Archive by Author |

Femina Food Lovers Blog Competition 2013

Halo pembaca gadisrakus kali ini tulisan saya emang bukan review, karena saya lagi mau ikutan nih lomba Femina Food Lovers Blog Competition 2013 yang diadain sama majalah Femina. Karena tema yang diusung kali ini masih berbau-bau makanan saya sebagai food enthusiastic  wajib kudu mesti ikutan, temanya yaitu mengenai food street alias jajanan kaki lima.

Sebagai orang Indonesia tentunya kita seneng banget dong ya dimanjain sama yang namanya street food, gak cuman di kota-kota besar aja tapi juga sampai ke pelosok-pelosok desa. Pagi, siang, sore, malam bahkan tengah malam gak akan pernah kelaparan. Dan gak cuma dipinggir jalan besar aja, tapi juga sampai setiap tikungan jalanan  komplek dan bahkan banyak makanan gerobakan yang 24 jam lewat depan rumah. Dari makanan kecil sampai makan berat semua ada.

Saya pernah baca suatu artikel, yang menyatakan bahwa “makanan kaki lima bisa membentuk identitas suatu bangsa” saya setuju banget sama quote tersebut. Kenapa? Karena kalau kita pengen tahu apa sih ciri khas dari negara ini, atau kota ini ya lihat aja jajanan kaki limanya. Gak cuman di Indonesia aja, ketika saya traveling ke beberapa Negara tetangga, saya melihat banyak makanan kaki lima yang mencirikan daerah yang saya kunjungin. Misalnya ketika saya berada di Little India, Penang, banyak sekali sambosa, teh halia dan nasi kari yang dijajakan di pinggir jalan. Begitu pula ketika saya sedang berada di Hongkong, biasanya dijual makanan yang mendapat pengaruh cina, seperti sekba atau aneka bakmi. Di Vietnam lain lagi, disana saya banyak menemukan penjual banh mith  (sandwich Vietnam)  dan pho (sejenis sup mi dengan daging) yang di Jakarta biasanya hanya tersedia di resto-resto Vietnam, sedangkan di negara asalnya banh mith dan pho termasuk makanan yang bisa dikudap kapan saja dan dimana saja, mungkin kalo disini kayak bakso gitu ya.

Di Indonesia sendiripun setiap kota/daerah punya jajanan kaki lima yang khas. Seperti waktu saya tinggal di Jogja, hampir disetiap sudut jalan pasti ada yang jualan nasi kucing, nasi gudeg, soto ayam, pecel atau nasi menggono yang digelar gitu aja di gerobak atau emperan toko. Begitu juga waktu saya tinggal di Denpasar hampir di setiap jalan saya dengan gampang menemukan masakan khas Bali seperti serombotan, nasi jingo, tipat cantok dan rujak kuah pindang. Ini baru sebagian kecil yang saya ketahui, belum di kota-kota lain yang ada di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di Jakarta sendiri, dengan penduduknya yang begitu beragam, makanan kaki lima biasanya di dominasi dengan comfort food seperti warteg, mi ayam, nasi goreng tek-tek, pecel lele, ketoprak, sate ayam, martabak, bakso, kerak telor dan lain sebagainya. Biasanya jajanan ini banyak menempati pinggiran gedung perkantoran dan hampir selalu padat pas jam makan siang. Ditengah gempuran westernisasi dan fast food, sekarang makanan kaki lima pun berinovasi tidak sebatas makanan “murah meriah” dan biasa, tapi juga banyak bermunculan juga istilah “makanan hotel kelas kaki lima” seperti steak, Japanese bento atau dimsum. Dengan harga yang bervariasi, tapi tetap terjangkau di kantong semua lapisan masyarakat.

tahu gejrot dan mi kocok

tahu gejrot dan mi kocok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diluar makanan kaki lima yang sudah terakulturasi dengan westernisasi, saya selalu menyarankan teman-teman asing saya (saya tergabung disebuah komunitas traveling internasional) yang sedang berkunjung di Jakarta untuk mencicipi jajanan kaki lima. Karena rasa Indonesia gak bakal ada di tempat lain. Saya juga pasti selalu menyarankan beberapa tempat pujasera yang terkenal dengan jajanan kaki limanya seperti kawasan Sabang, Blok S, Taman Menteng dan lain sebagainya.

