Archives

Menjemput Impian ke Eropa

Source: dutchnews.nl

Eropa, nama itu beberapa tahun yang lalu cuma impian yang kayaknya gak mungkin kecapai. Tapi tetep sih saya masukin ke salahsatu bucket list benua yang saya pengen kunjungin sebelum meninggal. Berbekal rejeki nomplok dari pak suami (ehm…thanks hubby!) akhirnya saya nekat langsung beli tiket pesawat ke Amsterdam walaupun belum tau visanya bakal approve atau nggak! Iya, saya emang risk taker gitu anaknya. Saya beli tiketnya awal Januari tahun ini KLM Kuala Lumpur-Amsterdam seharga AU$1089 (saya beli di travel agent Flight Center di Wollongong, Australia), yang mana artinya saya hanya punya waktu 10 bulan untuk mempersiapkan tetek bengek untuk pendukung visa. 

Sempet ngeri visa ga granted karena kondisi saya yang rada unik:

– murni IRT alias pengangguran alias gak kerja. Ada sih kerjaan dari blogging tapi ya tetep gak sering dan nilainya gak banyak. Jadi yah itung aja saya murni IRT

– menikah dengan WNA (Australia) tapi belum bikin spouse visa alias tempat tinggal sana-sini dengan visitor visa 

– walau tinggal sana-sini tapi rekening saya pakai bank Aussie. Yang mana saya pernah baca salahsatu post member di traveling forum yang saya ikutin di FB yang kebetulan dia anak WHV di Aussie dan mau ngajuin Schengen, rekeningnya dipermasalahkan karena rekening bank asing (dan tidak buka di Indo). 

Dengan kondisi unik tsb akhirnya ngebuat saya jadi banyak baca, cari referensi sebanyak-banyaknya tentang pengurusan visa Schengen ini. Khususnya buat ibu rumah tangga (kebanyakan post yang saya temui adalah buat orang bekerja dan wiraswasta). Jadi buat yang kasusnya rada mirip sama saya, nih saya jabarin ya dokumen apa aja yang harus disubmit:

– Print kertas appointment ~ bikin appointment dulu tanggal dan jam yang diinginkan di website masing-masing kedutaan yang mau dituju, kalau sudah appointment yang dikirim ke email diprint. Tips: buat appointment minimal 2 bulan sebelum tanggal janji temu terutama kalau ingin apply di VFS Netherlands yang selalu full

– Formulir visa ~ bisa search dan diunduh di google. Cara pengisiannya bisa dilihat di blog Winny Marlina. Thanks Win! 

– Pas foto 3,5×4,5 ~ ada kasus applicant yang disuruh foto ulang kalau fotonya gak sesuai. Saya sih dapet referensi beberapa studio foto yang bisa bikinin foto visa, gak seperti pas urus visa Jepang yang bikin di Adorama, kali ini saya bikin di studio Fuji Film di Mall Ambassador (sebelah All Fresh) tinggal sebut aja mau visa apa fotografernya udah tau kok. Bayar 60k bisa ditunggu kurang dari 1 jam dapat 4 lembar+CD softcopy

– Paspor lama dan baru, asli dan fotokopian

– KTP, KK, Akta Lahir, Akta Nikah ~ ditranslate ke bahasa Inggris/Belanda, gak perlu pakai sworn translator tapi karena saya mungkin butuh buat urus spouse visa tahun depan jadi saya pakai jasa sworn translator yang ada di VFS Kuningan City, bayarnya 175ribu/lembar. Untuk akta nikah saya gak translate karena sudah dwi bahasa. Jangan lupa bawa fotokopian yang berbahasa Indonesianya juga ya. Tips: buat yang mau pakai sworn translator, jangan lupa nomor registrasi di tiap-tiap terjemahan dicatat yah jadi in case butuh lagi gak usah terjemah ulang tapi cukup sebut nomor registrasinya aja dan mereka akan cetak+legalisir dan hanya bayar 50ribu aja. 

– Itinerary ~ kalau diketerangannya sih rencana perjalanan bisa berupa reservasi tiket. Kalau yang ini saya melampirkan tiket KLM saya Kul-Ams-Kul dan tiket AirAsia pp Jk-Kul-Jkt. Note: kedutaan Belanda tidak menyarankan untuk membayar reservasi tiketnya duluan alias boleh pakai tiket dummy. Cuma kalau saya mikirnya, tiket yang fully paid harusnya bisa jadi consideration mereka kasih visa karena sudah fix akan pulang lagi ke Indonesia. 

– Asuransi perjalanan ~ tadinya baca di blognya Winny Marlina tertarik pengen pakai ACA karena lebih murah tapi rada ribet harus bank transfer segala. Secara saya gak punya rekening bank Indo, akhirnya saya beli AXA Smart Traveller di boothnya di VFS Kuningan City sekalian masukin dokumen terjemahan. Pembayarannya bisa dengan cc, debit atau cash. 

