentong ini, namanya empal asam hanya saja kuahnya bening dan biasanya dikasih potongan belimbing wuluh. Siapin aja uang antara 15-20ribu untuk menikmati semangkok empal gentong nikmat ini.

Nasi Lengko

nasi lengko

Ini pertama kalinya saya makan nasi lengko, ternyata nasi lengko itu isiannya sederhana banget cuma nasi dengan topping potongan tahu dan tempe goreng, kecambah, timun lalu diguyur saus kacang yang rasanya manis terus ditaburin daun kucai dan bawang goreng. Sebagai pelengkap nasi lengko biasanya dihidangkan dengan sate kambing muda, karena saya gak makan kambing jadi diganti telur asin ajah. Karena termasuk comfort food, makanan ini mudah ditemukan di mana saja. Siapin aja uang `15-20 ribu untuk mencicipi makanan ini.

Tahu Gejrot

tahu gejrot

Mencicipi tahu gejrot di kota asalnya emang mengasyikan, dan juga nambah pengetahuan. Soalnya saya baru tau kalau tahu gejrot yang asli Cirebon itu gak pakai bawang putih, jadi bawang merah, cabe dan gula saja. Tapi selera sih, kalau saya lebih suka yang pakai bawang putih hehehe..

Nasi Bogana

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Nasi bogana sebenarnya bukan kuliner baru buat saya, karena saya sering sekali makan nasi ini di restoran-restoran Indonesia di Jakarta, seperti Remboelan atau Koko Bogana yang endeus banget. Nasi Bogana basically adalah nasi kuning dengan berbagai macam lauk, nah lauknya ini tergantung restorannya sih, ada yang banyak variasi ada juga yang sedikit. Yang ini saya makan di Pawon Bogana, yang berlokasi di dalem Keraton Kacirebonan dan hanya buka sehabis magrib saja. Ayamnya cukup enak, karena ini versi ayam serundeng tapi basah, hanya saja rasa nasi kuningnya terlalu datar.

Sate Sapi

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sate sapi biasanya dihidangkan sebagai lauk nasi lengko atau dimakan sendiri dengan lontong, biasanya sapinya dimarinasi dengan kecap dulu jadi dimakan tanpa saus kacang sudah enak. Di setiap resto yang menjual Empal Gentong bisa dipastikan ada makanan ini. Harga bervariasi antara 25-30ribu.

Nasi Jamblang

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Nah ini dia yang membuat saya kepengen banget ke Cirebon, yaitu makan nasi Jamblang. Jamblang sendiri sebenarnya adalah nama sebuah desa, di desa ini dulunya banyak pekerja yang membawa sangu nasi biar nasinya awet terus dibungkus dengan daun jati. Nasi ini biasa dimakan dengan lauk pilihan yang buanyaaakk banget, sampe bingung mau ambil yang mana, maunya sih ambil semua 😀

Yang saya makan ini di Nasi Jamblang Bu Nur, Jl. Cangkring II No.34, Kejaksan, Cirebon. Saya pilih lauk otak goreng, pepes rajungan, perkedel (ini enak parah! nyesel cuma ambil satu) dan oseng ampas tauco (ini juga enak). Harganya mengikuti lauk yang kita ambil.

Es Duren

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Biasanya saya gak doyan-doyan amat ama duren, tapi duren di Cirebon ini rasanya beda lebih creamy apalagi kalau dibikin es gini. Satu kurang!

Mie Koclok Panjunan

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Tadinya sempet underestimate duluan sama makanan ini pas liat tempatnya yang kecil, tapi begitu dicoba langsung pengen teriak “shaeee makanan apa nih shaeee enak banget!!” Jadi mie koclok ini adalah mie plus toge yang dikoclok (direbus dengan alat kayak saringan dan dikoclok-koclok) disiram kuah putih kental dengan rasa yang sangat gurih, ditaburi cacahan ayam dan telur rebus. Yang ini saya makan di Mie Koclok Panjunan, Jl. Pekarungan No.104, Cirebon. Tips menikmati mie koclok dari saya: nggak usah ditambah sambal atau lada. Buat yang lemah sama makanan gurih, seriously satu porsi aja nggak cukup.