tipat cantok

tipat cantok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya sendiri walaupun seorang food-blogger yang sudah mencicipi banyak makanan internasional, lebih memilih untuk makan makanan Indonesia. Gak cuma yang ada di restoran tapi juga di kaki lima. Tapi sayang walaupun terkenal murah dan enak, jajanan kaki lima masih identik dengan ketidak higienisan, alasannya macam-macam, yang kena debu lah, banyak lalat lah sampai air cucian piring yang cuma ditaruh di ember yang bahkan walau airnya sudah keruh banyak penjual malas (atau nakal dan masa bodo) yang enggan mengganti airnya. Gak jarang ada juga penjual nakal yang mencampur minyak gorengnya dengan plastik, atau memberikan bahan pengawet ke barang dagangannya.

sate padang

sate padang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akhir-akhir ini, jajanan kaki lima juga sering diadopsi sebagai konsep foodcourt di mall. Terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang, mungkin banyak orang bosan dengan makanan fine dining walaupun harganya sih tetep aja “makanan kaki lima harga kaki seribu mall”

Buat saya pribadi, jajanan kaki lima di Indonesia perlu dilestarikan. Pertama, ini mewakili semua jenis makanan khas yang ada di Indonesia; kedua, kalau gak ada makanan kaki lima bisa dibayangin sulitnya kita nyari makanan siap saji yang murah dan mengenyangkan; ketiga, secara tidak langsung makanan kaki lima juga meningkatkan perekonomian dan mengurangi pengangguran. Hal yang paling sulit sebenarnya adalah mengubah mindset sebagian orang yang beranggapan bahwa makanan pinggir jalan gak elit. Ini bisa jadi PR buat pelaku bisnis untuk bagaimana mengemas dagangannya supaya terlihat menarik di mata konsumen, entah dengan menjaga kebersihan, berlaku jujur untuk gak memakai bahan-bahan tambahan yang berbahaya, atau membuat sesuatu yang lain, misalnya berkreasi dengan makanan kaki lima yang biasa dijual dengan sesuatu yang baru, misalnya seperti kue lekker isi scrambled egg yang pernah saya temui di Jogja, atau es pocong. Peran serta pemerintah juga perlu banget, seperti menyediakan atau melokalisasi pedagang kaki lima tanpa dikenai retribusi tambahan dan mengemasnya menjadi pujasera pinggir jalan yang menarik. Saya jamin walau tanpa AC pasti banyak orang yang tertarik mencoba.

Singkat kata, saya sangat mendukung jajanan kaki lima di Indonesia, ini ceritaku apa ceritamu?

 

YummThai

Nah resto yang ini masih anget2 tai ayam ni karena baru sabtu kemarin saya kulineran disini sama mas calon dan temen saya. YummThai berlokasi di Jl. Senopati No.66, Jakarta Selatan. Ancer-ancernya persis seberangan sama The Harvest. Resto ini juga termasuk yang lagi rame di review di majalah2 ibukota, mungkin selain karena baru konsepnya juga casual beda sama Thai Resto lainnya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dinning area-nya bisa dibilang gak terlalu besar, dengan meja-kursi kayu yg mungkin itu memberikan kesan casual. Selain indoor, dining area-nya juga ada yg outdoor, tapi kalo mau nyari adem sih mendingan di dalem aja. Resto ini juga rame dengan hiasan gambar gajah dan tulisan “sawasdee krub”.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saking casualnya buku menunya pun hanya seperti brosur (ups!) dengan pilihan menu yang tidak terlalu luas. Yang unik disini andalannya adalah “set menu” dimana kita bisa memilih jenis protein, karbohidrat dan mau dimasak pake bumbu/kari apa, sebagai compliment dalam set menu tersebut kita juga dapet 2 biji spring roll dan mango thai salad.