– Bukti reservasi hotel ~ yang ini juga gak harus dibayar dulu kok, bikin aja dummy yang bisa free cancellation. Tips: salahsatu pertimbangan Schengen di approve atau nggak itu bukti bookingan hotelnya gak boleh bolong-bolong. In case bisa siapin tiket antar negaranya sih gak masalah, tapi setau saya tiket antar negara itu non refundable kalau visa ditolak. Jadi agak riskan. So mending bikin bookingannya aja yang jangan bolong. Contoh: di amsterdam 1-5, brussels 5-8, paris 8-12 dst gitu. Kalau kamu bookingnya amsterdam 1-5, brussel 6-8 biasanya antara tanggal 5 dan 6 akan timbul pertanyaan kamu nginep dimana. 

– Itinerary ~ selain bukti reservasi hotel saya juga sertakan itinerary kasar dan budget plan, apa yang saya mau lakuin disana, tinggal dimana, berapa lama, ongkosnya berapa, tiap-tiap negara. Ini usahakan dibikin sama seperti reservasi hotelnya yah. Saya juga bikin budget plan, biar mereka tau kalau jumlah tabungan sekian make sense dengan pengeluarannya. Tapi kalau gak mau repot bikin juga gpp, kalau saya emang orangnya detail banget. Oiya, itinerary ini saya banyak contek dari blognya Winny Marlina, thanks Win! 

– Untuk menjamin kita balik lagi ke negara asal, buat IRT yang gak kerja kayak saya pilihannya cuma 2, yaitu:

  • Surat ijin dari suami dalam bahasa Inggris, di sini harus distate bahwa suami mengijinkan kita pergi dari tanggal berapa sampai tanggal berapa, dengan pesawat apa. Dan menjamin kita gak cari kerja ilegal disana dan bakal balik lagi ke negara asal. Sebagai tambahan suami juga state bahwa saya akan pergi ke Eropa sendirian seperti trip-trip saya yang lain (saya mah emang gitu, biar uda double tetep lebih suka pergi sendokiran 😁) . Saya juga sertakan nomor telpon suami yang bisa dihubungi in case Kedutaan gak percaya dan pengen cek ke suami saya kalau bener istrinya pergi uda ijin bukan minggat 😝 Buat dokumen pendukung suami     saya menyertakan pasport dan payslips (sebagai pernyataan sumber keuangan, jadi gak perlu minta surat keterangan kerja ke perusahaannya, kebetulan suami selalu dapat payslips tiap gajian)
  • Sertifikat rumah/tanah ~ di lembar checklistnya sih dibilangnya imovable property certificate. Yang ini saya terjemahkan dengan sworn translator juga. Jangan lupa bawa fotokopinya yang berbahasa Indonesia ya..

– Rekening koran 3 bulan terakhir & Bank Reference ~ Kemarin saya hanya menyertakan bank statements dan bank reference yang saya download melalui ebanking dan tidak pakai cap resmi banknya! Padahal yang saya baca-baca bank reference harus asli dan ada cap. Jadi kemarin itu karena saya udah di Indonesia sejak Juni (yang mana baru mau lodge visa di bulan Oktober) jadi saya gak sempat bikin bank reference langsung ke bank Commonwealth di Wollongong. Saya sudah mencoba menghubungi orang banknya langsung melalui twitter dan jawabannya adalah suami saya disuruh coba datang ke Combank Wollongong. Pas suami saya kesana dibilang ama staffnya kalau pembuatan bank reference tidak bisa diwakilkan even oleh spouse (walaupun on behalf dan pakai surat kuasa dari saya). Terus saya sempat panik dan mengirimkan email ke VFS Netherlands mengenai hal tsb, kata mereka gpp kalau memang gak ada. Karena yang mereka butuh liat itu, saldo akhir, cash flow yang stabil, nama pemilik rekening, nomor rekening dan alamat. Berbekal email dari salahsatu staf VFS itu jadi saya hanya download yang ada aja dari ebanking. 

– Sebagai bukti pendukung bank statements, saya menyertakan surat keterangan dari Dept Housing Wollongong bahwa alamat saya di rekening Bank ikut domisili suami selama di Aussie. 

