Cikang Resto

  
Hari Minggu kemarin gadisrakus berkesempatan untuk nyicipin makanan di resto Cikang yang berlokasi di Graha Anam, Jl. Cik Di Tiro 1 no.11 Jakarta Pusat. Selain foodtasting saya dan beberapa food blogger lainnya juga diajak berdiskusi mengenai akulturasi kuliner Cina pada masakan Padang bersama mas Arie Parikesit. 

  
Pertamanya ada perkenalan dulu dari owner Cikang mengenai asal kata Cikang yang ternyata dulunya di Padang itu ada kopitiam yg kondang pada masanya yaitu Lee Chee Kwang, pokoknya jaman dulu itu lo gak gaul kalo belum ngopi di sana. Karena kata Chee Kwang agak sulit pengucapannya jadilah Cikang.

  
Yang dijual di resto ini tentu saja model kopitiam tsb tapi dengan sentuhan Padang karena memang yang punya orang Padang. Kemarin saya sempat mencicipi kopi hitamnya dengan cangkirnya yg unik, dan snack singkong goreng. Kopinya cukup kental walau gak ada ampasnya, dengan tingkat keasaman rendah. Singkong gorengnya diparut dicampur gula merah lalu digoreng dan dimakan dengan parutan kelapa, cocok banget emang buat cemilan minum teh.

   
 Diskusi dan perkenalan dilanjutkan dengan sesi demo masak Mie Alang Awe, katanya di Padang mie ini termasuk comfort food yang bisa dimakan kapan aja. Sekilas mie rebus ala Padang ini mengingatkan saya dengan mie rebus buatan resto Padang dibilangan Benhil, cuma bedanya mie ala Cikang ini gak dipakein santan dan dagingnya juga direbus instead digoreng kriuk kriuk. Penyajiannya sama-sama menggunakan kerupuk merah. Ni nulis sambil ngiler ngebayanginnya.

  
Terus lanjut ke mencicipi menu selanjutnya yaitu Katupek Sayua Paku alias Ketupat Sayur Pakis. Kata mas Arie kalau di Padang sana ketupatnya punya 2 preference gulai, gulai nangka atau gulai pakis atau dua-duanya juga boleh. Kalau yg di Cikang katupeknya hanya berisi gulai pakis, telur rebus, rendang dan kerupuk merah. Btw, ini pertama kalinya saya makan daun pakis ternyata enak juga teksturnya krenyes-krenyes dan agak keset di lidah. Katupeknya ini rasanya sangat gurih dan cenderung magteg karena menggunakan santan kental, rendangnya juga cenderung light bumbunya sekilas buat saya rasanya kayak terik daging, bisa ditambahkan sambal bila suka. 

  
Lalu yang terakhir ada dessert berupa Lamang Tapai. Lamang ini berbeda dengan lupis walau secara rasa agak mirip, karena lamang basically adalah beras ketan yang dimasukkan kedalam bilah bambu terus dibakar. Untuk sebagian orang Padang termasuk sodara saya, lamang dimakan dengan rendang hitam aselik itu maknyos banget! Anyway, tapai di sini tidak mengandung alkohol ya jadi aman tapi saya sedikit merasakan jejak rasa yg terlalu asam. Well, balik ke selera yang buat kali ya kalau saya memang suka tapai yg agak manis.

Acara foodtasting ditutup dengan pembagian voucher makan di Cikang dan gadisrakus termasuk salahsatu yg menang. So tungguin ya pengalaman saya nyicipin menu lainnya Cikang Resto. Ciao! ๐Ÿ˜€

Advertisements

6 thoughts on “Cikang Resto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s