Archives

Sushi Hiro

Sushi Hiro juga akhir-akhir ini kayaknya happening banget, indikasi kalau suatu tempat makan lagi heits kalau udah lebih dari 3 orang yang ngepost di Instagram. Kalau gak salah pusatnya di PIK, tapi yang saya cobain ini di cabangnya yang di Senopati, tepatnya di Jl. Suryo No.24, Jakarta Selatan (seberangnya Kanawa Coffee). 


Yang bikin unik dari resto ini adalah interiornya yang cantik, bener-bener kayak fancy dining banget. Plus penyajian sushinya instead pakai piring mereka sajiin pakai tangga kecil. Instagram material banget pokoknya.


Karena sebelumnya liat IG story temen terus nanya-nanya, dan temen saya ini merekomendasikan beberapa menu. Saya pun memesan menu sesuai dengan rekomendasi dia (kecuali sushi moriawase dan sushi foie gras). Yang pertama as appetizer saya memesan Salmon Belly Kushiyaki (20k/2 pcs). Menu ini sih basically salmon belly yang dibikin ala sate-satean Jepang gitu, dengan tambahan paprika dan saus teriyaki. Dari segi rasa sih standar ya kalau menurut saya. 


Terus sebagai mains saya memesan 3 macam sushi. Yang pertama saya memesan Aburi Salmon Belly Foie Gras (45k/pcs). Menu ini salahsatu yang termahal di resto ini, karena foie grasnya kayaknya. Rasanya sih ya kayak aburi salmon pada umumnya, foie grasnya gak terlalu menambah rasa jadi gimana gitu. Foie grasnya sendiri rasanya kayak hati ayam tapi lebih lembut dan lumer di mulut. 


Yang kedua saya memesan Hiro Deluxe Sushi (90k). Sebenernya temen nyaranin untuk pesan yang Aburi. Tapi saya gak gitu suka sushi mateng (selain karena saya akan memesan fushion sushi setelah ini). Sushi moriawase yang saya pesan ini rasanya gak mengecewakan, ikannya semua segar hingga terasa lumer di mulut dan ga amis sedikitpun. Paket yang ini berisi tamago (telur), tobiko (telur ikan), ebi (udang), saba (mackarel), ika (cumi), maguro (tuna) dan salmon. 


Dan yang terakhir saya memesan sushi fushion Shiok Maki (130k), pesan ini atas rekomendasi teman juga. Ini sushi mateng isinya unagi dan salmon terus atasnya kayak dikasih topping mayo dan ada kremesannya juga. Menurut saya sih enak tapi cepet bikin kenyang dan eneg. Tapi selera sih. Kalau saya sukanya yang raw sushi. 

Total kerusakan termasuk ocha dingin (9k) yang bisa refill sepuasnya, pajak dan tax sekitar 400k. Puas sih, karena ambience restonya bagus, walaupun waiting list tapi lumayan cepet dapat meja dan waitersnya juga sigap dan gesit. Kalau kesini bawa mobil agak susah parkir ya, atau kalau mau ya valet. Ciao! 

Advertisements

Boat Noodle

Tau tempat ini dari beberapa instagram kawan-kawan foodblogger. Kayaknya lagi heits banget nih, langsung saya masukin ke list tempat makan yang harus dicoba kalau lagi di Jakarta. Apalagi lokasinya di Gandaria City ye kan, mantan tempat tongkrongan jaman ngekos daerah situ ye kan cuss sambangin..

Seperti namanya menu andalan di sini ya si boat noodles itu. Anyway saya belum pernah makan boat noodles yang asli Bangkok jadi saya gak ada pembanding, tapi seperti biasa saya akan kasih review berdasarkan lidah saya sebagai orang awam. Anyway juga, boat noodles yang di Gancy ini halal ya, karena setau saya yang asli di Bangkok sana pakai pork&pork blood which saya sih uda pasti gak makan, pork sih doyan, tapi pork blood nehi! 