– Untuk dokumen pendukung lainnya saya menyertakan tiket Flixbus Paris-Dusseldorf dan Dusseldorf-Amsterdam yang udah dibayar. Kebetulan waktu itu lagi baca-baca forum travel di FB terus nemu salahsatu member yang lagi jual voucher sisa Flixbusnya yang gak terpakai €25/pcs untuk rute bebas, jauh-dekat. Saya pikir sih lumayan karena untuk rute saya yang diatas harga per-rutenya sekitar €29-€32. Jadi ya udah saya sikat aja, padahal visa aja belum yakin diapprove πŸ˜…

Di tanggal appointment yang saya inginkan, yaitu 11 Oktober 2017 jam 1.15pm saya menaruh berkas-berkas tersebut dan membayar sekitar 1,380k. Setelah dokumen selesai dicheck, lalu saya melakukan biometri (sidik jari) dan disuruh tunggu 15 hari kerja. Tapi kenyataannya dalam waktu 7 hari kalender aja visa saya sudah keluar. Sempet deg-degan bakal ditolak karena tabungan saya gak nyampe 50juta kayak orang-orang, tapi ternyata…….GRANTED cyiiiinnn! Puji Tuhan! πŸ™πŸ»

So tinggal nunggu bulan depan aja nih dan saya siap untuk memulai petualangan yang baru. Europe, i’m komeeeengg! Uhuuuyyy! 

Advertisements

4 Budget Boutique Hotels Review in Jogja

Hi guys! Greetings from Jogja! This time I would like to give you recommedation four stylish boutique hotel to stay in Jogjakarta. Since my blog 3/4 about food and the rest is about travel (cause for me food and travel is one package) so i hope this post not confused you. As i also a backpacker (and cheapskate as well lol) so these recommendations wouldnt abuse your  wallet. I deliberately booked same class to make comparison apple-to-apple. And those arent more than $70/night, sounds good? Ok let’s get it on! 

# Lokal Hotel

Address: Jl. Jembatan Merah No.104C, Condongcatur, Sleman-Jogjakarta

Lokal Hotel started being so famous after the restaurant (which part of this hotel) became shooting place of the booming “Ada Apa Dengan Cinta 2” movie. Who doesnt love this movie? I, even, had the AADC1’s dvd and already watched more than 20times over and over again. I booked Type C (Deluxe King Room) with the cost IDR585,000 or about AUD55 per night.

Pros:

  • Artsy and colourful interior design, suits for youngsters or young couple
  • Room service available
  • Having minibar in the room (with free welcoming snacks and drink)
  • Fast response help desk
  • Having airport pick up service for free
  • Having pool towel (just request to the front desk)
  • Wifi throughout area
  • Need prepayment before arrival

Cons:

  • Small pool
  • Dont have lift
  • Very standard breakfast
  • A bit far from city center
  • Shower not good
  • Deposit IDR200,000 (AUD 18) once we arrive

# Greenhost Boutique Hotel

Address: Jl. Prawirotaman II no.269, Brontokusuman, Jogja

This hotel also started being so famous after AADC2 the movie, cause one of movie scenes filmed here. Moreover, with eco-friendly, back to nature and go green concept which is unique and one of a kind concept, this hotel is being one of most talked about among travellers. I booked Deluxe Double with the cost IDR657,000 or AUD63 per night.


Pros:

  • Spacious room with industrial minimalist concept
  • Having room service 
  • Artsy communal room
  • Simple reservation just by using booking(dot)com and dont need prepayment
  • Dont need deposit 
  • Large swimming/dipping pool
  • Having lift
  • Breakfast is very nice (many varieties and taste good)
  • It’s located in ‘tourist area’ which very strategic and not far from city center
  • Wifi througout area

Cons:

  • Slippery bathroom floor
  • Room ambience is too dark even in the afternoon
  • Dont have minibar
  • I found plenty ants on my coffee table and around bed. 

# Yats Colony

Address: jl. Patangpuluh No.23, Wirobrajan, Jogja. 

Yats Colony is newcomer in boutique hotel business and it started being popular as well since instagrammed by many selebgrams and public figures. I booked standard “Type Ra” room for IDR600,000 or AUD57 per night.

Pros:

  • Spacious room with artsy interior design and bright ambience
  • Having many instagram material spots especially in pool area
  • Having large swimming pool with 2 options, for toddler and adult
  • Having coffee shop (Coffee Smith)
  • Dont need deposit but you need to make prepayment before arrival
  • Having pool towel and hair dryer (request to the front desk)
  • Wifi throughout area
  • Spacious parking area

Cons:

  • Not really responsive help desk for reservation (fyi, i paid using bank transfer cause my mastercard debit cant be used to pay my reservation) i didnt receive any receipt after my bank transfer done and had to ring them twice to ask about my reservation status
  • Found plenty mozzies in the room (and had to ask FO to bring me bug spray)
  • Dont have electric kettle and coffee/tea, but it’s available outside the room (in public area)
  • Dont have room service, so in case you feel hungry the options either grab your food before back to the hotel, call delivery or you walk down to hotel cafe which located in upfront
  • The area not really strategic
  • Standard breakfast

# Adhisthana Hotel

Address: jl. Prawirotaman II no.613, Brontokusuman, Jogja

It’s only few walks away from Greenhost Hotel in Prawirotaman. This hotel being so popular cause they have vintage and traditional concept like using batik (Indonesian traditional fabrics). I booked Superior Room with Pool View for IDR400,000 or about $38 per night. 


