Archives

Agenda Vibes & Resto

2 tahun yang lalu saya sebenarnya udah sempat kesini tapi karena waiting list dan belum reservasi akhirnya nyerah nungguinnya dan beralih ke tempat makan lain. Nah ceritanya kemarin saya masih penasaran lah pengen makan di sini, jadi saya samperinnya siang-siang menuju ke sore. Pas banget gak terlalu ramai, mungkin kalau agak maleman bisa jadi lebih ramai lagi. 


Secara interior ya bagus lah minimalis industrialis gitu, apalagi kan karena resto ini jadi satu sama Greenhost Boutique Hotel yang lagi heits banget dan banyak dirave sama beberapa travel blogger. Lokasinya ada di Jl. Prawirotaman 2 no. 629, Brontokusuman. Ini restorannya yang di rooftop ya, kalau ragu-ragu tanya bagian resepsionisnya aja. 


Karena lagi agak lapar saya memesan 2 macam menu, sebagai appetizer saya memesan Soulful Chicken Soup (25k). Supnya sih ya standar sup ayam pada umumnya ya, tapi emang comfort food banget lah. Kuah kaldunya gurih tapi gak overpowering (pertanda mereka pakai kaldu asli bukan MSG), isian ayam, wortel dan makaroninya lumayan banyak. Sup ini disajikan dengan crouton. 


Sebagai mainsnya saya memesan Country Style Sirloin Steak (145k), jadi ini sirloin steak tapi dibalur tepung gitu. Terus disajikan dengan mashed potato yang enak banget, coleslaw dan saus jamur. Mashed potatonya tebaek deh beneran, gak cuma creamy tapi sedikit cheesy juga sepertinya ditambahin cheddar cheese deh. Asli deh kalau bisa beli mashed potatonya aja saya beli deh πŸ˜‹

Total termasuk Equil (25k) dan pajak adalah sebesar 225k. Cukup mahal buat ukuran Jogja, tapi karena ini lokasinya di hotel ngeheits ya mungkin target marketnya emang buat middle up class. Kalau mau makan cantik dan tempatnya instagram material, boleh sih cobain ini. Terus tiap sore gitu ada live DJnya juga. Ciao! 

Advertisements

Shophaus Menteng

Yuhuu buat yang lagi di sekitaran Menteng sekarang ada tempat nongkrong baru yang lagi heits, saya juga baru tau nih. Itu juga karena saya lagi nyari tempat kongkow yang strategis buat kongkow sama teman. Lokasinya ada di Jl. Teuku Cik Ditiro No.36, Menteng, Jakarta Pusat. Tempatnya kayak di rumah model kolonial gitu dan satu tempat itu tenantnya macem-macem, macam foodcourt gitu. Tenantnya ada Namelaka, Gelato Secret (ini cabang yang dari Seminyak, Bali), Berrywell, Pigeonhole, Mockingbird dan satu barber shop gitu. 

Yang kemarin dicobain adalah..

# Pigeonhole 


Coffee shop ini kabarnya udah terkenal duluan di daerah Bintaro. Emang sih kayaknya pernah denger namanya disebut-sebut temen kantor yang rumahnya di Bintaro. Saya memesan Ice Latte (39k), ice lattenya menurut saya enak, kopinya rich tapi gak bikin asam lambung naik, creamy dan manisnya juga pas. Tapi ya gitu deh, cupnya kecil banget. Saya pikir paling nggak segede ukuran tall-nya Starbucks lah (ini agak kecilan). 

# Namelaka 


Namanya kayak agak-agak peranakan gitu yak, tapi sebenernya speciality nya Namelaka itu di dessert seperti cake dan choux. Karena uda makan dan cuma pengen ngemil yang gak terlalu berat, saya membeli choux yang rasa thai tea dan salted caramel seharga 38.5k/pcs (belum termasuk pajak). Mahal yakk…padahal kecil lho chouxnya. Chouxnya mirip Poul de Luxe yang pernah saya makan di Canggu, Bali. Jadi luarnya ada lapisan crustnya gitu. Dari segi taste lumayan enak, fillingnya gak kemanisan. Tapi ya tetep aja sih mahal πŸ˜‘

# Berrywell

Kalau ini saya ga sempet foto, waktu itu sih cuma beli cold press juicenya aja yang super fuel (35k – sebelum pajak). Isinya nanas, semangka dan sunkist. Rasanya segar banget dan gak pakai pemanis tambahan, karena emang rasanya buah banget. Lain kali kalo datengnya agak pagian atau siangan mau cobain smoothie bowlnya yang kayaknya sih enak. 