Sate Kalong

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Hah? Apa? Kalong? Paniki? Untungnya bukan, ini sate terbuat dari daging kerbau. Soalnya saya kapok makan paniki di Manado hahaha jadi agak sempet panik juga pas tau namanya sate kalong. Kenapa dinamakan kalong karena sate ini dijual pas malam hari sepertinya menyasar target anak muda basian club hahaha sotoy! Anyway, ini juga pertama kalinya saya makan daging kerbau, cuma yang ini gak terlalu paham rasanya soalnya dagingnya udah dibuat kayak dendeng gitu, rasanya manis. Saya lebih suka sate ototnya lebih gurih dan kenyil-kenyil. Uniknya sate ini dimakan dengan saus kacang yang dicampur dengan dage (oncom). Salahsatu penjualnya ada di sekitar Pasar Kanoman. Siapin aja uang 20-30ribu.

Sambal Asem

brambang asem

Makanan (yang hampir) langka ini dibeli teman saya di Pasar gak jauh dari hotel kami. Sekilas namanya mirip dengan Brambang Asem khas Solo, tapi jangan sedih ingredients dan sambalnya berbeda kok. Sambal asam berisi aneka sayuran rebus (kecipir, toge, bayam, kangkung, ketimun) yang dibanjur dengan sambal terasi. Sekilas rasanya mirip pelecing kangkung tapi dengan rasa terasi yang bold. Ini enak! Nagih!

Semanggen

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Ada lagi ini namanya Semanggen karena bahan baku utamanya adalah daun semanggi. Makanan ini bisa dibilang juga hampir punah, karena gak semua resto menjual menu ini, dan hanya didapatkan secara random dijual tenongan/bakulan. Untungnya saya berkesempatan nyicipin makanan ini, karena pihak penyelenggara #PesonaCirebon khusus mendatangkan langsung bakul semanggen ini, plus tim blogger juga bisa melihat cara pembuatannya. Semanggen ini sekilas mirip urap hanya saja parutan kelapanya tidak berbumbu kalau mau pedas tinggal tambahkan bubuk cabe, lebih sip dimakan dengan kerupuk melarat.

Serabi Ecol

serabi ecol

Makan serabi pakai kinca? Huh! so last year! Di Cirebon, tepatnya di daerah Gunung Jati ada yang namanya Serabi Ecol, yaitu serabi dengan topping kerang dan dimakan dengan sambal oncom yang pedes. Nyumm!

Jajanan Pasar

12923367_10153743175728863_8056453837057634550_n

Terakhir, ada jajanan pasar…..yang saya lupa namanya hiks! Ini sejenis tepung beras dengan gula putih (yg warna putih) dan gula merah (yg warna coklat) dengan taburan santan di atasnya. Bisa didapatkan di pasar-pasar tradisional di sekitaran Cirebon.

Jadi gimana? Kepengen ke Cirebon? Yuk, gadisrakus juga pengen balik lagi!

(Main ke Pasar) – Pasar Kanoman

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Blusukan di pasar buat nyari makanan lokal udah jadi keasikan tersendiri buat gadisrakus. Masih dalam #PesonaCirebon akhirnya saya menemukan makanan-makanan ini yang katanya sih udah hampir punah. Gimana gak punah, kalau di resto-resto besar makanan sederhana ini gak pernah diangkat, plus nyarinya harus blusukan ke pasar. Apa aja sih? Ini diaa..

Doclang

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Dapet rekomendasi dari temen-temen blogger lokal katanya ini khas Cirebon banget. Doclang basically hampir mirip dengan lontong sayur. Tapi beda. Bedanya isiannya terdiri dari lontong, toge dan taburan kelapa parut. Lalu beda yang kedua adalah kuahnya, karena kuahnya tidak menggunakan santan dengan sedikit campuran daun singkong, plus campuran dage (oncom). Biar lebih sip dimakan pakai kerupuk kanji.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Buat saya sekilas makanan ini kayak buntil dikuahin dan dilontongin. Tapi rasanya cukup ringan dan segar. Biasanya doclang ini dikonsumsi di pagi hari, padahal mah kalo saya siang-malem juga oke aja. Seporsi hanya 10ribu saja.

Pepes Kerak Tahu

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Pas denger ini kirain saya salah denger tapi nggak. Pepes ini sama aja sih kayak pepes tahu bedanya yang ini pakai keraknya tahu. Itu loh kalau bikin tahu kan dipress sampai gak ada airnya, terus abis itu dikukus, nah yang lengket-lengket di pancinya nanti itu yang dikerok dan dijadikan pepes. Untuk makanan pasar botok ini endol surendol, dijadiin lauk oke dicemil juga oke. Harga 1ribu perbuah.