Pros:

  • Cheapest among others
  • Having Indonesian traditional concept which is good
  • Having room service 
  • Pool quite large and can be used by adult
  • Spacious communal area and have vintage Javanese and a bit Chinese touch theme
  • Strategic location and not far from city center
  • Dont need deposit but you need to make 50% down payment before arrival

Cons:

  • Small bedroom 
  • Plenty mozzies in bedroom (probably because my room close to the pool?)
  • Dont have pool towels (you can request one at cost) 
  • Wifi througout area but low speed connection and also in some area have bad network connection (cant make outcall)
  • Very Standard breakfast

All the reviews are based on my experience and every person has different preference. You can choose what suits on you. Happy holiday! 

Museum Fujiko F Fujio

“aku ingin begini aku ingin begitu…aku ingin ini itu banyak sekaliii…” hayo anak kelahiran 80an yang gede di taun 90an mana yang gak hapal sama lagu itu. Yep! Thats right…Doraemon is a part of our childhood memories banget ya kan. Plus saya sendiri penggemar berat Doraemon dan termasuk kolektor segala macam yg berbau Doraemon, makanya salahsatu alasan kenapa saya ingin ke Jepang ya karena pengen ke museum ini.

doraemon 2

Museum Doraemon atau disana lebih dikenal sebagai Museum Fujiko F Fujio didirikan di prefektur Kawasaki-shi, karena disanalah si pencipta Doraemon, Profesor Fujiko lahir dan banyak menghabiskan sisa hidupnya. Anyway, untuk mencapai kesini bisa menggunakan JR line untuk menuju stasiun Noborito. Dan dari stasiun tsb nanti disediakan shuttle bus menuju kesini dengan hanya membayar tiket 210 yen (one-way).

doraemon 12.jpg

Anyway juga untuk bisa berkunjung ke Museum ini kamu harus membeli tiketnya dulu min. 2 hari sebelum kunjungan di Lawson terdekat, Lawson di Jepang yee bukan Lawson di Melawai kaga adiinn boo..Sebenernya gak semua Lawson di Jepang juga punya mesin tiket museum ini, tipsnya carilah Lawson yg terletak di stasiun atau yang agak gedean dikit. Karena pengalaman nyari di Lawson deket apartemen saya di Osaka gak nemu, eh malah ketemunya di Lawson di stasiun Nara. Kamu bisa minta tolong penjaga kasirnya untuk nolongin mesenin tiket ini karena mesinnya berbahasa Jepang, abis itu tinggal bayar 1,000 Yen dan kamu akan dikasih sejenis kwitansi yang bisa ditukarkan nanti di museum ini. Tips lainnya adalah pilih jam sesuai kemampuan, misalnya kamu gak bisa bangun pagi ya jangan pilih yang jam 9 pagi dong apalagi kalau posisi kamu tinggal agak jauh dari Kawasaki. Karena orang Jepang itu sangat terkenal dengan kedisiplinannya termasuk ketika pergi ke Museum ini, jadi kalau di tiket kamu tertera jam 9 pagi ya jam 9, telat sedikit kamu sudah tidak boleh masuk dan harus membeli tiket baru di hari lainnya (gak bisa di hari yg sama karena peminatnya cukup banyak dan mereka menerapkan sistem kuota biar gak terlalu crowded di dalem).

doraemon 1doraemon 3

Saya pikir Museum ini kecil dan tradisional banget gitu, gak taunya gedaaa! Jadi nanti di dalem kita akan dikasih semacam alat yang bisa kita bawa yang akan menjelaskan satu persatu koleksi museum tersebut dengan banyak pilihan bahasa. Oya di dalem ruang pamer gak boleh foto-foto ya. Satu yang ngebuat amazed sekali dengan museum ini, jadi ada satu ruang yg memamerkan sketsa komik Doraemon di atas kertas betulan yang dikotakin pake kaca, nah kalau kita berdiri di depan kotak kaca itu nanti akan ada semacam hologram yang timbul biasanya berbentuk Doraemon dan pena dan seolah-olah si Doraemon lagi ngegambar di atas kertas itu. Kurang lebih kayak lagi nonton Iron Man pas waktu Tony Stark lagi asik dengan hologramnya, ya gitu deh. Canggih banget! Keliatan museum ini dibangun sangat terkonsep, gak asal-asalan. Jadi gak rugi buang duit 1,000 Yen.

