Archives

Sun Fung Bakut Teh

Waktu kemarin di KL ketemuan sama temen lama dari Couchsurfing, dia ngajakin makan bakut teh yang katanya lumayan terkenal di dekat hotel saya. Karena abis pulang dari Colmar dan belum makan nasi dari pagi (kalau makan yang lain-lain sih udah) yaudah saya oke aja walaupun pas kami pergi udah sekitar jam 9an malam.

Sun Fung Bakut Teh ini beralamat di jl. Radin Bagus No.69, Sri Petaling, Kuala Lumpur. Pas kami kesana lumayan rame, harusnya sih makanannya enak. Kami memesan makanan sharing buat bertiga. Yang pertama kami memesan Pork Belly Soup (RM 13). Bakut soup yang ini lumayan enak, saya biasanya gak terlalu suka yang dibuat berkuah gini karena kadang masih bau amis babi (buat sebagian orang emang suka, tapi saya nggak). Pork bellynya juga empuk banget, kuahnya terasa herbal dan sedikit asin. Enak dan segar apalagi dimakan dengan cabe rawit.

Lalu kami juga memesan Dry Bakut (RM 39), bakut yang ini dimasak sampai caramelized gitu, ada okranya juga. Enak sih gurih-gurih gitu. Yang bikin ganggu karena isiannya dicampur jeroan (usus&ginjal).

Total kerusakan termasuk 3 nasi putih dan teh (tehnya kayaknya refill) adalah sebesar RM63. Not bad. Ciao!

Advertisements

VCR Coffee

Gak lengkap berkunjung ke suatu negara tanpa mencicipi kopi lokalnya. Gak ngerti juga sejak kapan saya begitu tergila-gila dengan kopi, even not expert at it.

Kalau ngomongin coffee scene di Kuala Lumpur, mostly everyone refers to this place. Bahkan driver grab saya. Dia bahkan kaget ketika tau, saya, yang notabene turis ini tau tempat tsb. Karena katanya sih yang tau-tau cuma orang lokal aja. Berlokasi di Jl. Galloway 2, Bukit Bintang sebenernya lokasinya bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari hotel saya di dekat Fahrenheit, tapi karena saya pemalas jadilah pakai grab hahhaa..

Tempatnya cukup comfy, gak terlalu kekinian sih cuma cukup okelah. Waktu saya datang lumayan rame ya oleh orang lokal dan beberapa expat. Saya memesan Cappucino (RM12) dan juga sarapan Avocado Toast (RM 24). Cappucino di sini cukup enak, coffeenya light. Oiya grab driver saya ternyata adalah mantan barista di tempat ini, dia bilang kopinya pakai kopi Ethiopia yang memang cenderung light seperti teh. But no problemo. Avocado toast saya ala-ala Aussie style banget. Kami di Aussie biasa makan dengan toast dengan mashed avocado (dan keju&tomat). Enak kok, cuma biji ketumbar yang entah buat hiasan doang atau penambah rasa itu sedikit agak ganggu sih. Mashed avocado sebaiknya gak terlalu dikasih banyak bumbu, suami kalau bikin hanya dikasih sedikit salt&pepper. Di atas toast dikasih taburan biji pome dan juga telur 3/4 matang. Enak, simple dan bikin kenyang.

Kalau lagi di KL dan pengen ngopi, tempat ini bisa kamu jadiin pilihan. Ciao!

Nana’s Green Tea

Kesini sebenernya nggak sengaja sih karena tadinya mau nyari DC Cafe itu loh cafe yang terinspirasi ama komik-komik superhero DC, cuma kok ya gak nemu-nemu. Karena udah capek ya sekalian aja melipir kemari. Karena uda makan jadi saya cuma pesan dessert aja. Nana’s Green Tea ini kalau gak salah pusatnya di Singapura, dan ada beberapa cabangnya di KL. Yang saya makan di Pavillion Mall lt.6, Bukit Bintang.