Akhirnya setelah menimbang-nimbang, kami bertiga memutuskan untuk memesan set menu semua! alasannya karena dapet banyak dalam satu piring! Ha! Saya memesan chicken with chili basil and veggies (for vegan) 42k, mas calon memesan seafood with green curry and white rice 49.5k dan Thai Iced Tea 17.5k, dan temen saya memesan beef with three flavours and white rice 49.5k. Saya dan teman hanya memesan Ice Tea 11.5k untuk minumannya karena refill (gak mau rugi :p)

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maap yak gambarnya cuman satu yaitu punya saya doang, abis yg lain sama aja sih cuman beda warna di lauknya plus nasinya aja. Komentarin makanan saya dulu aja kali ya, set menu punya saya terdiri dari sayuran rebus (wortel, jagung muda dan brokoli) yang direbus gak gitu mateng, mungkin biar masih dapet sensasi krenyes2nya kali ya yang ada tuh wortel masih kerasa langu wortelnya dan jagung mudanya gak saya sentuh sama sekali karna gak suka; spring rollsnya dapet 2 biji namun kecil-kecil 2 kali hap abis dah rasanya ya so-so aja tapi saus manis pedas yg agak caramelized yg ditaburin diatasnya enak; chili basil chicken saya rasanya enak – gurih pedas – mungkin karena ada paprikanya juga kali ya sayang ayamnya dicacah kecil-kecil jadi gak puas makannya; dan mango thai saladnya enak dan segar, mangganya pake mangga muda yang dikasih serutan wortel dan potongan bawang merah.

Punya mas calon seafood curry beef-nya mirip gule Sumatera dengan tone yang menjurus ke manis, not my piece of cake. Begitu juga dengan Three Flavors Beef-nya temen saya yang cenderung berasa asem dan manis doang. Kata mereka berdua sih emang enak chili basil punya saya :D

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini Thai Iced Tea-nya mas calon, saya ga sempet nyobain sih, tapi katanya enak gak kemanisan.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini Iced Tea refill saya dan temen saya, sayang cuma boleh nambah sekali doang pelit! Overall buat saya masakan disini rasanya lumayan sih, tapi gak yang wow banget. Buat cari suasana lain bolehlah plus harganya yg gak terlalu mahal.

Lekker Bekker

Resto lain di hari “Jumat Kuliner” saya dan temen2 SMA adalah Lekker Bekker yang terletak di Tebet Green, Jakarta Selatan. Restonya berlokasi di lantai 1, lucunya seberang-seberangan sama Hema Dutch Resto (agak2 saingan gimana gitu ye).

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seperti namanya resto ini menjual berbagai masakan Belanda tapi gak pure masakan Belanda kek Hema gitu sih, disini udah fushion gitu.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang diatas ini pesenannya temen saya @octyadu waktu menunggu saya dan @woronduty dateng. Namanya saya lupa karena kertas bill-nya kebuang. Yang jelas ini sejenis Poffertjes tapi dibikin lebar, disajiin pake taburan gula bubuk dan es krim stroberi. Karena saya lagi diet karbo saya ga berani nyicipin makanan ini, tapi kata temen saya sih enak tapi kemanisan gitu deh. Harganya sekitar 20k-an.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini pesenannya @octyadu sejenis meatball yang dimasak ala semur dan disajiin bareng wedges yg dilapisin tepung terus digoreng dan salad. Harganya sekitar 50k-an.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini Cordon Bleu pesenan saya harganya juga 50k-an, ya standar sih ayam kejunya gak yang wow gimana gitu tapi lumayan bikin kenyang sih, apalagi disajiin bareng mashed potato yg walaupun gurih tapi kurang moist. Saladnya juga seger menurut saya walo isinya cuma timun, tomat, wortel dan bawang bombay dengan saus hollandaise yg asem-asem gurih.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini pesenan @woronduty sejenis rollade daging yang disajiin dengan saus bawang bombay, disajiin dengan wedges goreng tepung salad.

Buat saya sih kalo mau makanan Belanda yang mendekati aslinya saya lebih pilih Hema. Tapi kalo mau coba suasana baru sih ya bolehlah disini.