doraemon 11doraemon 10doraemon 4doraemon 5

Selain ruang pamer aneka sketsa komiknya Pak Fujiko dan juga segala macam barang kenangan punyanya bapake, di sini juga ada ruang baca komik, ruang bermain, bioskop yang khusus muterin film-film Doraemon yang tidak beredar di pasaran, restoran, toko souvernir dan taman.

doraemon 6

Saya juga sempat mencicipi makanan di restorannya, cute banget kaann…ini nasi kaserol seharga 1,230 Yen atau sekitar 150an ribu per-porsi, mahal memang tapi mengingat belum tentu juga saya balik lagi yaudin cobain dah. Surprisingly nasi kaserolnya lumayan enak kok, cheesy banget dan porsinya juga besar bisa buat berdua.

doraemon 7doraemon 8

Nah ini taman yang terletak di belakang, bisa pepotoan sepuasnya. Plus juga gak tau apa karena saya datang di hari Rabu jadinya gak terlalu rame, taman ini enak banget buat duduk sendiri sambil bengong-bengong bego karena sejuk banget. Malah kalo boleh bawa tenda saya pengen camping di sini #dankemudiandiusir

doraemon 9.jpg

Pokoknya kalau kalian suka Doraemon cuss wajib hukumnya naik haji kesini. Ciao!

Visa Jepang

Akhir-akhir ini Jepang emang lagi booming apalagi sejak pemerintah Jepang ngasih free visa buat pemegang e-passport. Tapi saya ke Jepang bukan karena lagi trend, karena negara ini bisa dibilang salahsatu bucket list negara yg harus saya kunjungin sebelum mati. Dari kecil udah familiar dengan serial Doraemon, Satria Baja Hitam dengan Kotaro Minami-nya, agak gedean nonton Oshin dan drama seri Tokyo Love Story. Abege sampai masuk kuliah suka dengerin lagu-lagunya L’Arc en Ciel alias Laruku. Komik Candy-Candy dan manga Jepang lainnya menghiasi kamar. Sampai mendengar berita betapa canggihnya Jepang dengan segala inovasinya. Makin pengen bikin ke Jepang.

Nah, buat pemegang paspor yg biasa pasti kadang udah keder duluan mau bikin visa Jepang. Pertanyaan-pertanyaan macam “kak tabungan saya gembel tapi saya pengen ke Jepang” adalah pertanyaan yg sering ditanya, apalagi karena Jepang termasuk salahsatu negara mahal. Kebetulan visa Jepang adalah visa kedua saya. Jadi nih saya kasih tipsnya ya..

Syarat Visa Jepang

1. KTP, KK, akte lahir, surat kawin (kalau udah kawin, kalau masih jomblo gak usah baper) – difotokopi A4 termasuk KTPnya. Ini peraturan baru kata petugasnya. 

2. Tiket PP – ini wajib! Buat ngeliat bener gak kita keluar masuk di tanggal yg diajukan.

3. Bukti bookingan tempat inap – ini juga wajib! Kalau travel lebih dari satu kota lampirin aja semuanya.

4. Surat keterangan pelajar (kalo masih kuliah/sekolah) – ini sifatnya pelengkap. Tapi kalau masih pelajar ya baiknya disertakan.

5. surat keterangan bekerja (kalau udah kerja) – nah ini suka ada pertanyaan “kak tapi aku lagi gak kerja”, “kak aku cuma punya olshop” tenang aja ini sifatnya pelengkap kok. Kalau emang lagi gak kerja misalnya cuma punya olshop atau freelance ya tulis aja begitu di kolom occupation, plus tulis juga nama olshopnya kalo ada. Dan gak pake surat keterangan juga gpp kok, saya kemarin juga gak pake dan lolos.

5. Pas foto 4,5 x 4,5 iya emang bentuknya agak aneh gitu deh. Kalau gak punya dan ragu-ragu bikin aja di Adorama Photo Lab kemarin saya bikin 75ribu nunggu 1 jam, bilang aja buat foto visa Jepang petugasnya udah tau kok. 

6. Itinerary Jepang – formatnya bisa didownload di website Kedutaan Jepang. Tips dari saya supaya visa lolos: sesuaikan itinerary dengan budgetmu. Buat yang simpel aja yg penting mereka tau kamu kemana-mana, gak usah terlalu mendetail. Yang perlu contoh itinerary-nya bisa email ke saya.

7. Rekening koran 3 bulan terakhir – ini wajib! Gak usah minta print out dari bank, fc buku tabungan atau print laporan e-banking juga cukup. Jumlah nominal ada yg bilang puluhan juta approve,  tapi sebenernya nggak kok. Rumusnya adalah 1 juta x lama hari kamu di sana. Kenapa harus 1 juta kak? Itu asumsi biaya hidup orang Jepang di sana, untuk makan dan transport. Sebeneranya gak mutlak 1 juta juga sih, cuma ya kalo mau aman anggeplah punya uang segitu. 