So kalau di sekitaran Menteng dan bingung nongkrong dimana, Shophaus bisa jadi pilihan. Tapi emang ramai banget sih kalau weekend kadang sampai gak kebagian tempat duduk. Ciao!

Por Que No

Diajakin teman kesini katanya sih tempatnya oke buat nongkrong, lokasinya ada di De Ritz Building Lt.5, Jl. HOS Cokroaminoto No.91, Menteng, Jakarta Pusat. Ya pantess tempatnya enak buat nongkrong soalnya tempatnya kayak di rooftop gitu. Sayangnya pas kami kesana gak lama langsung turun hujan deras, jadinya kami gak bisa duduk di rooftop. 


Tempatnya sih lucu ya konsepnya lego-lego gitu, dan warna-warni juga. Cheerful banget. Restoran ini juga kids friendly buat yang bawa anak ada kids cornernya gitu. Sekarang kita review makanannya.
Sebenernya saya gak terlalu asing sama Spanish food karena sebelumnya pernah makan juga. Tapi di sini kayaknya speciality nya tapas gitu alias makan kecil atau snacking. 

Yang pertama kami pesan Gazpacho alias cold soup (60k), ini pertama kalinya saya makan cold soup. Penyajiannya juga unik karena ditempatin di pipet-pipet gitu, satu porsi terdiri dari 12 pipet dan 3 macam sup (dari kiri ke kanan): sup yang warnanya oranye muda ini rasanya mirip sup wortel agak manis-manis gitu saya sih kurang suka, kalau yang tengah yang warnanya putih rasanya lebih nutty dan garlicky saya suka yang ini karena creamy banget, yang paling kanan warnanya oranye tua rasanya agak asem-asem pedas dikit saya juga kurang familiar sama rasanya. 

Yang kedua kami sharing Trio de Hamburguerits (80k), 3 burger dengan 3 isian yang berbeda. Burgernya sih standar aja rasanya, enaknya patty nya lebih tebal dan juicy ketimbang burger di tempat lain. 

Last but not least kami pesan Croquettas de Platter (75k) karena dikiranya makan sup dan burger aja gak kenyang, taunya kenyang gila. Soalnya platternya isinya banyak banget. Kroketnya sama aja sih kayak kroket Indonesia cuma bentuknya aja yang bulet-bulet dan isinya macam-macam ada yang isi squid, ikan dan beef. Gak terlalu terasa bedanya sih karena isiannya dikit banget. Kroket ini lebih enak dimakan pakai mustard. 

Total kerusakan termasuk Bintang Radler (40k), Hot Chocolate (35k), Ice Lemon Tea (30k) dan pajak sebesar 387k. Gak terlalu mahal sih untuk tempat sekece ini. Apalagi Bintang Radlernya lagi dapet promo buy 1 get 1. Lumayan banget sih. Ciao! 

Kobeshi Shabu-Shabu

Haee kakak-kakak pembaca setia gadisrakus, saya kembali lagi. Sebenernya masih mager banget tapi apa daya mesti banget ngapus-ngapusin foto biar storage gak kepenuhan. Yang ini kulineran waktu balik ke Jakarta kemarin, nyobain Kobeshi Shabu-Shabu di Street Gallery PIM 1. Biasanya sih kalau ngidam shabu-shabu saya lebih suka ke Sha**** tapi nggak ada salahnya lah ya kita cobain yang lain, buat perbandingan siapa tau lebih enak. 


Waktu itu saya ambil yang Special Package Weekend seharga 218k (belum termasuk tax). Sebenernya ada beberapa pilihan sih, ada yang cuma dapet shabu-shabu aja, ada yang udah plus-plus complimentary lainnya. Pilihan saya, special package, selain AYCE shabu-shabu juga dapat complimentary tempura dan saikoro steak. 