Boat noodles di sini kita bisa milih jenis mie-nya (eggs noodle/rice noodle), pilihan kuahnya (pathumtani-asam pedas/ayuthaya-creamy sedikit manis) dan pilihan toppingnya (daging sapi/ayam). Dan harga permangkoknya juga murah cuma 8,5k dijamin gak bakal bikin nyesek mau pesen sebanyak apapun. Saya nyobain kombinasi keduanya. Kalau saya pribadi lebih suka yang pathumtani ya karena rasanya yang cenderung asam segar, khas Thailand banget. 


Buat dessert saya memesan Sangkaya (35k) sejenis steamed bun dengan selai srikaya (dessertnya roti banget sis?) yang bikin enak selai srikayanya dikasih sedikit santan kental jadi rasanya cenderung manis-gurih. 

Sayangnya di sini pilihan minumannya belum terlalu banyak ada sih sejenis teh tarik gitu tapi masih coming soon (waktu saya kesini sebulanan yang lalu, gak tau sekarang). Ya semoga aja deh pilihan minumannya diperbanyak karena kemarin saya memesan pandan water seharga 13ribuan tapi rasanya meh banget. Ciao! 

Agenda Vibes & Resto

2 tahun yang lalu saya sebenarnya udah sempat kesini tapi karena waiting list dan belum reservasi akhirnya nyerah nungguinnya dan beralih ke tempat makan lain. Nah ceritanya kemarin saya masih penasaran lah pengen makan di sini, jadi saya samperinnya siang-siang menuju ke sore. Pas banget gak terlalu ramai, mungkin kalau agak maleman bisa jadi lebih ramai lagi. 


Secara interior ya bagus lah minimalis industrialis gitu, apalagi kan karena resto ini jadi satu sama Greenhost Boutique Hotel yang lagi heits banget dan banyak dirave sama beberapa travel blogger. Lokasinya ada di Jl. Prawirotaman 2 no. 629, Brontokusuman. Ini restorannya yang di rooftop ya, kalau ragu-ragu tanya bagian resepsionisnya aja. 


Karena lagi agak lapar saya memesan 2 macam menu, sebagai appetizer saya memesan Soulful Chicken Soup (25k). Supnya sih ya standar sup ayam pada umumnya ya, tapi emang comfort food banget lah. Kuah kaldunya gurih tapi gak overpowering (pertanda mereka pakai kaldu asli bukan MSG), isian ayam, wortel dan makaroninya lumayan banyak. Sup ini disajikan dengan crouton. 


Sebagai mainsnya saya memesan Country Style Sirloin Steak (145k), jadi ini sirloin steak tapi dibalur tepung gitu. Terus disajikan dengan mashed potato yang enak banget, coleslaw dan saus jamur. Mashed potatonya tebaek deh beneran, gak cuma creamy tapi sedikit cheesy juga sepertinya ditambahin cheddar cheese deh. Asli deh kalau bisa beli mashed potatonya aja saya beli deh 😋

Total termasuk Equil (25k) dan pajak adalah sebesar 225k. Cukup mahal buat ukuran Jogja, tapi karena ini lokasinya di hotel ngeheits ya mungkin target marketnya emang buat middle up class. Kalau mau makan cantik dan tempatnya instagram material, boleh sih cobain ini. Terus tiap sore gitu ada live DJnya juga. Ciao! 

Shophaus Menteng

Yuhuu buat yang lagi di sekitaran Menteng sekarang ada tempat nongkrong baru yang lagi heits, saya juga baru tau nih. Itu juga karena saya lagi nyari tempat kongkow yang strategis buat kongkow sama teman. Lokasinya ada di Jl. Teuku Cik Ditiro No.36, Menteng, Jakarta Pusat. Tempatnya kayak di rumah model kolonial gitu dan satu tempat itu tenantnya macem-macem, macam foodcourt gitu. Tenantnya ada Namelaka, Gelato Secret (ini cabang yang dari Seminyak, Bali), Berrywell, Pigeonhole, Mockingbird dan satu barber shop gitu. 

Yang kemarin dicobain adalah..