Tips lainnya:

1. Berkas harus disusun sesuai urutan, untuk hal ini sok dicek di website Kedutaan.

2. Dokumen jangan dilipat atau distraples. Gunakan paper clip

3. Bawa uang cash, karena pembayaran visa ga nerima debit/credit card. Untuk mengurus single entry kemarin saya membayar Rp. 330,000

4. Dateng sendiri kecuali kamu pergi dengan orang yg kerja di perusahaan yg sama atau pasangan, maka bisa diwakilkan. Untuk pengambilan visanya bisa diwakilkan tanpa surat kuasa asal bawa tanda terimaya.

Dan 4 hari setelah aplikasi submit, visa saya pun jadi. Yeayy! 

  
Kalau kamu mau beli JR Pass untuk naik shinkansen pastiin visa kamu dibawa pas transaksi. Happy travel! 

Makan Seafood di Cirebon

Sebagai kota yang terletak di daerah pesisir dan juga dengan maskot udangnya, kayaknya gak lengkap ya berkunjung ke Cirebon tanpa nyobain seafoodnya. Seafood H. Moel yang berlokasi di Jl. Kalibaru Selatan No.39, Cirebon ini adalah yang paling terkenal di sini. Mereka sudah memiliki tiga cabang, tapi kalau mau yang asli bisa dateng ke restonya yang di Kalibaru ini.

Dan inilah yang kami pesaaann…

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Gak lengkap dong ya makan seafood tanpa pesan kerang rebus sebagai appetizer, sekaligus pengen tau saus made in Haji Moel ini seperti apa. Karena indikator sebuah kerang rebus enak atau nggak, selain kesegaran bahan bakunya juga bisa dilihat dari sausnya. Jujur untuk kesegaran bahan baku emang oke banget, tapi untuk sausnya masih jauh dari saus kerang rebus made in Seafood Santa 68 langganan saya di Jakarta. Saus di sini cenderung manis pedas dan tidak ada hint asam dari nenas yang mana umum ditemukan di restoran seafood.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sebagai kota udang kami memesan dua macam, dari seksi kriuk-kriuk kami memesan udang goreng tepung yang mana saya gak sempet cicipin karena udah diserbu secara bar-bar oleh tim blogger. Laper buu :p

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kami juga memesan udang saus tiram, udangnya endol gede-gede dengan rasa manis gurih.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Lalu dari seksi ikan, kami memesan ikan bakar yang menurut saya bumbunya enak sepertinya dimarinasi dan digoreng dulu sebelum dibakar, hanya saja terlalu manis. Enak dimakan bareng sambel terasinya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kami juga memesan ikan tim, kalau kata teman saya mbak @NinaYusab ikannya masih sedikit amis. Yang ini saya nggak nyobain karena emang nggak terlalu suka ikan dimasak basah gini.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Untuk sayurannya kami memesan cah brokoli yang dihidangkan dengan bawang putih goreng segede-gede gaban.

Kesimpulan menurut saya, dari segi kesegaran mungkin oke tapi dari segi rasa not my liking sih karena hampir semua makanannya didominasi rasa manis. Tapi balik lagi soal selera. Ciao!

 

Jajan-Jajan Lucu di Cirebon

Jalan-jalan tanpa wisata kuliner tentu aja gak lengkap dong buat gadisrakus, masih dalam rangkaian agenda #PesonaCirebon nih gadisrakus kasih contekan kuliner apa aja yang wajib dicobain kalau kesini…tangkeeeeepp!

Empal Gentong

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Dari beberapa hari di Cirebon dan mencicipi beberapa tempat, so far gadisrakus paling sreg dengan Empal Gentong Krucuk yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi No. 5, Cirebon. Di sini empal gentongnya lebih berani bumbu jadi nggak terlalu bland, plus pilihan isiannya juga lengkap, bisa daging aja atau campur jeroan (usus, babat, iso, paru). Uniknya kalau mau pedas tidak tersedia sambal cabe tapi bubuk cabe. Sebenarnya ada variasi lain dari empal gentong ini, namanya empal asam hanya saja kuahnya bening dan biasanya dikasih potongan belimbing wuluh. Siapin aja uang antara 15-20ribu untuk menikmati semangkok empal gentong nikmat ini.

