Cerita Perjalanan Manado – Part 1

Haloo seperti janji merpati gadisrakus kepada kalian, saya mau ngulas perjalanan liburan saya kemarin ke Manado. Kalau ada yang tanya kenapa milih Manado? Jawabannya adalah anti-mainstream, selain itu kan kemarin saya perginya bertepatan dengan libur lebaran, jadi saya pikir karena di Manado mayoritas Nasrani nggak bakal crowded seperti kota-kota lainnya.

Saya berangkat dengan menggunakan Garuda Indonesia jam 10.50 pagi dan sampai dengan cantik di bandara Sam Ratulangi Manado pukul 15.00 WITA (sejam lebih cepat). Btw, saya lupa motion bandaranya euy, yang jelas sih bandaranya kecil. Mirip dengan bandara Medan waktu belum pindah ke Kualanamu. Oiya, taksi ber-argo agak susah dari bandara ke pusat kota, kecuali mau susah jalan dulu sampai gerbang bandara terus nyetop bluebird deh. Sebenernya ada sih DAMRI gitu, tapi nggak tau apa kemarin karena saya datangnya agak sore jadi sepi gitu deh.

Jarak antara bandara dengan penginapan saya lumayan jauh, kalau pake argo sekitar 70an ribu, kalo pake taksi tembak pinter-pinternya nawar aja. Tapi kalau ke pusat kota 70-80ribu masih wajar. Lebih dari itu jangan mau!

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Ini penginapan saya, namanya Grace Inn Manado , sepertinya sih baru. Lokasinya di Jl. Sam Ratulangi 113H. Dapet dari booking.com cuma seharga 170ribu perak dan itu udah dapet free wifi, tv kabel, kopi&teh gratis all day, sarapan dan AC. Saya rekomenin banget buat solo traveler yang berniat ke Manado buat nginep di sini aja, kamarnya pun minimalis dan bersih, dan stafnya ramah-ramah. Deket kemana-mana pula.

Karena hari pertama saya nyampe juga udah hampir menjelang malam, jadinya nggak sempet kemana-mana. Palingan cuma main ke boulevard aja sambil nyari makan malam. Btw, yang disebut dengan kawasan boulevard itu sebenernya hasil reklamasi pantai lho, dan suasananya sih kalo aja mau dikelola lebih baik dengan penerangan jalan yang memadai bakal kayak area kuta dan seminyak. Ini karena ala kadarnya jadi gelap, kecuali area yang ada tempat-tempat makannya. Pokoknya kalo jalan malem-malem ati-ati aja keserempet mobil 😀

Btw di Boulevard saya cuman nyobain makan ragey dan grilled pork di Kelapa 17 Resto.

gadisrakus..wordpress.com

gadisrakus..wordpress.com

Ragey itu adalah ternyata daging babi yang dipotong kotak-kotak trus dimasukin ketusukan sate, dibumbuin trus di bakar. Kata temen saya yang asli Manado sih yang terenak ada di Kawangkoan.

Btw, saya nyobain naik mikro (sejenis angkot) di sana. Heboh beneerrrr, ada lampu diskonya segala plus musik jedag-jedug berasa lagi dugem sis. Terus yang unik lagi, kalo di sini kalo mau berhenti kita harus bilang “muka om”, tapi jangan coba-coba praktekin di Jakarta yah kalo nggak mau digampar ama abang supir angkotnya 😀

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s