Kincir


Nyari tempat hangout yang buka 24 jam? Atau nyari restoran yang jual masakan Indonesia di sekitaran Kelapa Gading dengan harga terjangkau? Mungkin Kincir bisa jadi solusi ๐Ÿ˜


Beberapa saat yang lalu Gadisrakus berkesempatan nyobain resto yang baru buka dan berlokasi di Mall Artha Gading (LG Floor, Lobby Cina) ini. Di bawah naungan manajemen Kaaramel Juice Group yang terlebih dulu sukses dengan Batavia Market di Kota Tua, restoran Kincir ini berkonsep kurang lebih sama (dan atau) bahkan lebih lengkap yaitu one stop venue “souvernir-kitchen-beer”. Plus jangan sedih disini juga disediakan mesin dart dan wifi kencang supaya nongkrong kamu lebih seru. 


Dengan desain interior yang anak muda banget (plus beberapa mural di dindingnya) resto ini gak cuma oke buat keluarga, tapi juga hangout dengan teman, ataupun function untuk arisan atau office gathering. Dari segi makanan resto Kincir memang menyediakan masakan Indonesia aja sebagai bentuk apresiasi untuk melestarikan makanan Indonesia. Chef-chefnya juga kebanyakan mantan chef hotel berbintang, jadi gak diragukan lagi lah kualitas makanannya. 


Oke sekarang saya mau review makanannya yak, kemarin itu sebagai entree saya mencicipi salahsatu best seller disini, yaitu Tahu Mercon. Yaitu tahu balut tepung yang digoreng crispy lalu dikasih sambel cabe rawit potong. Menurut saya sebagai makanan pembuka tahu mercon ini pas banget sih, porsinya cukup lah, ngeganjel sebelum main course keluar tapi ga bikin kenyang-kenyang banget. Cocok juga buat camilan sambil ngebeer cantik. Tapi sayangnya tahu ini lebih enak dimakan panas-panas karena kalau udah dingin jadi agak alot dan kurang crunchy. 


Untuk makanan utama saya mencicipi beberapa, yang pertama adalah Nasi Goreng Kincir. Nasgor ini basically kayak nasgor kampung dengan isi sayuran dan baso terus dibalut telur dadar jadi kek semacam omurice gitu. Nasgornya lumayan enak, bumbunya gurih dan ringan. Mungkin kalau dibuat agak lebih pedas lebih enak. 


Lalu saya juga cobain Bawal Bakar Colo Colo, ini adalah bawal yang dibakar kecap lalu disiram sambal colo-colo (seperti dabu-dabu). Diantara semua makanan di Kincir mungkin ini salahsatu favorit saya, bawalnya enak banget, bumbunya ringan, kecapnya gak kemanisan dan cocok banget dimakan sama sambel colo-colonya yang pedas (literally pedas, yang gak suka pedas mungkin bisa minta sambalnya dipisah aja). 


Lalu ada juga Sop Buntut, sop buntut Kincir ini termasuk favorit juga karena buntutnya empuk, kuahnya gurih dan segar dan sedikit berempah. Cuma ini cocoknya memang dimakan pakai nasi, karena kalau digadoin kuahnya sedikit agak asin (walau buat saya masih bisa ditolerir sih). 


Makanan selanjutnya yang saya cobain adalah Iga Bakarnya, yang ini agak kurang sih rasanya buat saya karena bumbunya agak hambar. Kurang terasa gurih, manis atau pedasnya. Padahal dari segi keempukan iga bakar ini fall-off the bone lah. Mungkin khusus untuk menu ini bisa diperbaiki lagi dari segi tastenya IMHO 


Lalu yang terakhir ada Ayam Penyet, yang disajikan komplit bersama tempe, tahu dan lalapan. Ayam penyetnya lumayan sih buat saya, sambel terasinya juga oke. 

Overall puas banget makan di Kincir, dari segi taste makanannya lumayan, banyak pilihannya, harga juga gak terlalu menohok kantong. Ciao! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s