Rujak Kanistren

Hah? Apa pulak ini? Tertarik beli karena penataanny yang unik. Kalau biasanya kan rujak buahnya ditata dan baru dibikin kalau ada yang beli, yang ini beda karena rujaknya udah diserut dan ditata menggunung di baskom.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Setelah pesan dan cicipin, hmm..harum dan berbeda banget rasanya gak kayak rujak bebeg/serut yang biasa saya makan. Wah ternyata kuncinya ada di pemilihan mangga. Kata yang jual rujak kanistren itu mangganya harus mangga kweni, walau lagi gak musim sekalipun tetep dibela-belain walau harga jualnya jadi lebih mahal. Ketika diseruput kuahnya kental, manis dan pedas dan ada hint rasa kweninya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Rujak Kanistren sendiri adalah rujak yang biasanya disediakan di acara 7 bulanan. Harganya dibandrol 5ribu per-cup. Hmm..gak usah nunggu hamil 7 bulan dulu buat nyicipin rujak enak ini, yuk ke Pasar Kanoman!

Kalau kamu apa jajajan pasar favoritmu?

Kerajinan Cirebon yang Mendunia

Cirebon tidak bisa dipisahkan dengan kata “batik” seperti hal-nya Jogja. Itu dikarenakan kota penghasil batik ini tidak hanya memproduksi tapi juga mencipatakan motif khas batik pesisir sendiri, yang terkenal dengan nama mega mendung. Tapi ternyata nggak hanya batik lho yang mendunia dari kota ini. Apa aja sih? Yuk intip..

Batik Trusmi

Trusmi sendiri sebenarnya adalah nama desa di daerah Plered, Cirebon sekitar 4 km dari kota Cirebon, lalu kemudian dikenal menjadi pusat kerajinan batik. Saya dan tim blogger berkesempatan mengunjungi salahsatu pengrajin batik di sana, yaitu Ninik Ihsan. Ibu Ninik sendiri adalah generasi kelima dari toko batik yang juga merangkap workshop. Walaupun letaknya agak kedalam dan harganya cukup mahal tapi Batik Ninik Ihsan mendapat tempat tersendiri di hati pelanggannya. Bahkan ada koleksi batik pertama beliau yang dibandrol dengan harga 65juta!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Saya juga sempat mengintip workshopnya yang terletak di belakang rumah utama. Melihat para pengrajin lagi mbatik. Sungguh #PesonaCirebon yang gak ada duanya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kerajinan Kerang Multi Dimensi

Tempat berikutnya adalah kerajinan kerang, siapa sangka barang yang selama ini cuma jadi limbah bisa dibentuk dan dibuat mahakarya ditangan orang yang tepat. Bahkan kualitasnya sudah ekspor.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Memasuki outletnya yang terletak di Astapada, Cirebon seperti masuk ke rumah Raja yang serba lux dan mewah berkilau-kilau. Siapa sangka ini semua cuma terbuat dari kerang! Luar biasa *standing applause*

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sayang saat itu kami tidak bisa melihat langsung proses pengerjaannya. But who cares kalau lihat barang-barang cantiknya ini aja udah bikin nganga terpesona.

Kerajinan Rotan Tegalwangi

Yang terakhir kami mengintip sentra kerajinan rotan di Tegalwangi, Cirebon. Jadi bisnis ini terdiri dari dua kelompok yaitu sub dan home industry. Dengan tagline “rattan for life” diharapkan dengan adanya industri ini maka masyarakat di Tegalwangi bisa mendapatkan kehidupan yang layak.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Di Tegalwangi ini kami mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke rumah-rumah para pengrajin, melihat prosesnya bagaimana menyerut rotan agar halus, membentuk sampai menganyam.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bahkan salahsatu pengusaha di sini bilang beberapa tahun yang lalu beliau sempat mengekspor kerajinan rotannya untuk IKEA. Keren gak tuh!

Makanya cintailah produk dalam negeri, karena gak semuanya buatan dalam negeri itu buruk. Justru bersaing di kancah internasional.

Ada Apa di Cirebon?

Setelah mengunjungi tiga Keraton wajib di Cirebon, biasanya pertanyaannya “udah gini doang ni Cirebon?” Ehh jangan sedih sekarang wisata Cirebon udah berkembang banget, nih gadisrakus kasih contekannya ya..

Astana Gunung Jati

Ini termasuk wisata spiritual sih, tapi gak ada salahnya buat didatengin. Konon katanya pintu masuknya itu lapis 9, dan lapisan tertinggi itu terdapat makam dari Sunan Gunung Jati. Gak semua orang bisa masuk kesana, kalaupun dibuka hanya waktu-waktu tertentu saja.

Baiknya berkunjung kesini malam hari karena adem. Dan jangan kaget kalau mendapati banyak orang tertidur diantara makam-makam pengikut Sunan Gunung Jati, biasanya sih mereka lagi tirakat.