Steakology

Sebulan yang lalu saya dan temen2 SMA – yang mana setiap Jumat pertama dan kedua setiap bulan punya program “Jumat Kuliner” – jajal ke sebuah budget steak resto yg dipunyain Tantri “Kotak” dan beberapa news anchor-nya Metro TV. Namanya Steakology, yang berlokasi di Jl. Tebet Raya No.38, Tebet, Jakarta Selatan.

Sebenernya saya gak tau2 banget sih daerah Tebet, tapi buat temen saya @octyadu ini daerah ‘jajahannya’ sehingga saya mempercayakan penunjuk arahnya sama dia. Resto ini ternyata ga jauh dari Warteg Warmo yg terkenal itu. Berlokasi di sebuah ruko berlantai 2 tempat ini cukup gampang dikenalin karena ada plang namanya.

Begitu masuk, kami langsung dikasih 2 lembar menu. Menu yg tersedia ya disekitaran steak lah pastinya, ada daging sapi, ayam dan salmon. Buat yg gak mau makan steak, ada pilihan lain juga kek fish n chips, nasi goreng dan pasta. Dari hasil browsing sebelum ketempat ini sih, keistimewaan dari Steakology adalah 7 jenis dipping sauce yang ditawarin. Uuuu…menggoda sekali.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disamping dipping sauce yang standar macam mushroom, blackpepper, teriyaki dan barbeque, ada 3 jenis saus lagi yang unik yaitu pesto, bernaise dan rattlesnake (yg paling pedes). Saya pesen sirloin dengan rattlesnake sauce, temen saya @octyadu pesen tenderloin dengan barbeque sauce, dan temen saya satu lagi @woronduty pesen tenderloin dengan blackpepper  sauce. Oia disini kentangnya bisa milih mau mashed atau fries.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini pesenan @woronduty sayurannya pake mashed spinach (dan baru tau kalo sayurannya bisa beda2 gitu deh). Sempet nyobain saus blackpeppernya, cacahan blackpeppernya masih agak2 kasar gitu, sausnya agak thick dan creamy. Lumayan kerasa sih pedesnya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini pesenannya @octyadu yang lebih aneh lagi since it came with mashed and fries all at once! Saus barbecue-nya agak2 asem gitu. Standar sih.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nah yang ini pesenan saya, dan terlihat paling ‘normal’ karna warnanya paling cantek. Dipping sauce saya warnanya coklat tua kemerahan, rasanya ya lumayan pedes dan rasa asem sih keknya mereka pake campuran tabasco gitu. Dagingnya gak sesuai dengan ekpektasi, saya pilih sirloin dengan alasan bakal ada lemak2 juicy yg kenyel2 gitu, gak taunya dagingnya terlalu kering dan gak moist. Katanya sih mereka pake daging sapi lokal, tapi gak ngerti juga deh kenapa gak sesuai yg saya bayangin.

Udah gitu pelayanannya lama banget, dari mulai order sampe makannya keluar kita harus nunggu lebih dari 30 menit. Kalo untuk budget steak sih saya masih lebih milih resto tetangga dah. Sorry to say! :)

 

The Harvest

Siapa sih yang gak tau the biggest cakery and bakery in J-Town ini?? kalo sampe gak tau berarti katrok! :p Disuatu siang sebelum saya pergi ke Travel Fair di JCC bersama mas calon (dan saya dapet tiket murah doongg ke Australia buat bulan Desember! :D ) kami ngemil2 lucu dulu disini sambil nungguin ujan reda.

The Harvest ini banyak cabangnya, tapi yang kemarin kami datengin yang berlokasi di Jl. Senopati Raya No.47, Jakarta Selatan. Kami memesan beberapa cemilan, seperti:

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Namanya kalau gak salah Triple Chocolate 25k, enak sih dan gak terlalu manis. Tapi kalo mas calon gak suka katanya terlalu pahit. Selera sih ya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini namanya lupa, tapi harganya 8k/pcs. Semacam kacang2an, crispy rice dan biskuit yang dicampur dengan coklat (ada dark dan  white). Enak, gak terlalu keras, tapi biar pake dark chocolate tetep terlalu manis buat saya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini namanya Pistachio something hehehe lupa jugaaa abis bon-nya kebuang sebel deh! Harganya 12k/pcs. Sejenis sponge cake yang dicampur dengan cacahan pistachio dan atasnya dikasih prune. Cake-nya soft banget dan manisnya pas.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini harganya 8k/pcs. Unik banget loh yang ini jadi luarnya tuh coklat keras tapi dalemannya krim yang ada campuran kacangnya gitu. Saya suka juga yang ini, manisnya pas.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini pesenan saya pribadi, es teh tarik 25k. Sesuai dengan harganya, rasanya juga enak. Teh susunya kental dan manisnya pas.

