Cerita Perjalanan Manado – Part 3

Hari ketiga saya bangun agak siang dan sengaja nggak sarapan di hostel, karena hari ini saya udah ngincer pengen sarapan bubur Tinutuan. Di Manado ada satu jalan, namanya jalan Wakeke yang terkenal sebagai pusat Tinutuan. Beberapa resto yang enak yang disarankan para travel writer, diantaranya Dego-Dego, Wakeke dan Pelangi. Nah waktu itu saya cobain yang Wakeke, karena lokasinya pas di ujung jalan Wakeke dan saya males jalan nyusurin ke dalem hahaha panaassss boooo!

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Di Wakeke saya memesan bubur Tinutuan dan perkedel nike (gak pake ardila). Buburnya dimasak hambar, jadi emang kudu dicampur pake abon cakalang dan sambel roa/bekasangnya. Perkedel nikenya terbuat dari ikan nike yang bentuknya kecil-kecil kayak teri dan katanya sih cuma hidup di perairan Manado. Perkedelnya enaaakk, garing, gurih dan nggak amis. Cocok buat lauk.

Btw, RM Wakeke juga nyediain mi cakalang dan nasi kuning. Tapi karena yang terenak bukan disitu jadi saya nggak nyobain 😀

Selesai makan dengan menggunakan mikro saya bergerak menuju terminal Karombosan, dan dari situ saya mengambil bis menuju Tomohon. Btw mikro di sana nggak ada nomornya, dan tulisan jurusannya pun kecil banget. Mending kalo nyetopin langsung tanya aja sama sopirnya lewat ke alamat yg dituju nggak. Jangan lupa panggil mereka dengan sebutan “om” biar nggak dimahalin ongkosnya :p Di sana jauh-dekat bayar 3ribu perak aja, kalo request minta anterin sampe depan tempat yang dituju cuma 8ribu perak aja. Dan yang bikin terharu, supir2 mikro di sana ramah dan helpful sekali, nggak bakal deh dibodoh-bodohi.

Dari terminal Tomohon – yang sebelahan sama pasar Tomohon yg terkenal ekstrem itu – saya naik mikro, dan minta turun di depan gerbang danau Linow dengan cukup membayar 8ribu perak saja. Kalau misalnya pembaca gadisrakus mau lebih hemat, minta turun aja di Lahendong, tapi kedalamnya nggak ada ojek jadi kudu jalan kaki cuman 750m sih….kuat laaahhh yang biasa trekking 😀

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Sebelum masuk baik yang naik kendaraan pribadi, atau sendirian kayak saya harus bayar 25ribu yang di dalem vouchernya bisa dituker pake kopi/teh dan 1pcs kue. Berhubung pas saya kesana lagi Lebaran, rame dah dan kuenya abis. So terpaksa nambah orderan pisang goroho 25k, btw pisang goroho di sini lebih enak ketimbang yang saya beli di Malalayang.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Danau Linow-nya baguuusss, airnya biru kehijauan. Tapi karena deket pegunungan belerang jadi agak bau kentut :p Dan retribusi 25k di depan itu dipergunakan untuk mengelola tempat ini. Keren yah. Toiletnya pun juga bersih.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

selfie sukaesih dengan latar belakang Danau Linow :p

selfie sukaesih dengan latar belakang Danau Linow :p

Pulangnya , karena nggak ada ojek maka saya jalan kaki menuju jalan besar. Saya sih nggak masalah karena bisa sekalian interaksi sama masyarakat sekitar, ngeliat-ngeliat rumah penduduk sambil menikmati Gunung Lokon dari kejauhan yang kece banget.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Dari situ saya naik mikro lagi menuju terminal Tomohon dan lanjut ke Manado. Karena udah sore, dan saya yang jompo ini mulai kecapekan. Akhirnya diputusin buat balik ke penginapan buat istirahat 😀

Malamnya ceritanya mau ke boulevard makan ikan kuah asam, tapi ndilalah di tengah jalan saya ngeliat cabang resto Pelangi yg di Wakeke diantara deretan ruko-ruko di Jl. Sam Ratulangi. Kata salahsatu travel writer favorit saya, mi cakalang di Pelangi termasuk yang terbaik. Jajal!

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Saya memesan mi cakalang rebus, perkedel nike dan es garo alpukat. Mi cikalangnya enak, gurih, nggak amis, seger banget deh apalagi kalo dikasih sambel ricanya, maknyuuusss! Perkedel nike-nya saya masih favorit yang di Wakeke, yang di sini kurang crispy dan cenderung kayak bakwan :p Es garo rica-nya saya pesen karena baca twitternya mas Arie Parikesit, saya kira apaan nggak taunya cuma kerokan alpukat dan kelapa muda plus es serut dan susu kental manis coklat, yang mana alpukat sama es-nya banyakan es-nya. Hih!

Kelar makan saya kembali ke hotel buat tiduuuurrr!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s