# Pigeonhole 


Coffee shop ini kabarnya udah terkenal duluan di daerah Bintaro. Emang sih kayaknya pernah denger namanya disebut-sebut temen kantor yang rumahnya di Bintaro. Saya memesan Ice Latte (39k), ice lattenya menurut saya enak, kopinya rich tapi gak bikin asam lambung naik, creamy dan manisnya juga pas. Tapi ya gitu deh, cupnya kecil banget. Saya pikir paling nggak segede ukuran tall-nya Starbucks lah (ini agak kecilan). 

# Namelaka 


Namanya kayak agak-agak peranakan gitu yak, tapi sebenernya speciality nya Namelaka itu di dessert seperti cake dan choux. Karena uda makan dan cuma pengen ngemil yang gak terlalu berat, saya membeli choux yang rasa thai tea dan salted caramel seharga 38.5k/pcs (belum termasuk pajak). Mahal yakk…padahal kecil lho chouxnya. Chouxnya mirip Poul de Luxe yang pernah saya makan di Canggu, Bali. Jadi luarnya ada lapisan crustnya gitu. Dari segi taste lumayan enak, fillingnya gak kemanisan. Tapi ya tetep aja sih mahal 😑

# Berrywell

Kalau ini saya ga sempet foto, waktu itu sih cuma beli cold press juicenya aja yang super fuel (35k – sebelum pajak). Isinya nanas, semangka dan sunkist. Rasanya segar banget dan gak pakai pemanis tambahan, karena emang rasanya buah banget. Lain kali kalo datengnya agak pagian atau siangan mau cobain smoothie bowlnya yang kayaknya sih enak. 

So kalau di sekitaran Menteng dan bingung nongkrong dimana, Shophaus bisa jadi pilihan. Tapi emang ramai banget sih kalau weekend kadang sampai gak kebagian tempat duduk. Ciao!

Por Que No

Diajakin teman kesini katanya sih tempatnya oke buat nongkrong, lokasinya ada di De Ritz Building Lt.5, Jl. HOS Cokroaminoto No.91, Menteng, Jakarta Pusat. Ya pantess tempatnya enak buat nongkrong soalnya tempatnya kayak di rooftop gitu. Sayangnya pas kami kesana gak lama langsung turun hujan deras, jadinya kami gak bisa duduk di rooftop. 


Tempatnya sih lucu ya konsepnya lego-lego gitu, dan warna-warni juga. Cheerful banget. Restoran ini juga kids friendly buat yang bawa anak ada kids cornernya gitu. Sekarang kita review makanannya.
Sebenernya saya gak terlalu asing sama Spanish food karena sebelumnya pernah makan juga. Tapi di sini kayaknya speciality nya tapas gitu alias makan kecil atau snacking. 

Yang pertama kami pesan Gazpacho alias cold soup (60k), ini pertama kalinya saya makan cold soup. Penyajiannya juga unik karena ditempatin di pipet-pipet gitu, satu porsi terdiri dari 12 pipet dan 3 macam sup (dari kiri ke kanan): sup yang warnanya oranye muda ini rasanya mirip sup wortel agak manis-manis gitu saya sih kurang suka, kalau yang tengah yang warnanya putih rasanya lebih nutty dan garlicky saya suka yang ini karena creamy banget, yang paling kanan warnanya oranye tua rasanya agak asem-asem pedas dikit saya juga kurang familiar sama rasanya. 

Yang kedua kami sharing Trio de Hamburguerits (80k), 3 burger dengan 3 isian yang berbeda. Burgernya sih standar aja rasanya, enaknya patty nya lebih tebal dan juicy ketimbang burger di tempat lain. 

Last but not least kami pesan Croquettas de Platter (75k) karena dikiranya makan sup dan burger aja gak kenyang, taunya kenyang gila. Soalnya platternya isinya banyak banget. Kroketnya sama aja sih kayak kroket Indonesia cuma bentuknya aja yang bulet-bulet dan isinya macam-macam ada yang isi squid, ikan dan beef. Gak terlalu terasa bedanya sih karena isiannya dikit banget. Kroket ini lebih enak dimakan pakai mustard. 

Total kerusakan termasuk Bintang Radler (40k), Hot Chocolate (35k), Ice Lemon Tea (30k) dan pajak sebesar 387k. Gak terlalu mahal sih untuk tempat sekece ini. Apalagi Bintang Radlernya lagi dapet promo buy 1 get 1. Lumayan banget sih. Ciao! 