Untuk varian, pilihan kuah Kobeshi lebih unggul daripada competitornya mereka punya 6 jenis kuah. Gitu juga dengan pilihan sayur, produk olahan dan buffetnya. Bahkan mereka juga punya chocolate fountain dan aneka cake di dessert station. Kalau diliat dari kuantitas sih, dengan harga yang agak lebih mahal dari competitornya bisa dibilang pantes lah. Tapi kalau diliat dari kualitas, rasa dan service menurut saya pribadi Sha**** lebih unggul, di Kobeshi beberapa sayuran ada beberapa yang mulai layu. Dari segi rasa, kuah shabu-shabu pilihan saya (spicy kimchi) lumayan enak, tapi sayang gak dibarengin sama dagingnya yang terlalu banyak lemaknya. Saikoro steaknya juga kering dan gravynya hambar. Di dessert station cuma makan es krim matcha dan pudding aja yang menurut saya juga terlalu plain untuk ukuran es krim yang katanya rasa matcha, matchanya sama sekali ga berasa. Pudding coklatnya juga standar.

Dari segi pelayanannya, agak slow respon ya. Di bell berkali-kali gak ada yang datang, padahal posisi meja saya dekat dengan kasir. 

Tapi semua balik lagi ke selera sih, kalau saya tetep gak bisa berpaling ke lain hati tetep lebih suka Sha**** walau pilihannya gak banyak, tapi sayurannya fresh dan pelayannya termasuk tanggap. Gitu aja sih. Ciao! 

Disclaimer: maaf foto-fotonya dikit soalnya kemarin gak enak mau foto diliatin ama pengunjung lain 😌

Common Grounds

Sebelumnya saya pernah dengar kalau Common Grounds adalah salahsatu coffee shop yang punya kopi enak di Jakarta, tapi sayangnya lokasinya itu butuh niat baja buat nyambanginnya. Untungnya ternyata mereka sekarang buka cabang baru di Pondok Indah Mall 2 (dekat XXI) yang lebih terjangkau sama saya. So mari kita cobain cuss! 


Saya sempet coba 2 kopi mereka, yang pertama saya memesan Iced Cafe Latte (45k) yang menurut saya cukup saya cukup enak. Tapi sayang gelasnya kecil banget, jadi penasaran kenapa kopi enak rata-rata gelasnya kecil πŸ€” 


Lalu habis yang pertama saya pesen yang kedua yaitu Cappucino (35k), cappucinonya juga enak. Saya coba minum tanpa gula. 


Karena pas saya kesana belum masuk jam makan siang tapi udah siang, so saya pesen menu brunchnya. Yaitu Chicken&Waffles (70k). Makanannya agak kurang ya, karena terlalu manis buat saya, udahan ada maple syrupnya masih dikepyurin gula bubuk. Padahal ayamnya enak, gurih dan crispy tapi rasa gurihnya ketutup yang manis-manis. Jadi eneg. 

Kalau lagi nungguin film, boljug nih nongkrong di sini. Tempatnya cukup enak dan luas. Ciao! 

MDL by Madam LilyΒ 

Katanya sih MDL ini second line atau versi budgetnya Madam Lily yang di Plaza Indonesia, cuma kalau yang di PI sih pure Indonesian Food ya, kalau di MDL yang berlokasi di Food Society, Kota Kasablanka ini konsepnya lebih ke fushion. Secara saya penasaran sama konsepnya cuss cobain. 


Kalau dari luar keliatannya MDL ini fancy dining yang harga makanannya selangit yah, tapi ternyata terjangkau banget. Interiornya juga bagus ala resto kekinian, dan cocok buat arisan (secara pas eike lagi disana ada segerombolan emak-emak arisan πŸ˜…). 


