Archives

In-flight meals Garuda Indonesia (CGK-HND-CGK)

Hiii gadisrakus is back. Postingan in-flight meals ini sepertinya akan jadi rangkaian postingan tentang Jepang, soalnya gadisrakus abis balik dari liburan di sana. Berhubung males ngetik panjang-panjang (plus lagi ngumpulin mood juga) jadi ini sebagai pembuka dulu aja kali ya..

Kemarin gadisrakus kesana memanfaatkan tiket promo dari Garuda, so here it is..

  
Ini in-flight meals dalam perjalanan dari CGK-HND, kebetulan kemarin saya ambil pesawat tengah malam dan sampai sana jam 9 pagi jadi bisa dibilang ini menu makan paginya sih. Karena terbang ke Jepang maka pilihannya ada 2, american breakfast atau japanese menu. Saya pilih american breakfast karena kurang tertarik dengan menu japanese-nya. Padahal kalau pesen yg Japanese dikasih yakult hiks (itu yakult saya dikasih teman). Menu sarapan saya standar sih ada omelet yg fluffy banget, sosis, harsh brown, grilled tomato dan buncis rebus. Sebagai tambahan ada croissant penyok dan sedikit alot dengan butter. Uniknya baik pilihan abf atau japanese set-nya kita dikasih sup miso hangat. Lumayan buat anget-angetin badan yg 5 jam lebih dibanjur AC pesawat super dingin.

Sebelum makan pagi ini sebenarnya kita dikasih snack juga jam 2 malem, roti tuna pedas dan pilihan free flow minuman, dan saat itu saya memilih red wine. Agak berbeda dengan free flow drink saat saya terbang ke Australia 3 tahun yg lalu, perasaan gak ada liquor-nya gitu deh padahal yg naik juga kebanyakan bule. 

  
Dan yang ini adalah makan siang saat perjalanan pulang dari Haneda ke Jakarta. Saya pilih Japanese set karena lebih menarik menunya. Isinya nasi dengan lauk ikan mackarel saus orange dan sayuran rebus, mie soba, cold veggies as appetizer yang literally anyep, sup miso dan semacam dorayaki gitu. Jujur agak kecewa karena overall tastenya gak secantik penampilannya, ikan kukusnya kayak makanan orang lagi diet mayo anyep banget. Satu-satunya yg enak menurut saya mie sobanya, dikasih wasabi dikit tambah mantep.

  
Sorenya kami masih dikasih es krim vanila buatan Meiji ini sembari afternoon tea.

Oiya satu lagi yg saya perhatiin dari penerbangan Garuda ke Jepang, frekuensi free flow drink-nya lebih banyak dari penerbangan ke Australia. Dan variasinya juga lebih banyak. Atau karena long haul ya? 

Ah sutralah ya yg penting buat gadisrakus makan-makan dan icip-icip bisa dimana aja termasuk di udara. Ciao!

In-flight meals Air Asia (KUL-CGK)

Saya tuh demen banget nonton acaranya Martin Yan di AFC, jadi seneng banget pas tau ada resep dia yang dijadiin in-flight meals di Air Asia. Yaitu berupa Longevity Noodles alias Mi Panjang Umur. Berhubung saya takut ketinggalan pesawat, jadi nggak sempet makan di KLIA. Alhasil jadi punya alasan buat beli makanan on-board.

   
 
Seperti yang udah udah saya selalu kecewa sama menu in-flightnya AirAsia. Terkadang rasanya ga sesuai dengan ekpektasi. Mi Panjang Umur ini saya beli dengan harga RM16 (incl.mineral water). Pas dihidangkan makanan dalam keadaan hangat which is good. Pas dibuka cantik banget tampilannya. Mi-nya sendiri datang dengan ayam cincang dan acar timun wortel lobak. Hanya saja rasanya agak sedikit di luar ekspektasi saya akan mi panjang umur yang cenderung gurih khas chinese food. Ini rasanya cenderung asam manis gitu. Yah despite all kalo buat ganjel perut aja sih ya okelah daripada cranky nahan laper. Dan balik ke selera masing-masing. 