Nasi Lengko

nasi lengko

Ini pertama kalinya saya makan nasi lengko, ternyata nasi lengko itu isiannya sederhana banget cuma nasi dengan topping potongan tahu dan tempe goreng, kecambah, timun lalu diguyur saus kacang yang rasanya manis terus ditaburin daun kucai dan bawang goreng. Sebagai pelengkap nasi lengko biasanya dihidangkan dengan sate kambing muda, karena saya gak makan kambing jadi diganti telur asin ajah. Karena termasuk comfort food, makanan ini mudah ditemukan di mana saja. Siapin aja uang `15-20 ribu untuk mencicipi makanan ini.

Tahu Gejrot

tahu gejrot

Mencicipi tahu gejrot di kota asalnya emang mengasyikan, dan juga nambah pengetahuan. Soalnya saya baru tau kalau tahu gejrot yang asli Cirebon itu gak pakai bawang putih, jadi bawang merah, cabe dan gula saja. Tapi selera sih, kalau saya lebih suka yang pakai bawang putih hehehe..

Nasi Bogana

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Nasi bogana sebenarnya bukan kuliner baru buat saya, karena saya sering sekali makan nasi ini di restoran-restoran Indonesia di Jakarta, seperti Remboelan atau Koko Bogana yang endeus banget. Nasi Bogana basically adalah nasi kuning dengan berbagai macam lauk, nah lauknya ini tergantung restorannya sih, ada yang banyak variasi ada juga yang sedikit. Yang ini saya makan di Pawon Bogana, yang berlokasi di dalem Keraton Kacirebonan dan hanya buka sehabis magrib saja. Ayamnya cukup enak, karena ini versi ayam serundeng tapi basah, hanya saja rasa nasi kuningnya terlalu datar.

Sate Sapi

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sate sapi biasanya dihidangkan sebagai lauk nasi lengko atau dimakan sendiri dengan lontong, biasanya sapinya dimarinasi dengan kecap dulu jadi dimakan tanpa saus kacang sudah enak. Di setiap resto yang menjual Empal Gentong bisa dipastikan ada makanan ini. Harga bervariasi antara 25-30ribu.

Nasi Jamblang

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Nah ini dia yang membuat saya kepengen banget ke Cirebon, yaitu makan nasi Jamblang. Jamblang sendiri sebenarnya adalah nama sebuah desa, di desa ini dulunya banyak pekerja yang membawa sangu nasi biar nasinya awet terus dibungkus dengan daun jati. Nasi ini biasa dimakan dengan lauk pilihan yang buanyaaakk banget, sampe bingung mau ambil yang mana, maunya sih ambil semua πŸ˜€

Yang saya makan ini di Nasi Jamblang Bu Nur, Jl. Cangkring II No.34, Kejaksan, Cirebon. Saya pilih lauk otak goreng, pepes rajungan, perkedel (ini enak parah! nyesel cuma ambil satu) dan oseng ampas tauco (ini juga enak). Harganya mengikuti lauk yang kita ambil.

Es Duren

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Biasanya saya gak doyan-doyan amat ama duren, tapi duren di Cirebon ini rasanya beda lebih creamy apalagi kalau dibikin es gini. Satu kurang!

Mie Koclok Panjunan

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Tadinya sempet underestimate duluan sama makanan ini pas liat tempatnya yang kecil, tapi begitu dicoba langsung pengen teriak “shaeee makanan apa nih shaeee enak banget!!” Jadi mie koclok ini adalah mie plus toge yang dikoclok (direbus dengan alat kayak saringan dan dikoclok-koclok) disiram kuah putih kental dengan rasa yang sangat gurih, ditaburi cacahan ayam dan telur rebus. Yang ini saya makan di Mie Koclok Panjunan, Jl. Pekarungan No.104, Cirebon. Tips menikmati mie koclok dari saya: nggak usah ditambah sambal atau lada. Buat yang lemah sama makanan gurih, seriously satu porsi aja nggak cukup.

Sate Kalong

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Hah? Apa? Kalong? Paniki? Untungnya bukan, ini sate terbuat dari daging kerbau. Soalnya saya kapok makan paniki di Manado hahaha jadi agak sempet panik juga pas tau namanya sate kalong. Kenapa dinamakan kalong karena sate ini dijual pas malam hari sepertinya menyasar target anak muda basian club hahaha sotoy! Anyway, ini juga pertama kalinya saya makan daging kerbau, cuma yang ini gak terlalu paham rasanya soalnya dagingnya udah dibuat kayak dendeng gitu, rasanya manis. Saya lebih suka sate ototnya lebih gurih dan kenyil-kenyil. Uniknya sate ini dimakan dengan saus kacang yang dicampur dengan dage (oncom). Salahsatu penjualnya ada di sekitar Pasar Kanoman. Siapin aja uang 20-30ribu.

