Visa Jepang

Akhir-akhir ini Jepang emang lagi booming apalagi sejak pemerintah Jepang ngasih free visa buat pemegang e-passport. Tapi saya ke Jepang bukan karena lagi trend, karena negara ini bisa dibilang salahsatu bucket list negara yg harus saya kunjungin sebelum mati. Dari kecil udah familiar dengan serial Doraemon, Satria Baja Hitam dengan Kotaro Minami-nya, agak gedean nonton Oshin dan drama seri Tokyo Love Story. Abege sampai masuk kuliah suka dengerin lagu-lagunya L’Arc en Ciel alias Laruku. Komik Candy-Candy dan manga Jepang lainnya menghiasi kamar. Sampai mendengar berita betapa canggihnya Jepang dengan segala inovasinya. Makin pengen bikin ke Jepang.

Nah, buat pemegang paspor yg biasa pasti kadang udah keder duluan mau bikin visa Jepang. Pertanyaan-pertanyaan macam “kak tabungan saya gembel tapi saya pengen ke Jepang” adalah pertanyaan yg sering ditanya, apalagi karena Jepang termasuk salahsatu negara mahal. Kebetulan visa Jepang adalah visa kedua saya. Jadi nih saya kasih tipsnya ya..

Syarat Visa Jepang

1. KTP, KK, akte lahir, surat kawin (kalau udah kawin, kalau masih jomblo gak usah baper) – difotokopi A4 termasuk KTPnya. Ini peraturan baru kata petugasnya. 

2. Tiket PP – ini wajib! Buat ngeliat bener gak kita keluar masuk di tanggal yg diajukan.

3. Bukti bookingan tempat inap – ini juga wajib! Kalau travel lebih dari satu kota lampirin aja semuanya.

4. Surat keterangan pelajar (kalo masih kuliah/sekolah) – ini sifatnya pelengkap. Tapi kalau masih pelajar ya baiknya disertakan.

5. surat keterangan bekerja (kalau udah kerja) – nah ini suka ada pertanyaan “kak tapi aku lagi gak kerja”, “kak aku cuma punya olshop” tenang aja ini sifatnya pelengkap kok. Kalau emang lagi gak kerja misalnya cuma punya olshop atau freelance ya tulis aja begitu di kolom occupation, plus tulis juga nama olshopnya kalo ada. Dan gak pake surat keterangan juga gpp kok, saya kemarin juga gak pake dan lolos.

5. Pas foto 4,5 x 4,5 iya emang bentuknya agak aneh gitu deh. Kalau gak punya dan ragu-ragu bikin aja di Adorama Photo Lab kemarin saya bikin 75ribu nunggu 1 jam, bilang aja buat foto visa Jepang petugasnya udah tau kok. 

6. Itinerary Jepang – formatnya bisa didownload di website Kedutaan Jepang. Tips dari saya supaya visa lolos: sesuaikan itinerary dengan budgetmu. Buat yang simpel aja yg penting mereka tau kamu kemana-mana, gak usah terlalu mendetail. Yang perlu contoh itinerary-nya bisa email ke saya.

7. Rekening koran 3 bulan terakhir – ini wajib! Gak usah minta print out dari bank, fc buku tabungan atau print laporan e-banking juga cukup. Jumlah nominal ada yg bilang puluhan juta approve,  tapi sebenernya nggak kok. Rumusnya adalah 1 juta x lama hari kamu di sana. Kenapa harus 1 juta kak? Itu asumsi biaya hidup orang Jepang di sana, untuk makan dan transport. Sebeneranya gak mutlak 1 juta juga sih, cuma ya kalo mau aman anggeplah punya uang segitu. 

Tips lainnya:

1. Berkas harus disusun sesuai urutan, untuk hal ini sok dicek di website Kedutaan.

2. Dokumen jangan dilipat atau distraples. Gunakan paper clip

3. Bawa uang cash, karena pembayaran visa ga nerima debit/credit card. Untuk mengurus single entry kemarin saya membayar Rp. 330,000

4. Dateng sendiri kecuali kamu pergi dengan orang yg kerja di perusahaan yg sama atau pasangan, maka bisa diwakilkan. Untuk pengambilan visanya bisa diwakilkan tanpa surat kuasa asal bawa tanda terimaya.

Dan 4 hari setelah aplikasi submit, visa saya pun jadi. Yeayy! 

  
Kalau kamu mau beli JR Pass untuk naik shinkansen pastiin visa kamu dibawa pas transaksi. Happy travel! 

Advertisements

2 thoughts on “Visa Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s