Monolog

Telat sik emang saya nyambangin tempat ini, itupun gegara lagi ngumpul2 juga sama geng wanita-wanita muda Jamaah Al-Anyepiah disuatu malam yang hangat. Monolog ini terletak di Plaza Senayan, P1 unit 101A, Jakarta Pusat. Lebih tepatnya sih nanya satpam aja kali ya.

Malam itu kami memesan banyak makanan, tapi yang mau saya review makanan saya doang nih. Soalnya ribet ceu ngambil fotonya, secara kami berenam.

Florentine Chicken Garnett

Florentine Chicken Garnett

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pesanan saya ini namanya Florentine Chicken Garnett 69k, crepe tipis dengan saus krim yang dimasak dengan keju, bayam dan ayam (sounds like ryhme! bayam dan ayam #okesip) terus disajiin dengan salad yg dressingnya saya gak sukak, asem! Perpaduan crepe, saus krim bayam ayamnya yang gurih tuh bener2 enak. Gak bohong! Saya baru sekali makan disini tapi saya udah jatuh cinta sama makanannya. Tempat ini juga enak buat nongkrong sambil ngupi2. Value for money.

Ini penampakkan saya dan geng:

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

The Pennylane

Sering banget nih saya spell nama tempat ini dengan menempatkan “s” ditengah2nya, dan sering banget kena tegor sama temen saya mbak2 gahol ibukota @ikamentayani kalo saya suka miss-spelling gituh…ah sudahlah yaa ga usah dibahas soal nyepel2nya, yang sekarang mau saya bahas adalah……kulinernya dong yang pasti.

Pennylane yang berlokasi di Jl. Kemang Selatan 8 Blok C4, Jakarta Selatan ini sepertinya lagi heits banget deh, terbukti dengan banyaknya review2 di majalah2 gahol ibukota. Emang sih tempat ini bisa dibilang rada unik; pertama karena nama tempat ini terinspirasi dari lagunya The Beatles, kedua tempat ini interior dan ambience-nya emang enggres2 gimanaa gitu. Saya sebagai pencinta bule budaya Inggris merasa harus wajib kesini! Dan suatu sore yg cerah saya bersama partner-in-culinary @ikamentayani memutuskan untuk hengot disini.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kafe ini bisa dibilang berukuran agak kecil, tapi terdiri dari 2 lantai. Dapurnya menganut gaya open-kitchen, jadi kalau kita mau makan di lantai 2 bisa tuh ya kepo2 dikit kearah dapur mereka. Saya sih suka banget ya sama interior dan ambience-nya, selain lirik lagu Pennylane yg terpampang di dindingnya, juga banyak foto2nya John Lennon serta the legendary photo of The Beatles yg mereka lagi nampang di Abbey Road. Di lantai 2 juga ada tempat buat perform akustikan, tapi saya gak tau sih jadwal pastinya tanya aja ke pelayannya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ngomongin masalah menunya, yang ditawarin gak banyak sih, dan kebanyakan western menu. Yang bikin unik cuman semua nama makanan dan minuman mereka nyatut nama-nama personil The Beatles dan lagu2nya.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemarin kami cuma memesan Hot Creme Brule Latte 28k, Coke 14k dan Potato Wedges with Cream and Cheese 25k.

Hot Cream Brule Latte

Hot Cream Brule Latte

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini pesenannya temen saya. Rasanya gak tau ya soalnya saya gak nyicipin sih, tapi keknya sih enak.

