Archives

Spice Alley – Sydney

Two weeks ago i met my ex college friend who been living here for 7 years, we used to meet when she’s not busy. She recommend me this place which situated in Kensington street, Chippendale, Sydney (just across the Concrete Jungle i’ve reviewed before). So Spice Alley is basically like a foodcourt but the stalls mostly sell out Asian street food. It has wide varieties of food, from Melayu/Peranakan to Korean food, from Thai food to Japanese food. Even it’s not really authentic anyway, but it’s best place if you craving some Asian food but cant decide where to go. 


Cause we gonna try another place, so me and my friend just order lunch from Alex Kitchen. They sells peranakan food ( Malaysia/Singapore dishes). I was ordered Nasi Rendang ($14) for that price beef rendang is given generously. Beef is succulent and chewyable. Even they cooked rendang in Malaysian style (Indonesia has similar rendang but the spices are different), but it has strong flavor and very delish. 


While my friend was ordered Roti Canai ($7) it’s Indian bread served with curry. She actually also ordered fried kwetiao from stall next door but i forgot to take picture. 

Next time i’m gonna re-visit and explore other stalls. Ciao! 

Advertisements

Illnara Korean BBQ – Wollongong


Hola! I’m back at Straya and as usual when here the reviews will be in English. First review is one of (or probably one and only) Korean Restaurant in Wollongong. I never found Korean resto during my stay in here unlike Japanese or any other Asian restos. Illnara itself located in 159 Crown Street, Wollongong not far from Wollongong Central. 


This newly open provide BBQ Korean, any kind of noodles (such Jajangmyeon or Ramyeun) and also Chic-Mac (it’s typically Korean fried chicken for beer companion). They also serve banchan at no cost and refillable.


Cause me and hubby looking for lunch so we decide to order B Package Korean BBQ which cost us $53 and this package consist of pork ribs, pork belly and marinated pork steak. These stuff came with a bucket of green stuff and 2 bowls of rice for companion. Like in other Korean BBQ resto we can grill our meats by ourselves as on tables they provide grilling stove.


Overall the meats were good as we grilled our meats so we can measure how cook and juicy the meats we want. If i’m craving for Korean bbq at least i know where to go. Ciao! 

OJJU K-Food

Sekian bulan ninggalin Indo banyak ketinggalan nih makanan yang lagi heits, salahsatunya sama demam si ayam keju ala Korea ini. Sebagai (yang ngakunya) food bloher Gadisrakus gak boleh ketinggalan dong. Setau saya Ojju sekarang ada 2 cabang yang di Kota Kasablanka (lama) dan Gandaria City (baru). Karena lebih dekat sama rumah lalu saya dan kedua teman nyobain yang di Kota Kasablanka. Seperti restoran hits lainnya, saya sampai sana langsung dapat antrian 155 dimana nomor yang dipanggil baru 94, jadi yah lumayan sesuatu ya nunggu sampe hampir 3 jam demi menuntaskan rasa penasaran. 


Yang dijual di resto ini andalannya iga/ayam balut keju. Selain itu juga ada makanan Korea2 lainnya sih seperti budae jigae, ttoboki dll. Sebagai pembuka kami memesan teobokki (42k), teobokki ini adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung beras jadi teksturnya kenyil-kenyil dan biasanya di Korea sana makanan ini termasuk streetfood. Anyway sebelum ini beberapa kali saya sempet nyicipin teobokki di beberapa restoran berbeda dengan kesimpulan yang sama “gak suka!”. Tapi entah disini teobokkinya enak banget, saus gochujangnya gak terlalu manis, justru cenderung manis gurih pedas. Dengan tambahan fish cake dan telur makin enak deh. Kalau masih mau pesan yang lain sebaiknya pesen teobokkinya satu buat rame2 aja, biar gak kenyang duluan. 


Lalu gongnya kami memesan 2 porsi Chicken Wings (99k), biasalah moto saya dan temen2 saya itu “lebih baik pesen lebih daripada kekurangan” yang mana ternyata banyak banget! Karena satu sayap sebelum digulung dengan mozarella dibagi 2 gitu, dan ayamnya juga lumayan gede-gede. Ayamnya sendiri disajikan dengan fries (yang cuma beberapa biji, entah apa maksudnya), mozarella, pipilan jagung (yang gak tay juga maksudnya buat apaan) dan potongan jalapenos, lalu ayam tersebut dipotong-potong dan dipanaskan di kompor sampai keju meleleh abis itu digulung-gulung deh. Terus terang dari segi rasa ayam gorengnya seperti ayam tepung biasa yang dibalur bumbu Korea pedas manis macam BonChon atau KyoChon, pedasnya ada level2nya kami memesan yang spicy dan fiery spicy yang keduanya menurut kita sih gak pedes 😅 Terus mozarellanya juga gak nambah rasa apa-apa selain rasa eneg dan cepet kenyang 😅 Jadi overall menurut kita sebenernya sih OJJU too overrared, gak sebanding sama ngantri yang hampir 3 jam imho 

Tapi kalau masih pengen coba, cuss lah..ciao! 

