Bulgogi

Waktu saya iseng2 ke Gandaria City seminggu yang lalu, saya nemuin booth yang khusus jualan masakan korea ini di Eat&Eat, tadinya sih cuman pengen makan makanan yang pedes dan berkuah. Karena makanan lain gak ada yg cucok di hati, jadilah saya masuk ke Eat&Eat dan nemuin booth ini. Dengan uang sebesar 50K, saya mendapatkan kartu seharga 5k dan top up uang 45k.

Bulgogi menyediakan menu Korea kayak toppoki, bulgogi, la galbi, bimbab dan ramyeon. Dan pilihan saya jatuh kepada Ramyeon. Ramyeon sendiri sih idenya gak jauh2 dari Ramen made in Jepang, dan ada 3 jenis Ramyeon yg bisa dipilih, dengan topping kimchi, rice cake (semacam ketan) sama satu lagi saya lupa tapi kalo gak salah sih seafood. Karena saya penggemar kimchi, maka saya pesen Kimchi Ramyeon (23K).

Pertama disuguhin di meja, bentuknya udah bikin ngiler….merahhh membarraaa…tapi setelah dicicipin ternyata jauh banget dari ekspektasi saya. Yang ada saya berasa kayak lagi makan indomi yg dikasih cabe bubuk banyak banget. Tekstur mie-nya asli mirip banget kek indomi, gak kayak Ramen made in Jepang yg ada tekstur khususnya gitu. Udah gitu kuahnya juga biasa banget, ga ada rasa khas “ramen”nya gitu 😦

kimchi ramyeon - bulgogi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s