Potato Wedges with Cream and Cheese

Potato Wedges with Cream and Cheese

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Potato wedgesnya sih ya standar kentang goreng dengan taburan permesan cheese dan saus krim. Kelebihannya cuma disajikan panas-panas. Saya gak sukak makan kentang goreng dingin, keras!

Eeengg….coke-nya gak usah dibahas lah ya, toh rasanya dimana-mana sama aja gak bakal berubah jadi wedang jahe :p

Saya sih udah ngetweet kasih masukan ke official twitter mereka @PennyLaneJKT : pertama, menunya kalo bisa ditambah; kedua, lagunya mbok ya konsisten The Beatles atau paling meleset dikit Brit music lah….mosok Michael Learns To Rock..jauh ceu! Yah gitu aja sih, so far untuk kumpul2 sama temen2 bolehlah :)

Mangia

Akhir2 ini saya lagi kurang kreatif, abis Sinou nyobain sebelahnya Taco Local, abis itu nyobain lagi sebelahnya Mangia. Kata temen saya sih cafe/resto ini lumayan lucu, baik dari interior maupun makanannya (KATANYA!). Mari kita coba..

Mangia

Mangia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Resto ini lumayan mungil, tapi terdiri dari 2 lantai. Kemarin sih saya makan di lantai 1, karena males naik2. Interiornya didominasi dengan warna putih, agak vintage lucu gimanaa gitu. Mari kita beralih ke makanannya..

Mangia

Mangia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Makanan yang ditawarin sih macem2 ya, ada menu Indonesia-nya, ada menu western-nya. Ya walopun range-nya juga gak terlalu luas sih. Pada hari dimana saya mencoba Mangia itu, saya lagi kepengen makan makanan yang rada abstrak kek muka saya, maka saya pun memesan Nasi Jeruk Sambal Dori 38k dan Ferrero Ice Cream 12k.

Ferrerro Ice Cream

Ferrerro Ice Cream

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ferrero Ice Cream saya dateng duluan, ih padahal kan tadinya ini mau buat dessert. It came in small cup (veryyyy smaaallll), buat mulut saya yg lebar ini beberapa kali mangap juga abis. Rasanya so-so aja sih, Ferreronya lumayan kerasa walo gak kerasa bangeeeett..

Nasi Jeruk Sambal Dori

Nasi Jeruk Sambal Dori

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nasi Jeruk Sambal Dori saya ternyata adalah…nasi goreng dengan bumbu rempah2 ala Bali dan irisan daun jeruk serta kecombrang super banyak, yang diatasnya dikasih grilled dori dan sambal matah. Taste-nya sih unik yaa, tapi entah kenapa irisan daun jeruk dan kecombrangnya tuh ganggu banget di lidah dan leher saya, saya jadi gak enjoy ngenikmatin makanan ini.

Tapi denger meja kanan kiri, keknya menu ini must try item di Mangia. Kalau kalian mo coba ya sok aja atuh meluncur ke Jl. Panglima Polim V, mungkin aja selera kita berbeda :)

Ini ada foto lucu dari instagram saya:

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

Taco Local

Setelah makanan Vietnam, kali ini saya mau nyobain satu resto Mexico yang juga lagi happening banget ni dikalangan AGJ, namanya Taco Local. Resto ini terletak di Jl. Panglima Polim V, Jakarta Selatan. Sederetan sama Sinou Kaffee Hausen yang udah pernah saya tulis juga. Dari luar tempatnya keliatan mungil, dan di dalam juga sama aja mungilnya. Tapi jangan sedih, dining area resto ini sampai depan batas trotoar kok, jadi kalau lagi rame2nya jangan takut gak kebagian tempat duduk.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Interior dalemnya cukup simpel ya, dengan meja panjang dan kursi bar, dinding cuma batu bata yang dicat putih. Minimalis. Makanan yang dijual sih ya kebanyakan diseputaran quesadillas, taco, burritos, nachos gitu2 deh. Saya sendiri kemarin pesen 2 menu yang berbeda – emang pada dasarnya laper juga sih, abis dari kebanyakan referensi yg saya banyak Taco disini termasuk yg porsinya kecil. Saya pesen Taco Alpastor (pork) 32k dan Burritos Pollo 50k, minumnya coca cola aja 8k.