Illua Korean Resto


Kemarin diajakin temen jajal resto Korea baru di Jl. Wahid Hasyim, Sarinah namanya Illua. Gegaranya temen saya pernah liat di snapchatnya Dian Sastro katanya enak, yaudah jajal deh. Restonya ya kayak resto Korea pada umumnya yang bernuansa kayu-kayu tradisional gitu. Tempatnya juga gak terlalu gede tapi cukup okelah kalau mau bikin gathering gitu. 


Karena saya mau makan di tempat lain (alasannya gini terus ya, padahal maruk aja sih), saya cuma pesan Kim Chi Jji Gae (78k) yang sudah termasuk nasi. Dagingnya bisa pilih pork/sapi. Ya rasanya kayak Jji Gae pada umumnya sih pedas (dikit), agak asam karena ada kimchinya, kuahnya kental banget enak. Sayang isiannya dikit banget lebih banyak kimchinya ketimbang daging dan tahunya. 

Total kerusakan termasuk Peach Tea (33k) dan pajak sebesar 134k. Ya standar Korean resto lah. Anyway kalo kesini dan mau irit jangan pesen minum dulu, nih pelayannya menjebak banget sih baru diinfokan kalau kami dapet free ocha setelah selesai pesan makan dan minum, padahal ngasinya juga seteko bukan segelas. Kayaknya sengaja biar kita pesen minum juga. 

Jjang Korean Noodle & Grill

Beberapa hari yang lalu tetiba gadisrakus ngidam banget sama masakan Korea, jjajangmyeon. Karena lagi ada urusan di daerah Santa jadilah cari yang deket-deket aja, sebenernya daerah Santa-Senopati biasa dibilang Little Korea-nya Jakarta pilihan resto Korea dari yang moderate sampai yang harganya bikin kantong bolong pun ada. Tapi kemarin gadisrakus pilih Jjang Korean Noodle & Grill yang berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi No.39, Jakarta Selatan. Dengan alasan harga yg terjangkau dan banyak review positifnya di zomato.

  

Resto ini terletak di lantai 2 Kambing Cairo, masih sederetan sama Holy Smokes yang tempo hari saya cicipin juga. Sesuai dengan namanya menu yang ditawarkan gak terlalu luas, cuma ada varian mie-mie an dan bbq.

  
Karena ngidam jjangmyeon maka saya memesan makanan tsb dan juga kimbab. Sebelum makan datang saya dikasih sebotol kimchi sebagai banchannya. Cukup unik juga sih karena dikemas dalam botol gini. Rasanya terlalu asam dari kimchi2 lain yang pernah saya cicipin. Tapi ya abis juga sih hehehe

  

Gak lama kimbab (45k) saya datang. Bisa dibilang kimbab adalah korean versionnya sushi roll. Biasanya isinya daging dan sayuran. Kimbab saya dihidangkan dengan saus merah yang rasanya agak asam. Kimbabnya cukup enak dan mengenyangkan. 

   
 

Lalu terakhir dateng Jjajangmyeon (55k), ini mi jajang ((MI JAJANG)) kedua saya, duluuu banget pernah makan versi haramnya di Tohdam (pernah saya review juga diubek2 sendiri ya). Oiya disini resto Korea-nya syariah ya alias gak pakai pork jadi aman buat yang muslim. Mi jajang ini basically mi dengan pasta kacang hitam yang dicampur dengan daging, bawang bombay dan lobak. Mungkin karena gak pakai pork/lard ya jadi rasanya gak terlalu gurih seperti yg saya makan di Tohdam. Porsinya juga gak terlalu besar. 

Yang lagi nyari ramyun khas Korea tempat ini bisa dijadikan pilihan. Dan yang pastinya halal buat teman-teman muslim. Ciao! 