Goa Sunyaragi

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Goa Sunyaragi bisa dibilang wisata yang baru booming karena tempatnya instagram material banget, cocoklah buat anak muda. Terinspirasi dari Goa Hiro di Arab Saudi maka dibangunlah Goa ini, uniknya Goa ini dibuat dengan pecahan batu karang yang berasal dari pantai laut selatan.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Dan di tempat ini juga #FestivalPesonaCirebon dibuka oleh Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya dan Gubernur Jawa Barat Bapak Ahmad Hermansyah pada tanggal 31 Maret 2016. Acara pembukaan ini juga diisi oleh beberapa kesenian daerah yang mewakili budaya Cirebon seperti tarling dan tari topeng.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
#FestivalPesonaCirebon ini adalah acara tahunan dari Kemenpar untuk memajukan pariwisata Cirebon. Kalau tahun ini kamu gak bisa dateng, sempetin di tahun depan ya gaes. It’s worth!

Cirebon Waterland

Udah itu doang? Eh jangan salah Cirebon gak mau kalah dong sama Jakarta yang punya Waterbom, di sini juga ada tapi namanya Cirebon Waterland.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Terletak di Pantai Ade Irma Suryani, Cirebon Waterland ini terdiri dari waterbom, restoran dan juga cottage tepi laut yang cakep banget. Jadi pengen nginep di sana. Harga masuknya juga gak mahal gaes!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Jadi, bisa kali dong short escape nanti ke Cirebon?

3 Keraton di Cirebon yang Harus Dikunjungi

“Wahh akhirnya ke Cirebon juga” itu adalah kata yang pertama kali mampir ke benak gadisrakus waktu dikabari akan berangkat ke Cirebon untuk meliput #FestivalPesonaCirebon . Maklum dari rekomendasi beberapa teman yang suka kuliner, Cirebon is a must visit city.

Nggak cuma diagendakan untuk nyicipin langsung empal gentong atau nasi lengko dari daerah asalnya, gadisrakus berserta beberapa blogger yang diberangkatkan oleh Kemenpar juga diajak mengunjungi tempat-tempat wisata baik yg sifatnya bersejarah, tradisional, religi ataupun hanya leisure. Plus juga mengintip sentra kerajinan UKM yang sudah mendunia.

Yang pertama mau dibahas tempat wisatanya dulu ya. Selama ini orang kalau ke Cirebon pasti cuma ke Keraton aja. Dan yang saya tau cuma Keraton Kanoman aja hehehe maafkaan..ternyata di sini ada 3 Keraton, yaitu Kanoman, Kacirebonan dan Kasepuhan.

Keraton Kanoman

Keraton Kanoman ini letaknya ada di belakang pasar Kanoman, kalau hendak kesini baiknya parkir aja kendaraan di area pasar lalu jalan kaki kesini, karena letaknya agak susah untuk dimasuki kendaraan.

 

gadisrakus

 

 

 

 

 

 

 

Kalau diliat dari bentuk gerbangnya yang banyak terdapat keramik-keramik kecil, gaya arsitektur Keraton ini memang sangat dipengaruhi unsur budaya Cina.

 

Keraton Kacirebonan

 

 

 

Tidak hanya sebagai ruang pamer barang-barang peninggalan Keraton, tempat ini juga dihuni oleh Sultan Cirebon yaitu Pangeran Ibnu Gani Natadiningrat, yaitu Sultan Cirebon periode saat ini. Beruntung ketika kami kesana, beliau dengan senang hati menyambut kami dan berfoto bersama.

Kalau kesini akan ada abdi dalem yang bertindak sebagai tour guide untuk menceritakan sejarah barang-barang peninggalan yang ada di Keraton ini.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan ini nampaknya yang tertua dari tiga Keraton yang saya sebutin tadi, dari segi ruang pamer Keraton ini juga yang terlengkap. Di sini dipamerkan replika kereta kuda dan juga replika lukisan Prabu Siliwangi (yang katanya) 3 dimensi.

Dibelakang bangunan ini terdapat sumur yang airnya bisa berubah menjadi tiga rasa tapi itu semua juga tergantung kondisi tubuh kamu, kalau dalam keadaan sehat airnya berasa hambar, kalau dalam keadaan tidak sehat airnya akan sedikit pahit begitu juga sebaliknya akan terasa agak manis. Konon mencuci muka dengan air ini bisa bikin awet muda, dan banyak juga orang yg berbondong-bondong membawa air suci ini sebagai pelengkap doa.