Sesuai dengan namanya di sini jualannya everything green tea, ada juga makanan utamanya yang bertema Jepang seperti curry dan ramen. Kemarin saya hanya memesan Shiratama Zenzai with Matcha Green Tea (RM 12,50) yaitu bubur kacang merah yang dicampur dengan kacang-kacangan entah apa terus diguyur dengan saus green tea. Rasanya agak manis seperti bubur ketan hitam hanya saja sedikit encer, terus ada semacam tambahan mochi yang rasanya plain. Menu ini bisa request mau hot atau cold served. Menurut saya sih biasa aja rasanya.

Untuk minumannya saya memesan Matcha Float (RM 16,10), ini adalah matcha latte dengan es krim matcha diatasnya. Rasa matchanya cukup terasa dan kental plus gak terlalu manis. Saya sih suka.

Kalau suka matcha-matcha-an tempat ini mungkin tepat buat kamu. Di sini juga ada menu take away yang bisa kamu pesan. Ciao!

Hutong Lot 10

Hii Gadisrakus is back! Mumpung dapet free wifi di bis menuju Belgia, dan nggak ngapa-ngapain juga. Jadi saya cicil review liburan singkat kemarin di KL yah. Biar ga pusing kebanyakan materi hahaha

Yang pertama datang dari Hutong Lot 10. Ini lokasinya ada di Mall Lot 10 di Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Kalau bingung mau makan dimana udah paling bener kesini, karena ini bentuknya kayak foodcourt gitu. Dan jual chinese food semua. Halal dan non halal semua ada. Sistemnya langsung order dan bayar di hawker yang kamu inginkan. Ini saya pesan di satu-satunya kedai (kayaknya) yang jual roasted pork. Saya pesan bersama mie seharga RM 14,5. Mienya lumayan enak (walau gak suka sama jenis mie-nya yang kecil-kecil) apalagi babinya behh..mantap 👍🏼 harga makanan di foodcourt ini standar aja kok, ga mahal banget. Ciao!

Jajan-Jajan Lucu di Penang

   
 Sebagai kota favorit saya di Malaysia, ini udah kali kedua gadisrakus menginjakan kaki di Penang. Sekalian wisata kuliner, sekalian juga mengunjungi teman lama saya yang memang tinggal di sini. 

Karena pas saya kesana bertepatan dengan Imlek jadi saya gak terlalu banyak jajan. Karena kata teman saya, di Malaysia itu libur Imlek bisa sampai 3 hari (public holiday) sebelum, selama dan sesudah Imlek. Gak heran karena populasi Chinese menempati urutan kedua di negara ini. Termasuk teman saya Kla Hooi.

  
And here were the recap..

  
Nemuin es krim Walls Kitkat Greentea ini di 7-11 seharga RM 3. Buat penyuka greentea dan kitkat es krim ini boleh banget dicobain. Saya sempet ngeliat ke freezer mereka juga jual es krim Milo cuma sayang gak sempet beli.

  
Teh Halia favorit saya rupanya masih jualan. Gak menyia-nyialan saya pun menikmati es teh halia sepulang makan dari Sri Ananda Bahwan. Harganya udah naik jadi sekitar RM 4.

  
Pas ketemuan sama Kla saya diajak ke foodcourt tepi laut di daerah Padang Kota. Tempatnya ya mirip-mirip Gurney Drive gitu deh. Di sana saya nyobain Pasembur alias rujak India karena yg biasa jualan ginian orang keturunan India. Cara ordernya kita pilih gorengan yang tersedia ada macem-macem, saya kemarin pilih cucur udang (sejenis bakwan) dan fish cake, terus mereka akan goreng ulang, ditaburin serutan ketimun dan saus. Sausnya mirip saus kacang tapi lebih manis. Harganya dipatok berdasarkan item yang dipilih kalau saya kemarin kena sekitar RM 6. Dari segi rasa cukup unik, sayang sausnya terlalu manis dan gak disediakan saus sambal.