Taco Alpastor

Taco Alpastor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Taco Alpastornya disajiin dengan 2 lembar taco (gak ngerti juga kenapa mesti 2 mungkin takut brojol kali ya *brojoooll bahasanyee*), yang diatasnya ada topping potongan pork, nanas, tomat, kol ungu dan daun ketumbar. Rasanya enak gurih manis seger campur aduk, taconya juga gak terlalu keras. Pas lah!

Burritos Pollo

Burritos Pollo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Burritos Pollo sih secara garis besar mirip sama Taco, cuma kalo Burritos kulitnya nge-wrap toppingnya. Toppingnya sendiri lumayan generous ya, ada kek semacam nasinya, red beans, daging ayam dan guacamole. Enak dan bener2 bikin kenyang. Rasanya gurih dan balance.

Sistim order menu disini adalah kita dateng dulu ke meja pemesanan, bilang mau pesen apa, bayar, terus duduk, biasanya sih makanannya dianter yaa tapi kalo situ pada kurang kerjaan dan pengen bantuin mas2nya sih ya boleh aja ambil sendiri di dapur :P

Seperti opini dari beberapa blogger: makanan disini enak sih, tapi mahal dan porsinya kecil. Sekian dan terima traktiran :)

Vietopia

Di sebuah hari Sabtu yang cerah, sebelum memutuskan untuk movies marathon sama temen kuliah saya @tammychristie kami akhirnya berkesempatan buat kulineran sebuah resto Vietnam yang katanya Pak Bondan sih termasuk salahsatu resto Vietnam terbaik di Jakarta. Lokasinya sendiri di Jl. Cikini Raya No.33, Jakarta Pusat. Kalau dari arah Tugu Tani, Vietopia terletak disebelah kiri jalan sebelum toko roti legendaris Tan Ek Tjoan dan Taman Ismail Marzuki.

Restonya sendiri depannya jadul banget. Pintu masuknya pun berat pula. Di dominasi warna putih, resto ini semakin terlihat chic dan vintage. Makanan yang ditawarin rata-rata masakan Vietnam *yaiyalah menurut nganaaa* Dan waktu kami kemarin kesini, restonya lumayan rame.

gadisrakus.wordpress.com

gadisrakus.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemarin teman saya memesan Pho Bo 50k. Mie kuah dengan daging sapi khas Vietnam. Saya sih gak nyobain soalnya saya yakin pasti lebih enak yang pernah saya makan di Ho Chi Minh beberapa waktu lalu *yaeyalaaahhh* dan buat saya makan Pho dengan ‘daging halal’ rasanya gak nendang :P Tapi kata @tammychristie sih enak-enak aja :)

Pho Bo

Pho Bo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pesenan saya adalah Ga Hot Dieu 40k. Ayam goreng tanpa tulang yang digoreng tepung dan disajiin dengan saus mangga. Tadinya saya pikir bakal aneh, tapi ternyata rasanya unik banget, gurihnya si ayam berpadu ciamik dengan saus mangga yang agak asem2 pedes. Nyammm :) Seporsi disajiin dengan nasi, tapi karena saya sok diet jadi nasinya gak saya makan :D

Ga Hot Dieu

Ga Hot Dieu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buat rame2 kami pesen cemilan berupa Cha Gio 26k alias lumpia isi ayam. Lumpianya digoreng garing dengan isian bihun, telur dan ayam. Disajiin pake saus encer asam pedas manis. Lumayan enak nih…

Cha Gio

Cha Gio

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk minumnya karena kami medit maka kami memesan Hot Tea 11k yang airnya bisa refill. Bahkan saya dan Tami sampe refill 4 kali! Bhuahahaha :D Asiknya Hot Tea kami disajiin dengan 2 jenis gula; gula putih biasa dan gula diet Tropicana Slim.

Hot Tea

Hot Tea

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buat saya resto ini enak makanannya, walopun untuk beberapa menu lil bit pricey but worth. Jadi yang lagi cari makanan Vietnam dengan rasa yg autentik, i recommend this place a lot! :D