Kobeshi Shabu-Shabu

Haee kakak-kakak pembaca setia gadisrakus, saya kembali lagi. Sebenernya masih mager banget tapi apa daya mesti banget ngapus-ngapusin foto biar storage gak kepenuhan. Yang ini kulineran waktu balik ke Jakarta kemarin, nyobain Kobeshi Shabu-Shabu di Street Gallery PIM 1. Biasanya sih kalau ngidam shabu-shabu saya lebih suka ke Sha**** tapi nggak ada salahnya lah ya kita cobain yang lain, buat perbandingan siapa tau lebih enak. 


Waktu itu saya ambil yang Special Package Weekend seharga 218k (belum termasuk tax). Sebenernya ada beberapa pilihan sih, ada yang cuma dapet shabu-shabu aja, ada yang udah plus-plus complimentary lainnya. Pilihan saya, special package, selain AYCE shabu-shabu juga dapat complimentary tempura dan saikoro steak. 


Untuk varian, pilihan kuah Kobeshi lebih unggul daripada competitornya mereka punya 6 jenis kuah. Gitu juga dengan pilihan sayur, produk olahan dan buffetnya. Bahkan mereka juga punya chocolate fountain dan aneka cake di dessert station. Kalau diliat dari kuantitas sih, dengan harga yang agak lebih mahal dari competitornya bisa dibilang pantes lah. Tapi kalau diliat dari kualitas, rasa dan service menurut saya pribadi Sha**** lebih unggul, di Kobeshi beberapa sayuran ada beberapa yang mulai layu. Dari segi rasa, kuah shabu-shabu pilihan saya (spicy kimchi) lumayan enak, tapi sayang gak dibarengin sama dagingnya yang terlalu banyak lemaknya. Saikoro steaknya juga kering dan gravynya hambar. Di dessert station cuma makan es krim matcha dan pudding aja yang menurut saya juga terlalu plain untuk ukuran es krim yang katanya rasa matcha, matchanya sama sekali ga berasa. Pudding coklatnya juga standar.

Dari segi pelayanannya, agak slow respon ya. Di bell berkali-kali gak ada yang datang, padahal posisi meja saya dekat dengan kasir. 

Tapi semua balik lagi ke selera sih, kalau saya tetep gak bisa berpaling ke lain hati tetep lebih suka Sha**** walau pilihannya gak banyak, tapi sayurannya fresh dan pelayannya termasuk tanggap. Gitu aja sih. Ciao! 

Disclaimer: maaf foto-fotonya dikit soalnya kemarin gak enak mau foto diliatin ama pengunjung lain 😌

Common Grounds

Sebelumnya saya pernah dengar kalau Common Grounds adalah salahsatu coffee shop yang punya kopi enak di Jakarta, tapi sayangnya lokasinya itu butuh niat baja buat nyambanginnya. Untungnya ternyata mereka sekarang buka cabang baru di Pondok Indah Mall 2 (dekat XXI) yang lebih terjangkau sama saya. So mari kita cobain cuss! 


Saya sempet coba 2 kopi mereka, yang pertama saya memesan Iced Cafe Latte (45k) yang menurut saya cukup saya cukup enak. Tapi sayang gelasnya kecil banget, jadi penasaran kenapa kopi enak rata-rata gelasnya kecil 🤔 


Lalu habis yang pertama saya pesen yang kedua yaitu Cappucino (35k), cappucinonya juga enak. Saya coba minum tanpa gula. 


Karena pas saya kesana belum masuk jam makan siang tapi udah siang, so saya pesen menu brunchnya. Yaitu Chicken&Waffles (70k). Makanannya agak kurang ya, karena terlalu manis buat saya, udahan ada maple syrupnya masih dikepyurin gula bubuk. Padahal ayamnya enak, gurih dan crispy tapi rasa gurihnya ketutup yang manis-manis. Jadi eneg. 

Kalau lagi nungguin film, boljug nih nongkrong di sini. Tempatnya cukup enak dan luas. Ciao!