  
Masih di tempat yang sama tapi stall yang berbeda saya memesan Coconut Milkshake (RM 3) air kelapa yang diblend dengan susu dan dikasih satu scoop es krim kelapa. Minuman ini kayaknya lumayan terkenal karena stallnya gak cuman satu. 

  
Yang terakhir Pork Noodle Soup (RM 4.5) di chinese hawker pinggir Lebuh Chulia. Biar dipinggir jalan tapi ngantrinya bikin kesyel, untung Pork chasio dan wantannya bikin nagih.

Yaudah segitu aja rekapnya besok-besok kalo beli tiket liat kalender dulu deh biar gak zonk 😀

Thali

Emang salah bener kalo ke Malaysia (atau Penang pada khususnya) pas deket-deket Imlek. Soalnya chinese hawkers kebanyakan pada tutup, yang buka resto India. Seperti motto gadisrakus “if life gives you lemon, add tequila and cheers!” Alias yaudah nikmatin aja. Paling nggak perbendaharaan resto India yang pernah saya cicipin semakin banyak, karena saya suka banget masakan India.

  
 Direkomendasiin sama temen katanya enak dan lebih murah ketimbang Sri Ananda Bahwan. Yowes jajal! Seperti namanya resto ini spesialisasinya di Thali. Thali itu sejenis set menu biasanya berupa roti (canai, naan atau chapati), dengan lauk kari (ayam/kambing), berbagai macam chutney dan raita. Dosai juga bisa dikelompokkan kedalam jenis ini. Tapi kalau mau makan nasi dan lauk pauk di sini juga tersedia. 

  
Karena laper berat saya memesan nasi (RM 2) dan chicken varuval (RM 6.5). Iya sih pantes murah karena porsinya juga lebih kecil dari yang ada di Sri Ananda Bahwan. Untuk rasa yang ini lebih pedas dan lebih mlekoh rempahnya. Untuk keseluruhan rasa saya lebih suka Sri Ananda karena lebih light dan terasa santannya sekilas kayak makan rendang kering tapi dengan bumbu yang lebih kompleks *cailah*

  
Sebagai dessert (mereka ada etalase dessert dan aneka snack India di dekat pintu masuk), saya memilih Jalebi (RM 1,5 each). Dan seperti biasa manisnya bikin diabetes seketika. Entah kenapa saya perhatiin Jalebi di resto India di Jakarta manisnya lebih sopan, terutama yang saya pernah makan di Royal Kitchen (pernah saya ulas juga di blog ini). 

Total kerusakan termasuk teh susu RM 10 lebih dikit. Makanannya lumayan aja dan murah. Ciao!

China House

Another incoincidence nemu coffee shop yang lagi heits di Penang, yaitu China House yang berlokasi di 153 Lebuh Pantai, Georgetown, Penang. Sewaktu saya randomly muter-muter hunting mural di Armenian Street. 

  
Sebenernya China House ini terdiri dari beberapa cafe/resto/wine house. Lucunya lewat depan atau belakang akan ketemu cafe yang berbeda walaupun dalemnya nyambung. Secara siang itu yang udah buka cuma coffee shopnya jadilah jajal. Tempatnya vintage dan artsy banget. Ada outdoornya juga dengan taman yang adem.

   
 Selain makanan berat mereka juga jualan cake-cake yang mouthwatering banget sebagai teman minum kopi. Kalau di cafe lain paling banyak kalian bisa ketemu 10 jenis, disini? Lebih dari 15 jenis cakes dari yg savory sampe full coklat! 

  
Saya memesan Flat White RM10 sebagai penyuka kopi, flat white-nya lumayan enak. Ada hint acidnya tapi gak terlalu strong. 

Karena saya ada janji makan sama teman lama, saya hanya memesan Lamington (RM6). Lamington ini kue tradisional Australia, berupa sponge cake ditutup coklat dan ditaburi parutan kelapa. Enak dan nggak terlalu manis. Potongannya juga pas nggak gede dan gak kekecilan. Pas buat ngopi cantik. 

Definitely come back kalau ke Penang lagi 🙂