Karena lapar mata (dan harganya juga affordable) untuk hidangan pembuka saya memesan Soto Padang (55k) tanpa nasi, yang mana si soto padang ini ternyata datang belakangan setelah makanan kedua. Dan saya keburu kekenyangan jadilah saya makan sedikit. Soto Padang yang ini lumayan unik ya karena dagingnya bukan digoreng tapi semacam diempal gitu, tapi jadi enak sih gak keras, porsi dagingnya juga banyak. Terus di dalem soto padang tsb ada bihun dan perkedel. Saya sempet seruput kuahnya sedikit sebelum diaduk dengan sambal, terasa dominan sekali cengkehnya tapi gak terlalu gengges kok. Yang jelas ini seger banget, coba aja sambalnya dibuat agak pedes dikit makin nyos kayaknya. 


Lalu makanan kedua yang dipesan adalah Spaghetti Daging Balado (55k). Sebenernya mereka punya beberapa menu pasta fushion kayak gini, ada yang dicampur tuna sambal matah (slurrpp next kesini mau cobain itu), pasta dengan barramundi pesmol dll. Tapi ya okelah saya cobain yang balado dulu. Kirain tadinya cuma dagingnya aja yang dibumbu balado, ternyata saus pastanya pun bumbu balado, saya request ekstra pedas enak sih pedas dan agak asem-asem dari tomatnya. Cuma sayang aja daging baladonya instead daging/dendeng goreng kayak di resto Padang gitu, mereka pakai beef patty. Walau enak sih, cuma kayaknya kurang mantep gitu. 

Total kerusakan termasuk coca cola dan pajak adalah 163k, not bad lah. Ciao! 

OJJU K-Food

Sekian bulan ninggalin Indo banyak ketinggalan nih makanan yang lagi heits, salahsatunya sama demam si ayam keju ala Korea ini. Sebagai (yang ngakunya) food bloher Gadisrakus gak boleh ketinggalan dong. Setau saya Ojju sekarang ada 2 cabang yang di Kota Kasablanka (lama) dan Gandaria City (baru). Karena lebih dekat sama rumah lalu saya dan kedua teman nyobain yang di Kota Kasablanka. Seperti restoran hits lainnya, saya sampai sana langsung dapat antrian 155 dimana nomor yang dipanggil baru 94, jadi yah lumayan sesuatu ya nunggu sampe hampir 3 jam demi menuntaskan rasa penasaran. 


Yang dijual di resto ini andalannya iga/ayam balut keju. Selain itu juga ada makanan Korea2 lainnya sih seperti budae jigae, ttoboki dll. Sebagai pembuka kami memesan teobokki (42k), teobokki ini adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung beras jadi teksturnya kenyil-kenyil dan biasanya di Korea sana makanan ini termasuk streetfood. Anyway sebelum ini beberapa kali saya sempet nyicipin teobokki di beberapa restoran berbeda dengan kesimpulan yang sama “gak suka!”. Tapi entah disini teobokkinya enak banget, saus gochujangnya gak terlalu manis, justru cenderung manis gurih pedas. Dengan tambahan fish cake dan telur makin enak deh. Kalau masih mau pesan yang lain sebaiknya pesen teobokkinya satu buat rame2 aja, biar gak kenyang duluan. 


Lalu gongnya kami memesan 2 porsi Chicken Wings (99k), biasalah moto saya dan temen2 saya itu “lebih baik pesen lebih daripada kekurangan” yang mana ternyata banyak banget! Karena satu sayap sebelum digulung dengan mozarella dibagi 2 gitu, dan ayamnya juga lumayan gede-gede. Ayamnya sendiri disajikan dengan fries (yang cuma beberapa biji, entah apa maksudnya), mozarella, pipilan jagung (yang gak tay juga maksudnya buat apaan) dan potongan jalapenos, lalu ayam tersebut dipotong-potong dan dipanaskan di kompor sampai keju meleleh abis itu digulung-gulung deh. Terus terang dari segi rasa ayam gorengnya seperti ayam tepung biasa yang dibalur bumbu Korea pedas manis macam BonChon atau KyoChon, pedasnya ada level2nya kami memesan yang spicy dan fiery spicy yang keduanya menurut kita sih gak pedes πŸ˜… Terus mozarellanya juga gak nambah rasa apa-apa selain rasa eneg dan cepet kenyang πŸ˜… Jadi overall menurut kita sebenernya sih OJJU too overrared, gak sebanding sama ngantri yang hampir 3 jam imho 

Tapi kalau masih pengen coba, cuss lah..ciao!