Sampai jumpa di in-flight meals selanjutnya. Karena cicip-cicip bisa dimana aja. Ciao! 

In-flight meals Batik Air (MND-CKG)

Hai jumpa lagi bersama postingan in-flight meals, kali ini gadisrakus mau ulas makanan di pesawat Batik Air. Anyway ini pertama kalinya saya naik Batik yang masih satu manajemen sama Lion Air tapi versi “premium-nanggung” IMNBO *in my ngajak berantem opinion* πŸ˜€ kenapa nanggung? ya masa ada in-flight entertainment-nya tapi headset-nya kudu pinjem dan bayar, nggak kayak Garuda. Hih! Karena saya orangnya cukup smart dan meditΒ jadi kemarin diakalin pakai headset iphone sendiri yang alhamdulilah cukup kompatibel.

Balik lagi ke topik, jadi in-flight menu yg saya cicipi kali ini adalah penerbangan dari Manado ke Jakarta aja (karena berangkatnya naik Garuda).

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Tadinya sempet ragu walau ada beberapa teman yang udah pernah naik Batik bilang kalau makanannya lumayan enak. Waktu itu pilihan menunya cuma ikan dan ayam, dan saya memesan ayam. Yang datang adalah satu set nasi dengan ayam bumbu bali dan sayuran rebus, roti manis, air putih dan pilihan jus/kopi. Cukup minimalis. Tapi ternyata………ENAK PEMIRSA! Makanannya masih anget pula, dan itu menjadi poin plus. Pengen minta nambah tapi takut dijorokin keluar dari pesawat sama pramugarinya :p

Sampai jumpa di postingan in-flight meals berikutnyaa…karena buat gadisrakus makan-makan nggak cuma di darat tapi bisa di mana saja πŸ˜€

In-flight meals Garuda (CGK-PER)

Ini bukan pertama kali saya naik Garuda sih, kemarin-kemarin sempet ke Bali dan Hongkong juga naik maskapai ini. Dan bukan pertama kali juga sih makan in-flight meals, di maskapai tetangga yang berbudget murah itu pun sering pesen walo harus bayar! Tapi baru kali ini sempet moto-moto makanannya, biasanya sih pas udah masuk perut baru inget mau moto.

Btw, ini makanan saya pas pergi:

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Semur daging dengan kentang, roti bun dengan butter, salad makaroni dan puding kopi. Dari semua in-flight mealsnya Garuda, semur ini yang paling mengecewakan IMHO. Entah bumbunya apa, tapi yang jelas rasanya agak asam, tumis sayurnya juga agak mentah. Salad makaroninya juga dressingnya gak enak. Yang enak di set menu ini cuma puding kopinya, pudingnya gak pure puding sih, alasnya kayak sponge cake gitu dan atasnya baru dikasih puding kopi. Kopinya kerasa banget, tapi gak terlalu manis jadi gak eneg.

Ini makanan pulangnya:

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Entah kenapa menurut saya makanan pulangnya justru lebih enak, apa karena penumpangnya kebanyakan bule? Set menu saya kali itu, canelloni isi jamur, roti bun dan butter, biskuit arnotts dan keju merk Bega, salad ubi, puding lemon dan susu (nah kan bener! udah lebih enak, lebih banyak pulak!) Canelloni-nya enyaakk rasanya creamy banget, baik kejunya maupun ragout jamur diisian dalemnya, salad ubinya sebenernya enak tapi dressingnya yg gak enak, keju Bega-nya beda banget sama keju Kraft lebih tebel dan rasanya lebih rich, puding lemonnya juga enaaakkk…bentuknya hampir sama dengan puding kopinya. Yang jelas, kenyang banget deh.

Anyway, kedepannya saya mau nulis juga tentang in-flight menu maskapai-maskapai yang lain, tentunya yang nyediain/jual makanan dong ya. Yakali di maskapai “singa terbang” minta nasi uduk yang ada di lempar pelampung ama pramugarinya huhu..