Sambal Asem

brambang asem

Makanan (yang hampir) langka ini dibeli teman saya di Pasar gak jauh dari hotel kami. Sekilas namanya mirip dengan Brambang Asem khas Solo, tapi jangan sedih ingredients dan sambalnya berbeda kok. Sambal asam berisi aneka sayuran rebus (kecipir, toge, bayam, kangkung, ketimun) yang dibanjur dengan sambal terasi. Sekilas rasanya mirip pelecing kangkung tapi dengan rasa terasi yang bold. Ini enak! Nagih!

Semanggen

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Ada lagi ini namanya Semanggen karena bahan baku utamanya adalah daun semanggi. Makanan ini bisa dibilang juga hampir punah, karena gak semua resto menjual menu ini, dan hanya didapatkan secara random dijual tenongan/bakulan. Untungnya saya berkesempatan nyicipin makanan ini, karena pihak penyelenggara #PesonaCirebon khusus mendatangkan langsung bakul semanggen ini, plus tim blogger juga bisa melihat cara pembuatannya. Semanggen ini sekilas mirip urap hanya saja parutan kelapanya tidak berbumbu kalau mau pedas tinggal tambahkan bubuk cabe, lebih sip dimakan dengan kerupuk melarat.

Serabi Ecol

serabi ecol

Makan serabi pakai kinca? Huh! so last year! Di Cirebon, tepatnya di daerah Gunung Jati ada yang namanya Serabi Ecol, yaitu serabi dengan topping kerang dan dimakan dengan sambal oncom yang pedes. Nyumm!

Jajanan Pasar

12923367_10153743175728863_8056453837057634550_n

Terakhir, ada jajanan pasar…..yang saya lupa namanya hiks! Ini sejenis tepung beras dengan gula putih (yg warna putih) dan gula merah (yg warna coklat) dengan taburan santan di atasnya. Bisa didapatkan di pasar-pasar tradisional di sekitaran Cirebon.

Jadi gimana? Kepengen ke Cirebon? Yuk, gadisrakus juga pengen balik lagi!

(Main ke Pasar) – Pasar Kanoman

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Blusukan di pasar buat nyari makanan lokal udah jadi keasikan tersendiri buat gadisrakus. Masih dalam #PesonaCirebon akhirnya saya menemukan makanan-makanan ini yang katanya sih udah hampir punah. Gimana gak punah, kalau di resto-resto besar makanan sederhana ini gak pernah diangkat, plus nyarinya harus blusukan ke pasar. Apa aja sih? Ini diaa..

Doclang

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Dapet rekomendasi dari temen-temen blogger lokal katanya ini khas Cirebon banget. Doclang basically hampir mirip dengan lontong sayur. Tapi beda. Bedanya isiannya terdiri dari lontong, toge dan taburan kelapa parut. Lalu beda yang kedua adalah kuahnya, karena kuahnya tidak menggunakan santan dengan sedikit campuran daun singkong, plus campuran dage (oncom). Biar lebih sip dimakan pakai kerupuk kanji.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Buat saya sekilas makanan ini kayak buntil dikuahin dan dilontongin. Tapi rasanya cukup ringan dan segar. Biasanya doclang ini dikonsumsi di pagi hari, padahal mah kalo saya siang-malem juga oke aja. Seporsi hanya 10ribu saja.

Pepes Kerak Tahu

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Pas denger ini kirain saya salah denger tapi nggak. Pepes ini sama aja sih kayak pepes tahu bedanya yang ini pakai keraknya tahu. Itu loh kalau bikin tahu kan dipress sampai gak ada airnya, terus abis itu dikukus, nah yang lengket-lengket di pancinya nanti itu yang dikerok dan dijadikan pepes. Untuk makanan pasar botok ini endol surendol, dijadiin lauk oke dicemil juga oke. Harga 1ribu perbuah.

Rujak Kanistren

Hah? Apa pulak ini? Tertarik beli karena penataanny yang unik. Kalau biasanya kan rujak buahnya ditata dan baru dibikin kalau ada yang beli, yang ini beda karena rujaknya udah diserut dan ditata menggunung di baskom.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Setelah pesan dan cicipin, hmm..harum dan berbeda banget rasanya gak kayak rujak bebeg/serut yang biasa saya makan. Wah ternyata kuncinya ada di pemilihan mangga. Kata yang jual rujak kanistren itu mangganya harus mangga kweni, walau lagi gak musim sekalipun tetep dibela-belain walau harga jualnya jadi lebih mahal. Ketika diseruput kuahnya kental, manis dan pedas dan ada hint rasa kweninya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Rujak Kanistren sendiri adalah rujak yang biasanya disediakan di acara 7 bulanan. Harganya dibandrol 5ribu per-cup. Hmm..gak usah nunggu hamil 7 bulan dulu buat nyicipin rujak enak ini, yuk ke Pasar Kanoman!

Kalau kamu apa jajajan pasar favoritmu?