Chung Gi Wa

First timer nyobain Chung Gi Wa, katanya sih lebih enak yang di Wijaya tapi karena kemarin lagi beredarnya di Gandaria City pe-er bener yak kudu ke Wijaya. Dari segi interior restonya tradisional Korea banget. Kemarin karena rame-rame jadi pesennya yang bebakaran, disamping karena lagi pengen babi-babian aja. Oh iya buat yang non muslim ini non halal yak tapi kalau kepengen banget ya silahkan aja.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Sebagai permulaan ada banchan alias side dish dapet 6 jenis. Banyaknya jenis tergantung kemurahan hati tiap-tiap resto. Dari 6 jenis yang dikasih resto ini paling favorit sama kimchi dan fish cake yang dimasak manis2 gurih, ampe refill berkali-kali, dimakanin pake nasi aja udah enak banget. Oiya dan biasanya banchan ini hratis yakk jadi puas2in aja refill.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Buat nemenin si bebakarannya kami semua memesan nasi @ 15k, nasinya enak banget pulen dan lengket-lengket tapi gak benyek. Jadi nggak susah disumpit, apalagi sumpitnya orang Korea kan yang dari besi dan kecil gitu. Buat cocolannya kita masing-masing dikasih kuah yang dalemnya ada bawang bombay-nya rasanya manis gurih, sambel entah apaan, bubuk entah apaan dan garem.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Pesenan pertama adalah Yang Yum Gui 87k alias marinated pork ribs. Karena udah dibumbuin abis dibakar bisa langsung dimakan tanpa dicocol ke kuahnya. Ini enak, empuk.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Yang kedua ada Samgyopsal 87k alias pork belly skin off. Ada yang versi skin on juga tapi selain babi guling saya paling males makan kulit babi untung yang lain setuju. Btw dengan harga segitu ternyata cuma dapet 2 potongan gede sih, terus ntar bisa minta dipotong2in sama mbaknya. Saya sih kurang suka pork belly soalnya alot. Harusnya sih lembut ya, secara tuna belly dan salmon belly tuh lumer banget di mulut. Mungkin nih perutnya kenceng kebanyakan sit up *halah*

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Buat variasi kita pesen daging sapinya juga Usamgyol 120k alias brisket (entah bagian apa itu) yang jelas lemaknya banyak. Total kerusakan termasuk pajak 417k. Alhamdulilahh ya sesuatu makannya pas tanggal tua lagi belom gajian 😀

Chung Gi Wa

Gandaria City LG Floor

Jl. Sultan Iskandar Muda 

Jakarta Selatan

Sam Won House

Jumat minggu lalu saya dan geng rakus  (@octyadu dan @woronduty) kembali menancapkan kuku di belantika dunia kuliner setelah vakum sebulan gegara neng Octya sibuk nyiapin kawinan adiknya. Tempat yang kita pilih adalah Sam Won House, yang terletak di Setiabudi One. Sebenernya resto ini ada banyak cabangnya, tapi kita pilih yang ditengah-tengah biar adil.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan voucher yang kami beli di livingsocial seharga 240k untuk pembelian seharga 400k jadilah kami merangkak ke Kuningan yang macetnya amit-amit kalo hari Jumat malam. Btw, saya ada pengalaman buruk disini, entah karena kami memakai voucher atau gimana, pelayanan disana lelet banget, bahkan saya harus memanggil berkali-kali pelayan cuma untuk minta diambilin ocha. Beberapa pelayan terkesan acuh atau pura-pura nggak denger, bahkan saya harus sedikit agak membentak pas saya liat satu pelayan yang saya udah bolak balik minta minum, malah ngelayanin meja sebelah duluan. Maksud saya, logikanya kalau memang pengunjung yang membayar full harus didahulukan ketimbang yang pakai voucher, kenapa juga tu resto jualan voucher? cuma mau ngeruk keuntungan aja?! Keluhan ini saya langsung tweet ke official twitternya @samwonhouse dan bagusnya dalam waktu 1×24 jam langsung ditanggepin, sebenernya saya nyimpen nama satu orang pelayan yg nyuekin saya, tapi yaudahlah saya kan orangnya baik, gak mau matiin rejeki orang walaupun dibuat kesel.

Btw, udahan ya ngomelnya, back to business, malam itu kami memesan:

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Dak Myong Tuegim 45k untuk appetizer, ini adalah ayam goreng tepung yang dikasih bumbu khas Korea gitu, ya macam Bonchon gitulah. Rasanya standar aja, agak pedas dan manis.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Dolsot Bimbimbab 65k ini pesenannya @octyadu yang mana dia cuma ngaduk-ngaduk doang tapi nggak diabisin, kalau menurut saya yang ikut nyicipin sih rasanya agak hambar walau udah dicampur dengan sausnya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini pesenannya @woronduty Kunjung Jeongol 75k, sejenis sup seafood pedas. Tapi menurut saya kuah pedasnya cukup soft walaupun penampakannya merah menyala gitu.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini pesenan saya dan sekaligus yang paling mahal (maap ya ceman-ceman :p) Sogogi Bokkeum 95k dan nasi 8k (maklum belom jadi orang Indonesia kalo nggak pake nasi :p). Sogoginya mirip bulgogi, dengan campuran paprika, wortel dan taburan wijen. Rasanya agak manis, bukan tipe saya. Alhasil saya nyerah ngabisinnya, karena manisnya lebih dominan ketimbang rasa lainnya.

Untuk minum selain mendapat free ocha, kami juga memesan ice lemon tea @15k.

Btw, disini banchannya banyak lhoo..dan favorit saya tetep kimchinya, karena kimchinya enak, rasa asam dan pedasnya balance.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan total kerusakan kita pada malam itu adalah..

 

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com