Tjampur-Tjampur Eps.7

Masih dalam lakon: males nulis panjang-panjang jadi dijadiin satu post aja lah. Here the recaps:

#Fish & Co

Setiap ke Fish&Co hasrat pengen nyobain varian fish n chips yang aneh-aneh selalu muncul, kali ini pesen Singapore Fish n Chips 89k, jadi Fish n Chipsnya ditaburin chili crab sauce khas Singapura. Sebenernya enak karena daging kepitingnya gede-gede, tapi sayang sausnya ternyata agak manis (atau emang begitu kah rasanya Singapore chili crabs?) jadi agak eneg lama-lama. Tapi balik lagi sih semua tergantung selera masing-masing. Yang jelas sih Fish&Co selalu jadi andalan kalo lagi pengen makan yang keenggres-enggresan.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

#Union Deli

Atas nama kekinian saya penasaran banget sama Red Velvet Pie-nya Union Deli (55k) yang kata orang-orang enak banget saya pun bela-belain makan di bistro yang terletak di Grand Indonesia East Mall ini. Tau kan enaknya red velvet cake-nya Union Cake?? Hmm…buat saya sih ini ya enak, tapi saya lebih suka versi cake-nya ketimbang pie-nya. Entah kenapa saya merasa pie-nya terasa kemanisan tapi suka sensasi peanut crumble-nya yang memberi tekstur tersendiri.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Untuk minumnya saya hanya memesan Picollo 30k, ya standar rasa Picollo sih…tapi enaknya latte ini disajikan dengan 2 macam gula, putih dan brown sugar.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

#Sop Buntut Bogor Cafe by Hotel Borobudur 

Kali ini bukan atas nama kekinian, tapi emang lagi pengen aja makan yang seger-seger berkuah panas dan pedes kalo bisa. Terus kepikiran pengen makan sop buntut, udah kebayang-bayang seger plus pedas lada dari kuah sop buntutnya. Akhirnya berlabuhlah saya di sini, yang kata orang-orang lehendaris dan enaknya bikin kayang.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Sop Buntut yang masih berada di bawah manajemen Hotel Borobudur ini punya 2 cabang, yang kemarin saya cobain yang di Street Gallery PIM 3. Menunya sih macem-macem, tapi karena pengen makanan yang klasik saya pun memesan Sop Buntut Legendari (large) 148k, pilih yang ini bukan gaya-gayaan soalnya yang small aja harganya 138k alias cuma beda 10 rebu doang! Kalo bedanya signifikan mah saya mending pesen yang kecil aja. Sop buntutnya (yang katanya large) hadir dengan 4 potong buntut (yang menurut saya nggak terlalu gede), nasi, kuah dan emping. Kuahnya cuma ada 2 bijik potongan tomat basa-basi tanpa sayuran pendukung, dan rasanya terlalu light walau rasa kaldunya emang kerasa. Buntutnya juga empuukk banget, cuma ya itu bumbunya light juga, Mungkin biar sop buntut ini bisa dimakan sama semua kalangan usia kali ya. Sambelnya pun nggak nendang hiks..Yaudah gitu aja sih intinya saya tidak terkesan, dengan total kerusakan termasuk teh hangat manis, pajak dan service sebesar 200k-an saya sih nggak mau balik lagi. Kalau mahal tapi enak sih saya jabanin, tapi kalau biasa-biasa aja better i look up for another place laahh..

– sekian –

2 thoughts on “Tjampur-Tjampur Eps.7

  1. hahahha, i like your last statement!! agree!!!! “Kalau mahal tapi enak sih saya jabanin, tapi kalau biasa-biasa aja better i look up for another place laahh..”

    • hehehehe akhirnya ada yg sepaham😀 dan paling nggak setuju sama statement kebanyakan orang “ya pasti enaklah orang harganya mahal” yaelaahh nggak jaminan kalee..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s